Senin, 19 Agustus 2019 11:37

Tafsir Al-Isra' 49-51: Kalau Ogah Bertanggungjawab, Jadi Batu Saja

Sabtu, 08 Juni 2019 01:08 WIB
Editor: Redaksi
Tafsir Al-Isra
Ilustrasi

Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag

49. Waqaaluu a-idzaa kunnaa ‘izhaaman warufaatan a-innaa lamab’uutsuuna khalqan jadiidaan.

Dan mereka berkata, “Apabila kami telah menjadi tulang-belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?”

50. Qul kuunuu hijaaratan aw hadiidaan.

Katakanlah (Muhammad), “Jadilah kamu batu atau besi,

51. Aw khalqan mimmaa yakburu fii shuduurikum fasayaquuluuna man yu’iidunaa quli alladzii fatharakum awwala marratin fasayunghidhuuna ilayka ruuusahum wayaquuluuna mataa huwa qul ‘asaa an yakuuna qariibaan.

atau menjadi makhluk yang besar (yang tidak mungkin hidup kembali) menurut pikiranmu.” Maka mereka akan bertanya, “Siapa yang akan menghidupkan kami kembali?” Katakanlah, “Yang telah menciptakan kamu pertama kali.” Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepalanya kepadamu dan berkata, “Kapan (Kiamat) itu (akan terjadi)?” Katakanlah, “Barang kali waktunya sudah dekat,”

TAFSIR AKTUAL:

Setelah orang-orang kafir mencemooh pribadi nabi Muhammad SAW, dikatakannya sebagai tukang ngibul, penyihir, dukun, pembual, dan lain-lain, ayat ini menunjukkan salah satu tanggapan mereka ketika dikabari, bahwa kelak manusia akan dibangkitkan kembali dari kuburan. "Waw, kalau begitu, pasti uenak tenan, kita akan kembali muda lagi". a-innaa lamab’uutsuuna khalqan jadiidaan.

Tanggapan mereka itu bukanlah tanggapan keimanan, melainkan sikap ingkar, penolakan, dan penghinaan terhadap informasi agama. Mereka berpikir praktis, bahwa, bagaimana mungkin jasad yang sudah hancur dan tulang belulang telah menjadi debu bisa dihidupkan kembali. Pengingkaran itu karena pendeknya daya nalar mereka dan tidak mau melihat awal mula ciptaan Tuhan.

Allah SWT bisa menciptakan sesuatu dari tidak ada menjadi ada. Tanpa bahan apa-apa, sesuatu dikehendaki dan dicipta, lalu ada sesuai rencana. Dulu manusia itu tidak ada, kemudian dicipta dan menjadi ada. Jika Tuhan bisa menjadikan sesuatu dari tidak ada menjadi ada, maka akan lebih mudah mencipta sesuatu dari yang sudah pernah ada menjadi ada kembali. Tinggal merepro saja.

Mereka bersikukuh untuk tetap tidak mengimani hari akhir, karena mereka sadar dan tidak siap menghadapi pengadilan Tuhan di sono. Di mana semua amal perbuatan manusia mesti harus dipertanggungjawabkan. Kemudian, mereka memilih hidup itu hanya di dunia saja. Berbuat seenaknya, lalu mati dan binasa, tanpa dibangkitkan kembali.

Menanggapi kemauan wong-wong kafir ini, Allah AWT - lantas - menjawab, " ... Qul kuunuu hijaaratan aw hadiidaan. Aw khalqan mimmaa yakburu fii shuduurikum...". Kalau begitu, kalian jadi batu saja, atau jadi besi, atau menjadi benda-benda besar seperti gunung, bumi, langit dan lain-lain, maka Kami tidak akan membangkitkan kembali".

Seolah Tuhan hendak berkata begini: "Enak saja, kalian hidup di dunia Kami lengkapi akal sehat, ada nafsu seksual, nafsu makan, nafsu berkuasa, lalu kalian mengumbar semua nafsu sepuas-puasnya tanpa mau mempertanggungjawabkan".

Meskipun sudah ditohok demikian, apakah mereka lantas sadar dan mau beriman? Tidak. Mereka menggelengkan kepala pertanda tidak mau menjadi batu atau besi, juga tidak mau beriman, malah senyum-senyum menanyakan, "Hai Muhammad, ngomong-ngmong, kapan sih hari kebangkitan itu tiba?. (wayaquuluuna mataa huw).

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...