Minggu, 18 Agustus 2019 23:09

Tafsir Al-Isra' 47-48: Zalim, Ngerumpi Sendiri Saat Ceramah Berlangsung

Selasa, 04 Juni 2019 23:12 WIB
Editor: Redaksi
Tafsir Al-Isra
Ilustrasi

Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag

47. Nahnu a’lamu bimaa yastami’uuna bihi idz yastami’uuna ilayka wa-idz hum najwaa idz yaquulu alzhzhaalimuuna in tattabi’uuna illaa rajulan mashuuraan.

Kami lebih mengetahui dalam keadaan bagaimana mereka mendengarkan sewaktu mereka mendengarkan engkau (Muhammad), dan sewaktu mereka berbisik-bisik (yaitu) ketika orang zalim itu berkata, “Kamu hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir.”

48. Unzhur kayfa dharabuu laka al-amtsaala fadhalluu falaa yastathii’uuna sabiilaan.

Lihatlah bagaimana mereka membuat perumpamaan untukmu (Muhammad); karena itu mereka menjadi sesat dan tidak dapat lagi menemukan jalan (yang benar).


TAFSIR AKTUAL:

Sudah biasa, wong kafir itu tidak menggubris Alqur'an, bahkan menjauh. Jadinya, mereka terus menerus tenggelam dalam kekafiran dan tidak mendapatkan hidayah. Begitu ayat-ayat sebelumnya bertutur. Kini beda, mereka kelihatannya mendengarkan, tetapi sama sekali tidak mendengarkan.

Mereka datang ke majelis pengajian Rasulullah SAW, entah terpaksa atau pura-pura. Jika nabi sedang berceramah dan membacakan ayat Alqur'an, mereka ngomong sendiri dan berbisik-bisik. Ayat ini mengungkap kelakuan mereka yang berbisik ngerasani Nabi. Dan salah satu isinya adalah, bahwa Muhammad itu lelaki yang pandai membual, penyihir, dan penipu. "in tattabi’uuna illaa rajulan mashuuraan".

Suatu ketika nabi menyuruh Ali ibn Abi Thalib membuat hidangan makanan yang pantas disuguhkan, lalu beberapa tokoh musyrik Makkah diundang datang, termasuk Utbah ibn Rabi'ah, Abu Jahal, al-Walid ibn Mughirah dan teman-temannya. Benar, mereka datang dan perjamuan dimulai seperti biasa mereka berpesta.

Pada saat yang tepat, sebagai tuan rumah, Nabi berdiri menyampaikan sambutan yang diselipi dengan pesan keislaman kepada mereka, lembut, santun, dan mempesona. Nabi juga membacakan sebagian ayat Alqur'an ke hadapan mereka dengan tegas dan mengena.

Mengerti apa tujuan nabi, para penggede Quraisy itu lantas berbisik-bisik sesama temannya. Antara lain mengolok nabi sebagai tukang sihir dan pandai membual. "Rajula mashuuraa". Maka ayat studi ini turun sebagai pemantap, bahwa nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah sungguhan yang di-back up dan selalu dilindungi.

Dalam ayat tersebut ditera kata "al-zalimun" atau orang-orang zalim, maka sebagai muslim, jika sudah niat hadir di pengajian, maka hendaknya serius mendengarkan pesan yang disampaikan oleh penceramah, suka atau tidak suka terhadap materi atau gaya sang penceramah. Alqur'an menganggap mereka yang berbisik satu sama lain, gak ngereken, dan ngerumpi sendiri itu sebagai perbuatan zalim.

Kata "mashur", asli maknanya orang yang disihir. Bentuk maf'ul yang mengesankan tertimpa sesuatu. Namun dalam tradisi bahasa arab punya dimensi banyak variasi makna dan pentakwilan. Seperti tesis di atas, kata 'mashur' bermakna 'sahir', demi mudahnya pemahaman.

Jika diterapkan asli bentuk maf'ulnya, maka maknanya, orang yang terkena sihir, hingga pikirannya tidak waras dan ngelantur, ngomongnya belarah meskipun enak didengar dan memukau. Di kalangan para sahabat, mereka mengenal sabda nabi yang berbunyi "inn min al-bayan lasihra", Sebagian orasi itu bisa mensihir banyak orang. Jadi tujuan bisikan para kafir itu adalah, agar masyarakat menjauhi Nabi seperti menjauhi orang yang tidak waras.

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...