Minggu, 18 Agustus 2019 04:38

Menikmati Kopi di Jengki Cafe & Bistro, Suasananya Asik

Jumat, 21 Juni 2019 13:17 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Zahratul Maidah
Menikmati Kopi di Jengki Cafe & Bistro, Suasananya Asik
Proses roasting biji kopi di Jengki Cafe (foto kiri). Owner Jengki Cafe & Bistro, Irsad Imtinan saat meracik kopi.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Minum kopi sekarang sudah menjadi gaya hidup masyarakat. Apalagi kopi yang disajikan beraneka macam. Nah, Jengki Cafe & Bistro yang terletak di Jalan Gayungsari Timur I nomor 14 ini bisa menjadi pilihan kongkow dan nongkrong sembari merasakan kopi favorit anda.

Asal mula Jengki Cafe & Bistro berdiri karena hobi minum kopi. “Sejak lulus SMP kelas IX saya suka minum kopi. Ini kopi hitam, komposisi sama tapi rasanya kok berbeda, ternyata kan metodenya yang berbeda. Makin penasaran, saat SMA saya belajar dengan teman-teman, main ke kebun dan ngobrol dengan petani kopi,” ujar Owner Jengki Cafe & Bistro, Irsad Imtinan, ditemui di café tersebut, belum lama ini.

Kemudian, lanjutnya, dia kuliah di Institut Teknologi 10 November (ITS) dan memberanikan diri membuka café pada Maret 2019 lalu.

“Tujuan kami adalah mendakwakan kopi. Kopi ini punya fase atau era. Kami ingin meluruskan dari budaya lama. Minum kopi yang benar itu bagaimana, karena masing-masing kopi itu mempunyai rasa asli,” beber mahasiswa umur 20 tahun tersebut.

Di café ini, ada biji kopi khas dari Desa Jeruk yakni kopi pinggit yang kemudian diproses menjadi espresso. Juga ada excelsa. “Kami punya excelsa special karena jarang ditemui di café lain,” ungkapnya.

Excelsa itu, mempunya rasa yang manis banget. "Tapi kami bisa mereduksi itu semua. Sehingga rasanya bisa dinikmati sesuai keinginan," ujar dia.

Bagi yang suka kopi manis, ada sweet jengkis dan flamingo yang disediakan di cafe ini. "Dua minuman dengan basic kopi ini menjadi khas dan favorit pengunjung," jelas Irsad.

Selain kopi, juga ada beberapa menu yang menjadi daya tarik. Menu khas, yang baru yakni salted egg chicken wings (swiwi telur asin, red). Menu di cafe ini tiap bulan berubah. "Bulan April, menu yang ditawarkan antara lain salted egg chicken wings, fish and chip, dan fries. Ada juga smoke BBQ, daging sapi lokal yang di-smoke menggunakan metode low and slow. Smoke BBQ ini hanya dikeluarkan pada momen tertentu," beber Irsad.

Sebelumnya, ada menu american brisket slider dan burrito. Mengapa menu tiap bulan berubah? Pihaknya mengatakan, ingin berinovasi dengan rasa dan sajian yang berbeda. "Kami selalu perbarui menu. Bisa kami tambah atau kurangi. Juga kami buat giliran mana yang menjadi favorit pengunjung," jelas dia.

Menurutnya, orang Surabaya suka hal baru. "Makanya dengan inovasi ini, pelanggan tidak bosan, ini juga yang menjadi ciri khas kami," tuturnya.

Sementara untuk sajian kopi, ia menyebut yang paling laris yakni cappuccino dan sweet jengkis. Sedangkan untuk menunya, masih fish and chip yang banyak dipesan.

"Sesuai dengan namanya, Jengki Cafe & Bistro. Konsep kami seperti bistro di Prancis yang menunya selalu berganti tiap hari. Hanya saja waktu kami lebih panjang, satu bulan atau dua bulan sekali berganti menu," kata dia.

Nama Cafe Jengki sendiri terinspirasi pada masa arsitekur tahun 1950-an. Hal ini tidak terlepas dari jurusan pada kuliahnya yakni arsitektur.

Jengki mempunya kata dasar yakni "yankee". "Mungkin kata serapan yang disederhanakan menjadi Jengki," ungkapnya.

Makanya mebel, interior dan musiknya pun, kata dia, disesuaikan pada tahun 50an. Misalnya, sepasang meja dan kursi kayu, radio lama, dan piringan hitam (vinyl) tahun 1950-an yang diputar menggunakan turntable. Namun, desainnya tetap dibuat kekinian yang Instagramable.

Suasana cafe yang tenang, furniture yang klasik dan dindingnya kayu menambah kesan 'adem' juga nyaman.

Konsep seperti ini, merupakan karya Irsad dan ayahnya. Dia menambahkan, suasana cafe memang didesain sedemikian rupa agar memberikan suasana homie. Ia juga mengatakan, konsep ruangan yang dipilih lebih casual namun tidak meninggalkan unsur klasik didalamnya.

"Kita memang membangun suasana yang homie, supaya pengunjung yang datang bisa duduk santai dan nyaman," ungkapnya.

Dia mengatakan, pengunjung cafe berasal dari semua kalangan. Ada anak muda, dewasa hingga orang tua. "Kalau siang biasanya keluarga, sore pekerja kantor, dan malam anak milenial," ujarnya.

Cafe ini buka mulai pukul 12.00 sampai 22.00 WIB. Adapun kopi yang disajikan banyak macamnya mulai dari espresso, cappucino, cafe latte, flat white, americano, piccolo, cafe mocha, affogato serta 2 khas dari cafe ini yakni sweet jengkis dan flamingo. (mid/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...