Selasa, 15 Oktober 2019 09:28

Cegah Perubahan Iklim Global, Mahasiswa UB Malang Ciptakan Apisiwa

Selasa, 09 Juli 2019 19:17 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Tuhu Priyono
Cegah Perubahan Iklim Global, Mahasiswa UB Malang Ciptakan Apisiwa
Mahasiswa Teknik Elektro UB Malang satmencoba alat ciptaannya.

MALANG, BANGSAONLINE.com - Sekelompok mahasiswa Teknik Elektro Universitas Brawijaya (UB) Malang berhasil menciptakan sebuah alat untuk memfilter polusi udara yang ia beri nama APISIWA. 

Lewat alat tersebut mereka berupaya untuk mengurangi polusi udara yang semakin hari semakin meningkat yang sekaligus untuk mencegah perubahan iklim secara global.

I Wayan Angga Jayadiyuda kepada awak media mengatakan, penciptaan alat untuk memfilter udara ini diciptakan oleh 5 mahasiswa dari lintas fakultas UB. "Saya sendiri, Muhammad Kuzain, Hafid Hidayat, Nayla Larisi dan Alisa Absari,” terang dia pada Selasa (9/7).

Ide atau gagasan menciptakan Apisiwa sendiri berawal dari keprihatinannya akan kondisi Indonesia sebagai salah satu negara penyumbang polusi udara tertinggi di dunia. "Sedangkan alat ini berfungsi untuk melakukan monitoring udara di sekitar saat udara teridentifikasi terjadi polusi," tambahnya.

Ketika kadar karbondioksida yang terdeteksi di atas batas normal, maka proses filtering akan terjadi. "Karbondioksida yang membuat udara kotor akan terendam, sehingga gas yang tersisa untuk dihembuskan hanya oksigen saja," ucapnya.

Untuk diketahui, menurut data, diperkirakan pada tahun 2030 emisi total gas rumaha kaca di Indonesia bisa mencapai angka 1.563 juta ton karbondioksida. Lewat alat ini, diharapkan dapat menyelesaikan masalah polusi udara dan mencegah perubahan iklim global serta meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat.

Meski masih berupa prototype, namun mereka optimis bisa segera memproduksi alat ini dalam sekala besar. Sehingga bisa digunakan di berbagai tempat, mulai dari jalan raya yang sangat tinggi tingkat polusinya, maupun di area-area industri. (thu/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Senin, 14 Oktober 2019 10:04 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Rayap, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesa (KBBI), mengandung dua arti. Pertama, rayap adalah serangga (seperti semut) berwarna putih tidak bersayap. Kedua, rayap berarti orang yang mengeruk kantong orang lain.Dalam berbagai ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...