Jumat, 21 Februari 2020 17:31

7 Pelaku Penyelundupan Baby Lobster Mulai Disidang

Selasa, 09 Juli 2019 01:16 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Catur Andy
7 Pelaku Penyelundupan Baby Lobster Mulai Disidang
Penggerebekan para pelaku penyelundup baby lobster di Desa Randegan, Kecamatan Tanggulangin, bulan Mei lalu.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tujuh pria penyelundup baby lobster yang diringkus Ditreskrimsus Polda Jatim di Desa Randegan, Kecamatan Tanggulangin Kamis (30/5) lalu tengah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, Senin (8/7).

Mereka adalah Hormanal Baihaqi (32) asal Jakarta, tiga pegawai asal Subang yakni Elan Somantri (31), Tatang Suanda (27), dan Wahyu Permadi, (23). Serta tiga pegawai lainya adalah Ahmad Rifai Tanjung (19) warga Tangerang Selatan, Deris Abdul Latif (23) warga Tasikmalaya, dan Anjas Hasandi, (30) warga Sumatera Selatan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Budhi Cahyono mengunkapkan, ada beberapa pasal yang didakwakan kepada mereka. Ketujuh terdakwa ini telah dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan atau kerusakan sumber daya ikan dan atau lingkungan.

“Ancaman pidana pasal 86 ayat 1 UU No.31 Tahun 2004 Tentang Perikanan,” sebutnya.

Perbuatan terdakwa juga diancam pasal 92 junto pasal 26 UU No 31 tahun 2004 tentang Perikanan. Mereka dengan sengaja melakukan usaha perikanan di bidang penangkapan, pembudidayaan, pengangkutan, pengolahan dan pemasaran ikan yang tidak memiliki SIUP.

Selain itu, mereka juga melanggar ketentuan pasal 7 ayat 2 UU No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. Yaitu melakukan usaha yang melanggar ketentuan ukuran atau berat minimum jenis ikan yang boleh ditangkap. “Ancaman pidana ada pada pasal 100 (UU No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.red),” imbuhnya.

Dalam sidang yang dipimpin Suprayogi selaku Ketua Majelis itu, JPU juga langsung menghadirkan sejumlah saksi. Di antaranya dua anggota Ditreskrimsus Polda Jatim, dan Setiyadi, warga Sidoarjo pemilik rumah yang dikontrak para terdakwa.

Dalam keteranganya, kelima terdakwa ditangkap bersamaan saat sedang melakukan penyegaran baby lobster di dalam rumah kontrak tersebut. “Tidak lama dua tersangka lain datang, dan langsung ikut ditangkap,” beber salah satu anggota Ditreskrimsus Polda Jatim itu.

Sementara Setiyadi menyebutkan, dirinya tidak mengetahui jika rumah yang dikontrakkanya itu bakal digunakan kegiatan ilegal.

Setiyadi melakukan transaksi pembayaran uang kontrak rumah seharga Rp 9 juta pada tanggal 27, tiga hari sebelum penggerebekan. “Untuk usaha ikan bandeng, dikontrak 6 bulan,” pungkas Setiyadi. (cat/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 29 Januari 2020 22:31 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Mendengar kata Gunung Kelud, orang pasti membayangkan kedahsyatan letusannya. Sekali meletus, abu Gunung Kelud bisa menghentikan operasional beberapa bandara. Bahkan, bandara di Yogya pun harus berhenti beroperasi ketika Gu...
Senin, 17 Februari 2020 20:01 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanGus Sholah. Panggilan yang enak didengar. Sekaligus menyejukkan. Siapa pun yang pernah bertemu, berbincang – apalagi akrab. Pasti terkesan: santun, tawaddlu’, sederhana, egaliter dan moderat. Moderat sesungguhnya. Bukan ...
Kamis, 20 Februari 2020 11:01 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji 80 ...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...