Selasa, 23 Juli 2019 15:52

MUI dan PCNU Pacitan Apresiasi Kinerja TNI/Polri Dalam Mengatasi Kerusuhan di Tanah Abang

Jumat, 24 Mei 2019 22:38 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yuniardi Sutondo
MUI dan PCNU Pacitan Apresiasi Kinerja TNI/Polri Dalam Mengatasi Kerusuhan di Tanah Abang
Ketua MUI Pacitan, KH Aris Mashudi.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Ketua PCNU Kabupaten Pacitan, KH. Mahmud mengecam keras tindakan kerusuhan yang terjadi di Jakarta. Pasalnya, kerusuhan yang terjadi sejak 21 hingga 22 Mei lalu itu membuat banyak warga terimbas, khususnya para pedagang di kawasan Tanah Abang. Niatan untuk mendapatkan penghasilan sebagai bekal bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman saat lebaran nanti, justru terhalangi dengan adanya aksi tersebut.

"Saya harap pelaku kerusuhan yang ada di Jakarta ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku dan tidak tebang pilih. Siapa yang melanggar, sesuai aturannya harus ditindak tegas," ujarnya, Jumat (24/5).

Mahmud tidak ingin banyak warga yang merugi. Untuk itu, ia meminta agar kerusuhan tersebut disudahi, serta anggapan ataupun tudingan adanya kecurangan juga dibuktikan. Menurutnya, satu-satunya jalan dengan menempuh proses hukum di Mahkamah Konstitusi (MK). "Kami percaya lembaga tersebut (MK, Red) sangat profesional," imbuhnya.

Tidak ketinggalan, pria yang aktif dalam organiasi keagamaan sejak masa orde baru itupun memberikan apresiasi kepada TNI dan Polri. Pasalnya, dua instansi penegak hukum tersebut sigap dan profesional dalam mengatasi kerusuhan di jakarta. Dengan loyalitas TNI-Polri, masyarakat Indonesia termasuk warga Nahdlatul Ulama (NU) merasa aman terlindungi.

"Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap tegak berdiri dengan pengawalan TNI dan Polri," jelasnya.

Senada dengan Mahmud, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pacitan Aris Mashudi menyanyangkan munculnya kerusuhan di Tanah Abang Jakarta. "Kami berpendapat bahwa berbagai bentuk kecurangan harusnya segera diselesaikan di MK, sehingga tidak muncul salah pengertian hingga berujung konflik," tambahnya.

Menurutnya aksi provokasi yang terjadi di ibu kota tersebut, disebutnya membahayakan kesatuan bangsa. Dia pun memberikan dukungan kepada TNI-Polri.

Menurutnya, TNI-Polri sebagai instansi hukum telah bekerja secara bijaksana. Tidak ikut tersulut dengan provokasi dalam kerusuhan 21 dan 22 Mei itu. Harapannya, kondisi tersebut juga menular ke masyarakat Pacitan

"Jangan terpengaruh kerusuhan di Jakarta, " tuturnya seraya mengapresiasi kesadaran tokoh politik di Pacitan yang memiliki kedewasaan tinggi. (yun/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...