Kamis, 17 Oktober 2019 16:07

Kekeringan Mulai Dirasakan Warga, Sumber Air di Desa Ngepung Ngajuk Mengecil

Kamis, 04 Juli 2019 16:15 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Bambang Dwi Julianto
Kekeringan Mulai Dirasakan Warga, Sumber Air di Desa Ngepung Ngajuk Mengecil
Warga rela antre untuk mendapatkan air bersih. Ini dampak dari musim kemarau. foto: BAMBANG/ BANGSAONLINE

NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Musim kemarau yang terjadi saat ini mulai berdampak kepada msayarakat. Termasuk sudah mengecilnya sumber mata air yang ada di sumur warga.

Kekeringan ini dialami masyarakat Desa Ngepung, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk. Sebagian masyarakat desa sudah mulai kebingungan untuk mencari sumber mata air.

Bahkan mereka rela mencari untuk mendapatkan air bersih yang letaknya sangat jauh. Salah satu sumber mata air yang saat ini menjadi langganan warga desa, terletak di areal persawahan masyarakat.

Tidak jarang warga rela antre untuk mendapatkan air dengan menggunakan timba, sedikit demi sedikit dimasukkan jirigen, guna mencukupi kebutuhan memasak di dapur,

Mardiono warga yang ikut mengantre mengatakan, kejadian ini sudah biasa dialaminya jika kondisi kemarau. "Memang sumur yang bisa mengeluarkan sumber air hanya di sini, kalai di rumah warga rata-rata sudah tidak mengeluarkan air. Termasuk sumur saya di rumah, sudah mengalami kering sekitar satu minggu lebih," kata Mardiono, kepada BANGSAONLINE, Kamis (04/07).

Meskipun, air yang diambil dari sumur sawah yang biasa dipergunakan untuk mengairi tanaman pertanian, warga tidak memikirkan apakah air tersebut tercemar atau tidak.

"Saya ambil air ini hanya untuk kebutuhan. Kalau tidak, dapur gak ngebul. Meski saat ini saya hanya mencuci muka untuk menghemat air," terangnya.

Dirinya berharap kepada Pemkab Nganjuk agar kondisi ini tidak sampai lama dirasakan warga Desa Ngepung. Ia juga berharap supaya sesegera mungkin ada distribusi air bersih untuk mengurangi apa yang dirasakan warga.

"Ya pasti saya dan warga ingin sekali mendapatkan dropping air bersih," tagas Mardiono.

Sementara itu, Kepala Dinas BPBD Nganjuk Hendro Djoko Suedarsono mengatakan, ada 13 desa di 6 kecamatan yang sudah masuk dalam data BPBD akibat mengalami kekeringan. Menurutnya, 13 desa tersubut sudah dilaksanakan pemantauan termasuk persediaan air milik warga.

"Dari pantauan yang saya lakukan di 13 desa masih belum ada laporan tentang krisis air bersih," kata Hendro.

"Meskipun demikian, dari pantauan teman-teman media, kejadian yang terjadi di Desa Ngepung, akan kita tindak lanjuti untuk pendistribusian air bersih. Termasuk bak penampungan air atau tandon. Untuk sementara sudah kita persiapkan, nanti akan kita tempatkan di beberapa titik di pemukiman warga agar tidak terlalu jauh mengambil airnya," tuturnya. (bam/dur)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...