Jumat, 23 Agustus 2019 06:18

​Tidur dengan Lampu Kamar Menyala Bisa Sebabkan Obesitas

Senin, 10 Juni 2019 22:37 WIB
Editor: Choirul
​Tidur dengan Lampu Kamar Menyala Bisa Sebabkan Obesitas
Tidurlah dengan perilaku sehat. Matikan lampu! foto: mirror.co.uk

BANGSAONLINE.com - Wanita yang tidur dengan lampu kamar menyala, lebih berpotensi untuk mendapatkan obesitas. Hal ini terungkap berdasarkan penelitian yang melibatkan 44.000 wanita.

Sebuah survei terhadap hampir 44.000 wanita menemukan mereka yang tidur dengan lampu atau televisi menyala, lebih cenderung menambah berat badan daripada mereka yang tidak tidur.

Penulis studi Dr Dale Sandler, dari National Institutes of Health di North Carolina, AS, mengatakan: "Temuan kami mungkin memiliki implikasi kesehatan masyarakat. Prevalensi obesitas telah meningkat secara substansial selama beberapa dekade terakhir, terutama pada wanita AS.”

Para peneliti mengatakan paparan cahaya buatan saat tidur juga dapat menyebabkan stres kronis dan mengganggu tingkat metabolisme sehingga berkontribusi pada penambahan berat badan.

Dr Sandler mengatakan: "Dalam studi kohort terhadap 43.722 wanita, lampu menyala saat tidur secara signifikan dikaitkan dengan peningkatan risiko kenaikan berat badan dan obesitas".

"Selain cahaya dari televisi di dalam ruangan yang dinilai dalam penelitian ini, paparan cahaya buatan dari perangkat elektronik berbasis layar lainnya, termasuk smartphone, komputer, tablet, dan e-reader, juga dikaitkan dengan tidur. Latensi, kuantitas, dan kualitas tidur yang buruk, dan rasa kantuk di siang hari yang berlebihan.

"Cahaya diperkaya panjang gelombang pendek yang dipancarkan dari perangkat dapat menyebabkan tingkat yang lebih besar dari penekanan melatonin dan gangguan sirkadian dibandingkan dengan lampu dengan panjang gelombang yang lebih panjang,” katanya.

Temuan didapat dari analisis wanita yang mengambil bagian dalam Sister Survey di AS dari Juli 2003 hingga Maret 2009. Mereka berusia 35 hingga 74 tahun, dari seluruh 50 negara bagian AS dan Puerto Riko, dan menyelesaikan tindak lanjut pada Agustus 2015.

Sebanyak 43.722 wanita yang tidak memiliki riwayat kanker atau penyakit kardiovaskular yang bukan pekerja shift, tidur siang hari, atau hamil pada awal dimasukkan dalam analisis. Penelitian ini telah dipublikasikan di JAMA Internal Medicine.

Sumber: mirror.co.uk
Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Rabu, 21 Agustus 2019 17:27 WIB
BANGSAONLINE.com - Destinasi wisata di Indonesia tidak hanya Bali, Lombok, ataupun Jogjakarta. Masih banyak destinasi wisata lain dengan panorama yang tidak kalah indah, salah satunya adalah Lampung. Letaknya yang berada di ujung Pulau Sumate...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...