Sabtu, 21 September 2019 21:25

7 Pelaku Penyelundupan Baby Lobster Mulai Disidang

Selasa, 09 Juli 2019 01:16 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Catur Andy
7 Pelaku Penyelundupan Baby Lobster Mulai Disidang
Penggerebekan para pelaku penyelundup baby lobster di Desa Randegan, Kecamatan Tanggulangin, bulan Mei lalu.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tujuh pria penyelundup baby lobster yang diringkus Ditreskrimsus Polda Jatim di Desa Randegan, Kecamatan Tanggulangin Kamis (30/5) lalu tengah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, Senin (8/7).

Mereka adalah Hormanal Baihaqi (32) asal Jakarta, tiga pegawai asal Subang yakni Elan Somantri (31), Tatang Suanda (27), dan Wahyu Permadi, (23). Serta tiga pegawai lainya adalah Ahmad Rifai Tanjung (19) warga Tangerang Selatan, Deris Abdul Latif (23) warga Tasikmalaya, dan Anjas Hasandi, (30) warga Sumatera Selatan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Budhi Cahyono mengunkapkan, ada beberapa pasal yang didakwakan kepada mereka. Ketujuh terdakwa ini telah dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan atau kerusakan sumber daya ikan dan atau lingkungan.

“Ancaman pidana pasal 86 ayat 1 UU No.31 Tahun 2004 Tentang Perikanan,” sebutnya.

Perbuatan terdakwa juga diancam pasal 92 junto pasal 26 UU No 31 tahun 2004 tentang Perikanan. Mereka dengan sengaja melakukan usaha perikanan di bidang penangkapan, pembudidayaan, pengangkutan, pengolahan dan pemasaran ikan yang tidak memiliki SIUP.

Selain itu, mereka juga melanggar ketentuan pasal 7 ayat 2 UU No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. Yaitu melakukan usaha yang melanggar ketentuan ukuran atau berat minimum jenis ikan yang boleh ditangkap. “Ancaman pidana ada pada pasal 100 (UU No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.red),” imbuhnya.

Dalam sidang yang dipimpin Suprayogi selaku Ketua Majelis itu, JPU juga langsung menghadirkan sejumlah saksi. Di antaranya dua anggota Ditreskrimsus Polda Jatim, dan Setiyadi, warga Sidoarjo pemilik rumah yang dikontrak para terdakwa.

Dalam keteranganya, kelima terdakwa ditangkap bersamaan saat sedang melakukan penyegaran baby lobster di dalam rumah kontrak tersebut. “Tidak lama dua tersangka lain datang, dan langsung ikut ditangkap,” beber salah satu anggota Ditreskrimsus Polda Jatim itu.

Sementara Setiyadi menyebutkan, dirinya tidak mengetahui jika rumah yang dikontrakkanya itu bakal digunakan kegiatan ilegal.

Setiyadi melakukan transaksi pembayaran uang kontrak rumah seharga Rp 9 juta pada tanggal 27, tiga hari sebelum penggerebekan. “Untuk usaha ikan bandeng, dikontrak 6 bulan,” pungkas Setiyadi. (cat/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Sabtu, 21 September 2019 15:30 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...