Senin, 17 Juni 2019 09:07

Ketua KPU Pacitan Berharap Sistem Pemilu Bisa Lebih Simpel

Rabu, 24 April 2019 13:56 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Ketua KPU Pacitan Berharap Sistem Pemilu Bisa Lebih Simpel
Damhudi, Ketua KPU Pacitan saat menjenguk salah seorang anggota KPPS yang dirawat di RSUD.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Duka mendalam masih dirasakan semua penyelenggara pemilu di Pacitan atas gugurnya ratusan petugas KPPS maupun Panwas dalam melaksanakan tugas kepemiluan.

Ketua KPU Pacitan Damhudi menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas wafatnya ratusan penyelenggara maupun pengawas pemilu tersebut.

"Sebagai orang tua dan sebagai anggota KPU di sebuah kabupaten/kota, kami sampaikan duka cita sangat dalam atas wafatnya ratusan penyelenggara pemilu tersebut. Semoga jasa mereka dalam menjalankan tugas mulia ini akan diganjar dengan pahala oleh Allah SWT. Dan bisa dikenang di sepanjang pelaksanaan pemilu ke depannya," ujar Damhudi, Rabu (24/4).

Menurut Damhudi, khusus di Pacitan sedikitnya ada 40 penyelenggara pemilu yang harus menjalani perawatan. Sedangkan 7 orang di antaranya saat ini masih menjalani rawat inap di rumah sakit.

"Mereka mengalami berbagai masalah, namun terutama karena kelelahan dan depresi karena mereka bekerja penuh tekanan dan ketakutan," ungkap dia.

"Namun begitu, mereka sudah membuktikan di balik beratnya tugas yang mereka emban, pemilu serentak yang kali pertama dilaksanakan di negara ini bisa berlangsung aman, lancar, dan damai. Sekalipun ada juga persoalan-persoalan kecil, akan tetapi bisa teratasi oleh peran TNI/Polri dalam melakukan tindakan pengamanan. Kami sangat mengapresiasi dan menyampaikan ucapan terima kasih tak terhingga kepada mereka," tuturnya.

Terkait jatuhnya 119 korban jiwa, Damhudi berharap kepada pemerintah dan stakeholder yang ada agar ke depannya bisa meninjau ulang sistem kepemiluan.

"Bagaimana sistem kepemiluan nantinya bisa lebih disimpelkan dengan kemajuan teknologi yang kita punya saat ini. Sehingga bisa meminimalisir terjadinya konflik dan korban bagi penyelenggara pemilu," harapnya. (yun/dur)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Minggu, 09 Juni 2019 23:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag53. Waqul li’ibaadii yaquuluu allatii hiya ahsanu inna alsysyaythaana yanzaghu baynahum inna alsysyaythaana kaana lil-insaani ‘aduwwan mubiinaan.Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengu...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Sabtu, 08 Juni 2019 16:07 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...