Terindikasi Curi Start PPDB, Dewan Pendidikan Semprit SMKN 1 Tambakboyo

Terindikasi Curi Start PPDB, Dewan Pendidikan Semprit SMKN 1 Tambakboyo Dewan Pendidikan saat meminta keterangan perihal dugaan SMKN 1 yang mencuri start PPDB.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Dewan Pendidikan Kabupaten Tuban menerima surat pengaduan terkait dugaan SMKN 1 Tambakboyo yang mencuri start dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019. Selain pada Cabang Dinas Pendidikan, laporan itu juga disampaikan pada Dewan Pendidikan Kabupaten.

Menanggapi keluhan tersebut, Dewan Pendidikan menurunkan tim ke lapangan untuk menindaklanjuti surat aduan yang masuk. Tim yang turun terdiri dari tiga orang, yakni Suwito Tulus, Ratna Handayani dan Sri Wiyono. Tiga orang ini sudah ditunjuk untuk menindaklanjuti surat yang masuk.

"Sebelumnya sudah dibahas di internal Dewan Pendidikan, dan kami bertiga yang diberi mandat untuk menggali data di lapangan," ujar Suwito Tulus Koordinator Tim Dewan Pendidikan, Kamis (13/6).

Pria yang juga Ketua PGRI Kabupaten Tuban ini menjelaskan, dalam surat pengaduan juga dilampirkan bukti formulir pendaftaran offline yang dikeluarkan SMKN 1 Tambakboyo.

Tindakan SMKN 1 Tambakboyo ini menjadi buah bibir sekaligus keluhan bagi sekolah lainnya, utamanya yang satu zona dengan SMKN 1 Tambakboyo. Karena, tindakan membuka pendaftaran mendahului jadwal itu berpotensi merugikan sekolah lain yang taat jadwal PPDB.

"Disebut mencuri start, karena jadwal PPDB offline mestinya baru dibuka tanggal 11-13 Juni 2019 dan pendaftaran online tanggal 17-20 Juni 2019. Namun, SMKN 1 Tambakboyo sudah mulai menerima pendaftaran siswa sejak Mei," katanya.

Setelah ditelusuri, indikasi curi start PPDB itu benar adanya. Sebab, SMKN 1 Tambakboyo sudah mendaftar dulu calon siswanya. Bukti dari data ini adalah keterangan dari panitia PPDB SMAN 1 Tambakboyo yang menyebutkan calon siswa yang mau mengambil di SMAN 1 Tambakboyo tidak bisa.

Ada 4 anak yang datang ke SMAN 1 Tambakboyo untuk mendaftar. Setelah dicek, 3 dari 4 anak itu PIN sudah keluar melalui SMKN 1 Tambakboyo. Setelah ditanya ternyata mereka sudah didaftar yang dibuktikan dengan formulir.

"Kami pegang datanya. Di formulir itu sudah ada nomor pendaftaran, syarat yang sudah diserahkan, serta ada stempel dan tanda tangan pantitia PPDB," beber mantan pejabat di Dinas Pendidikan Tuban ini.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO