Warga rela antre untuk mendapatkan air bersih. Ini dampak dari musim kemarau. foto: BAMBANG/ BANGSAONLINE
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Musim kemarau yang terjadi saat ini mulai berdampak kepada msayarakat. Termasuk sudah mengecilnya sumber mata air yang ada di sumur warga.
Kekeringan ini dialami masyarakat Desa Ngepung, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk. Sebagian masyarakat desa sudah mulai kebingungan untuk mencari sumber mata air.
BACA JUGA:
- HUT ke-1089 Nganjuk, Bupati Tekankan Sejarah Manusuk Sima dan Ajak Warga Bersinergi
- Bupati Kediri, Jombang dan Nganjuk Rembug Pembangunan Flyover Mengkreng
- Pasar Murah di Nganjuk Diserbu Warga, Gubernur Khofifah: Kendalikan Inflasi, Stabilkan Harga Bapok
- Kejati Jatim Bekali Ribuan Santri Ponpes Al Ubaidah Wawasan Kebangsaan dan Toleransi Beragama
Bahkan mereka rela mencari untuk mendapatkan air bersih yang letaknya sangat jauh. Salah satu sumber mata air yang saat ini menjadi langganan warga desa, terletak di areal persawahan masyarakat.
Tidak jarang warga rela antre untuk mendapatkan air dengan menggunakan timba, sedikit demi sedikit dimasukkan jirigen, guna mencukupi kebutuhan memasak di dapur,
Mardiono warga yang ikut mengantre mengatakan, kejadian ini sudah biasa dialaminya jika kondisi kemarau. "Memang sumur yang bisa mengeluarkan sumber air hanya di sini, kalai di rumah warga rata-rata sudah tidak mengeluarkan air. Termasuk sumur saya di rumah, sudah mengalami kering sekitar satu minggu lebih," kata Mardiono, kepada BANGSAONLINE, Kamis (04/07).
Meskipun, air yang diambil dari sumur sawah yang biasa dipergunakan untuk mengairi tanaman pertanian, warga tidak memikirkan apakah air tersebut tercemar atau tidak.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




