Sabtu, 31 Juli 2021 04:08

Di Tanjung Kodok, Hilal Tampak Sejak Pukul 17.29 WIB, Kok Kemenag Umumkan Awal Ramadan Malam?

Minggu, 05 Mei 2019 21:16 WIB
Editor: tim
Di Tanjung Kodok, Hilal Tampak Sejak Pukul 17.29 WIB, Kok Kemenag Umumkan Awal Ramadan Malam?
Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama RI saat melakukan rukyatul hilal di Tanjung Kodok Lamongan Jawa Timur, Ahad (5/5/2019). foto: istimewa/ bangsaonline.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Hilal ternyata sudah terlhat sejak pukul 17.29 WIB. “Ya terlihat sejak 7 menit setelah maghrib. Maghribnya kan pukul 17.22 WIB,” kata KH Khotib Asmuni, anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama (Kemenag) RI yang memantau hilal di Tanjung Kodok Lamongan Jawa Timur kepada bangsaonline.com, Ahad (5/5/2019).

Menurut dia, hilal tampak jelas “Bentuknya seperti arit. Posisinya menghadap ke atas. Jadi dua ujung hilal menghadap ke atas, dalam bahasa Jawa ndangak,” terang pengasuh Pondok Pesantren An-Nuriyah Jember itu.

Apa tim rukyat melihat hilal pakai alat atau mata telanjang? “Dengan mata telanjang,” jelasnya. Menurut dia, banyak peserta tim rukyat yang membawa alat seperti teleskop. Tapi karena teleskopnya tidak canggih, maka hilalnya malah tak kelihatan. “Alatnya kurang mahal,” seloroh Kiai Khotib Asmuni.

Apa tadi langit cerah atau ada awan saat memantau hilal? Ia menegaskan ada awan. “Tak ada lokasi (rukyat) yang bersih dari mendung (awan),” terangnya. Tapi awan itu tak menghalangi untuk melihat hilal karena cuaca masih tetap terang.

BACA JUGA : 

Kunker ke Lamongan, Pangdam dan Wakapolda Ajak Masyarakat Patuh Prokes Sebagai Kebutuhan

Pengisian Jabatan Sekdes Dermolemahbang, Camat Sarirejo Minta Dilakukan Secara Transparan

Perketat PPKM Darurat, Perbatasan Lamongan Dilakukan Penyekatan

Berikut Ketentuan Penyelenggaraan Idul Adha di Wilayah dan Luar Wilayah PPKM Darurat

(KH Khotib Asmuni (pakai baju putih, paling kanan) bersama para Tim Hisab Rukyat yang lain saat disumpah sebagai peserta Tim Rukyat di Tanjung Kodok Lamongan, Ahad (5/5/2019). foto: istimewa/bangsaonline.com)

Menurut dia, tim rukyat dibekali teknik yang tak semua orang tahu. “Ada tekniknya. Tim rukyat itu harus tahu pergerakan matahari per menit. Misalnya matahari sampai mana, bulan sampai mana,” katanya.

Ia bersama para kiai lain, di antaranya KH. Suudil Azka, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Sumberwudi Lamongan berada di Tanjung Kodok sejak pukul 16.00 WIB. “Kita kan sebelumnya juga melakukan persiapan. Tapi memantau hilal sejak maghrib, sejak matahari terbenam,” tutur Kiai Khotib yang alumnus Pesantren Tebuireng Jombang.

Begitu tim rukyat di Tanjung Kodok ini melihat hilal, mereka langsung melaporkan ke Kemenag Pusat. "Kita kan punya grup WA. Jadi kita langsung laporkan lewat grup," katanya.

Tapi kenapa Kementerian Agama mengumumkan awal Ramadan sampai malam? “Kan kita juga mengakomodasi dari Aceh dan daerah lain. Meski Jatim sudah selesai, tapi matahari di Aceh kan belum terbenam. Indonesia kan tidak hanya Jawa Timur saja,” kata Kiai Khotib Asmuni.

Menurut dia, peserta tim rukyat untuk awal Ramadan di Tanjung Kodok Lamongan ini cukup banyak. Di antaranya dari Unesa Surabaya, Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo dan lainnya. “Tapi tim rutyatnya ada di depan,” tuturnya. (tim)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...