Sabtu, 25 Mei 2019 14:57

Pasca Penemuan Mayat Korban Mutilasi, Pedagang Pertanyakan Pengawasan di Pasar Besar Malang

Rabu, 15 Mei 2019 18:58 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Iwan Irawan
Pasca Penemuan Mayat Korban Mutilasi, Pedagang Pertanyakan Pengawasan di Pasar Besar Malang
Situasi di lantai tiga Pasar Besar Malang, Rabu (15/05). foto: IWAN/ BANGSAONLINE

MALANG, BANGSAONLINE.com - Penemuan mayat wanita korban pembunuhan disertai mutilasi membuat pedagang Pasar Besar Malang resah. Mereka mempertanyakan pengawasan dan pengamanan di Pasar Besar Malang.

Rudiyanto (24), salah satu pedagang di Pasar Besar Malang menilai Dinas Perdagangan Kota Malang kecolongan hingga kasus pembunuhan sadis ini terjadi. "Ini urusan nyawa lho, bukan soal kehilangan barang. Pengawasan maupun pengamanannya, kenapa kok kurang diperhatikan," tandasnya.

"Saya selaku pedagang saja, sewaktu ada barang ketinggalan di bedak harus dikawal petugas security saat mau mengambilnya. Tapi anehnya, soal pembunuhan mutilasi kok bisa sampai tidak ketahuan. Sejauh mana pengamanan dan pengawasannya," cetusnya.

"Ditambah lagi, pasca kejadian juga tidak ada tanda-tanda peningkatan keamanan dan pengawasan," tukasnya.

Di sisi lain, Suko Prasetyo selaku petugas kebersihan lingkungan Pasar Besar Malang menduga pembunuhan ini dilakukan saat kondisi pasar sepi total, yakni malam hari.

"Pintu pagar PBM (Pasar Besar Malang) ditutup sekitar pukul 17.00 WIB. Namun sebelumnya petugas Pengawasan dan Ketertiban (Wastib) Dinas Perdagangan Kota Malang selalu patroli menghalau orang yang ada di lantai dua maupun tiga untuk disuruh pergi meninggalkan PBM," ujarnya.

"Pengawasan dan pengamanan 24 jam, dan pintu di semua lokasi tertutup rapat, terkecuali pintu sisi belakang, tidak pernah ditutup," ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto belum merespons saat hendak dikonfirmasi melalui ponselnya. Begitu juga Kepala Pasar Besar Malang Hariyanto, hanya berjanji akan memberikan keterangan.

Hingga berita ini ditulis, Kepala Dinas Pedagangan maupun Kepala Pasar Besar Malang belum ada yang memberikan jawaban. (iwa/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Sabtu, 18 Mei 2019 12:13 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag41. Walaqad sharrafnaa fii haadzaa alqur-aani liyadzdzakkaruu wamaa yaziiduhum illaa nufuuraanDan sungguh, dalam Al-Qur'an ini telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan), agar mereka selalu ingat. Tetapi (p...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...