Minggu, 25 Agustus 2019 00:19

Korda NU se-Madura Minta Aparat Tindak Tegas Aktor Intelektual Anarkisme

Jumat, 24 Mei 2019 13:32 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Erry Sugianto
Korda NU se-Madura Minta Aparat Tindak Tegas Aktor Intelektual Anarkisme
Para Ketua PCNU se-Madura usai menandatangani tujuh pernyataan sikap terkait keadaan pasca Pemilu 2019. foto: erry sugianto/BANGSAONLINE.com

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Menyikapi situasi dan kondisi yang terjadi di Madura pasca penghitungan/rekapitulasi hasil Pemilu 2019 yang dilakukan oleh KPU RI, Koordinator Daerah Nahdlatul Ulama (Korda NU) se-Madura, mengeluarkan pernyataan sikap.

Pernyataan sikap ditanda-tangani ketua PCNU Bangkalan KH. Makki Nasir, Ketua PCNU Sampang KH. Itqon Bushiri, Ketua PCNU Pamekasan KH. Taufik, dan Ketua PCNU Sumenep KH. Panji Taufik. Pernyataan disampaikan di kantor PCNU Kabupaten Pamekasan jalan R. Abdul Azis no.95 Pamekasan, Kamis (23/05) malam.

Ada tujuh pernyataan sikap sebagai ungkapan seluruh warga NU se-Madura yang menginginkan persatuan dan kesatuan seluruh rakyat, sehingga negara Republik Indonesia menjadi negara yang aman dan makmur. Berikut isi tujuh pernyataan NU Korda Madura:

1. Menyerukan kepada seluruh ulama, tokoh masyarakat dan para ustad agar senantiasa memberikan bimbingan dan arahan demi terbangunnya iklim yang ramah sebagai bangsa yang menjunjung tinggi ahlak budi luhur terlebih di bulan Ramadhan yang mulia ini.

2. Menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setiggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam suksesnya penyelenggaraan pemilu 2019 melalui dari KPU, Bawaslu, TNI, Polri dan seluruh rakyat Indonesia.

3. Sangat menyanyangkan terhadap tindakan anarkis karena tidak sesuai dengan nilai-nilai demokrasi Pancasila dan aturan perundang-undangan yang berlaku.

4. Meminta kepada penegak hukum agar menindak tegas terhadap pelaku dan aktor intelektual terhadap aksi apapun yang mengarah kepada anarkhisme yang menyebabkan terjadinya kerusakan fasilitas umum dan mengganggu stabilitas.

5. Memohon kepada seluruh elemen masyarakat khususnya Madura, agar tidak mudah terprovokasi terhadap informasi yang menyesatkan atau memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

6. Mengajak kepada seluruh pimpinan daerah baik formal maupun non formal guna memperkuat ukhuwah islamiyah, ukhuwah basyariyah dan ukhuwah wathaniyah sebagai pijakan untuk melakukan rekonsiliasi.

7. Mengharap kepada semua pihak untuk menerima hasil Pemilu 2019 yang telah terselenggara dengan baik dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang. (err/ns)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...