Minggu, 25 Agustus 2019 00:17

Pasca Penemuan Mayat Korban Mutilasi, Pedagang Pertanyakan Pengawasan di Pasar Besar Malang

Rabu, 15 Mei 2019 18:58 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Iwan Irawan
Pasca Penemuan Mayat Korban Mutilasi, Pedagang Pertanyakan Pengawasan di Pasar Besar Malang
Situasi di lantai tiga Pasar Besar Malang, Rabu (15/05). foto: IWAN/ BANGSAONLINE

MALANG, BANGSAONLINE.com - Penemuan mayat wanita korban pembunuhan disertai mutilasi membuat pedagang Pasar Besar Malang resah. Mereka mempertanyakan pengawasan dan pengamanan di Pasar Besar Malang.

Rudiyanto (24), salah satu pedagang di Pasar Besar Malang menilai Dinas Perdagangan Kota Malang kecolongan hingga kasus pembunuhan sadis ini terjadi. "Ini urusan nyawa lho, bukan soal kehilangan barang. Pengawasan maupun pengamanannya, kenapa kok kurang diperhatikan," tandasnya.

"Saya selaku pedagang saja, sewaktu ada barang ketinggalan di bedak harus dikawal petugas security saat mau mengambilnya. Tapi anehnya, soal pembunuhan mutilasi kok bisa sampai tidak ketahuan. Sejauh mana pengamanan dan pengawasannya," cetusnya.

"Ditambah lagi, pasca kejadian juga tidak ada tanda-tanda peningkatan keamanan dan pengawasan," tukasnya.

Di sisi lain, Suko Prasetyo selaku petugas kebersihan lingkungan Pasar Besar Malang menduga pembunuhan ini dilakukan saat kondisi pasar sepi total, yakni malam hari.

"Pintu pagar PBM (Pasar Besar Malang) ditutup sekitar pukul 17.00 WIB. Namun sebelumnya petugas Pengawasan dan Ketertiban (Wastib) Dinas Perdagangan Kota Malang selalu patroli menghalau orang yang ada di lantai dua maupun tiga untuk disuruh pergi meninggalkan PBM," ujarnya.

"Pengawasan dan pengamanan 24 jam, dan pintu di semua lokasi tertutup rapat, terkecuali pintu sisi belakang, tidak pernah ditutup," ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto belum merespons saat hendak dikonfirmasi melalui ponselnya. Begitu juga Kepala Pasar Besar Malang Hariyanto, hanya berjanji akan memberikan keterangan.

Hingga berita ini ditulis, Kepala Dinas Pedagangan maupun Kepala Pasar Besar Malang belum ada yang memberikan jawaban. (iwa/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...