Selasa, 23 Juli 2019 03:01

Kembangkan Desa Wisata, Disbudpar Jatim Gelar MTIF

Kamis, 02 Mei 2019 21:24 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Devi Fitri
Kembangkan Desa Wisata, Disbudpar Jatim Gelar MTIF
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Kepala Disbudpar Jatim Sinarto, Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak saat meninjau stan. foto: DEVI/ BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemprov Jatim melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terus berupaya mendorong sektor pariwisata. Salah satunya dengan mengembangkan konsep desa wisata.

Wisata desa yang dikembangkan tentunya berbasis pada kearifan lokal. Melalui konsep ini, diharapkan tidak hanya mendongkrak pariwisata, tapi juga mampu meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat pedesaan.

"Sangat banyak keunggulan yang dimiliki Jawa Timur seperti kearifan dan keindahan lokal yang belum tereksplor. Untuk itu akan ada ruang di mana desa wisata ini bisa kita kembangkan," kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah menyempatkan diri meninjau pameran The 20th Majapahit International Travel Fair (MITF) di Exhibition Hall Grand City Surabaya, Kamis (2/5).

Menurutnya, pengembangan desa wisata ini memiliki peluang mengingat saat ini ada dana desa. Keberadaan dana desa yang jumlahnya besar itu, menjadi pemicu mendongkrak pertumbuhan baik ekonomi, budaya dan sosial di perdesaan.

"Bagi Jawa Timur menjadi sangat penting, karena kebetulan provinsi ini disparitas antara kota dan desa lebar sekali. Kalau kemiskinan di kota 6,9 persen, kemiskinan di desa 15,2 persen," ujarnya.

Dengan adanya pengembangan desa wisata, Khofifah meyakini akan tumbuh basis ekonomi perdesaan. Sehingga akan ada peningkatan percepatan kesejahteraan masyarakat desa. 

"Artinya multi player efeknya banyak sekali apalagi di seluruh negara di dunia, devisa sektor riil akan tumbuh ketika sektor pariwisata tumbuh," ujarnya.

Kepala Disbudpar Jatim Sinarto, SKar, MM mengatakan, kali ini kita mengangkat desa wisata, karena perhatian nasionalpun ke desa wisata, menggerakkan ekonomi dari desa berbasis kepariwisaataan paling gampang. Di Jawa Timur banyak desa yang berpotensi alam dan budayanya.

“Sehingga kalau itu semua kita dorong, eksplore, manajemen secara kepariwisataan. Atraksinya menjadi bagus, aminitas, kenyamanannya juga terjaga, dan aksesnya menjadi perhatian sektor lain. Karena pak presiden sudah ngomong bahwa pariwisata sebagai liding sektor dari situ desa wisata menjadi sebuah pertaruahan yang menarik untuk dieksplor sekaligus menggerakkan potensi-potensi desa,” terangnya.

Sinarto juga menerangkan, untuk memajukan desa wisata, kita melakukan bimtek untuk SDMnya supaya bisa mengelola potensi mulai dari atraksi sampai dengan mengelola aminitas yang ada. Dan ini kita promosikan sampai ke luar negeri.

“Kemarin Jambu dari Kediri, Pasuruan kita bawa ke Singgapur dan Malaysia. pertahun ada pertumbuhan, dengan bumdes itu kelihatannya kepariwisataan menjadi stimulant yang paling bagus,” ungkapnya. (dev/ian)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...