Sabtu, 21 September 2019 02:19

Pilkades Serentak Rawan Money Politics, Ketua AKD Gresik Minta Pemkab Buat Regulasi

Senin, 24 Juni 2019 10:09 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Pilkades Serentak Rawan Money Politics, Ketua AKD Gresik Minta Pemkab Buat Regulasi
Nurul Yatim, Ketua AKD Gresik.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Isu money politics (politik uang) mewarnai ajang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 256 desa Kabupaten Gresik pada 31 Juli mendatang. Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Nurul Yatim tak menampik adanya kabar tersebut.

"Ya, rumor money politics yang akan dilakukan oleh oknum cakades untuk merengkuh kemenangan makin santer," ujar Nurul Yatim kepada BANGSAONLINE.com, Senin (24/6).

Nurul Yatim mengungkapkan, berdasarkan rumor yang beredar, beberapa oknum cakades sudah menyiapkan uang hingga Rp 1-2 miliar untuk memenangkan pilkades serentak pada 31 Juli. "Bahkan saya dengar ada yang menyiapkan hingga Rp 5 miliar, yang penting menang," paparnya.

"Fakta ini jelas sangat mengganggu demokrasi dalam menentukan pemimpin di tingkat desa," keluh Kades Baron Kecamatan Dukun ini.

"Ironisnya, justru masyarakat kita sebagai pemilih juga mengganggap pemberian calon sudah menjadi hal yang wajar. Bahasae (bahasanya,red) gantinya kerja sehari," ungkapnya.

Sebaliknya, lanjut Nurul Yatim, pemilih jarang menjadikan program kerja atau visi misi calon pemimpin mereka sebagai pertimbangan dalam menentukan pemimpinnya."Ini yang saat ini menjadi pekerjaan rumah (PR) kita semua untuk diperangi," katanya.

"Yang menjadi persoalan sekarang, kasus money politics juga tidak ada regulasi yang mengatur dengan jelas, alias masuk wilayah abu-abu. Terlebih, dalam pilkades. Segala hal yang berkaitan dengan pelanggaran pilkades tidak ada lembaga khusus yang mempunyai kewenangan menangani laporan pelanggaran pilkades," tuturnya.

"Kalau di pemilihan umum ada KPU dan Bawaslu. Namun, di pilkades semua diserahkan pada panitia pilkades," sambungnya.

Untuk itu, tambah Nurul Yatim, ia meminta Pemkab Gresik membuat aturan khusus soal money politics dalan pilkades. "Pemkab seharusnya membuat aturan yang khusus mengatur money politics," pungkasnya. (hud/dur)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...