Sabtu, 24 Agustus 2019 21:37

Ketua KPU Pacitan Berharap Sistem Pemilu Bisa Lebih Simpel

Rabu, 24 April 2019 13:56 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Ketua KPU Pacitan Berharap Sistem Pemilu Bisa Lebih Simpel
Damhudi, Ketua KPU Pacitan saat menjenguk salah seorang anggota KPPS yang dirawat di RSUD.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Duka mendalam masih dirasakan semua penyelenggara pemilu di Pacitan atas gugurnya ratusan petugas KPPS maupun Panwas dalam melaksanakan tugas kepemiluan.

Ketua KPU Pacitan Damhudi menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas wafatnya ratusan penyelenggara maupun pengawas pemilu tersebut.

"Sebagai orang tua dan sebagai anggota KPU di sebuah kabupaten/kota, kami sampaikan duka cita sangat dalam atas wafatnya ratusan penyelenggara pemilu tersebut. Semoga jasa mereka dalam menjalankan tugas mulia ini akan diganjar dengan pahala oleh Allah SWT. Dan bisa dikenang di sepanjang pelaksanaan pemilu ke depannya," ujar Damhudi, Rabu (24/4).

Menurut Damhudi, khusus di Pacitan sedikitnya ada 40 penyelenggara pemilu yang harus menjalani perawatan. Sedangkan 7 orang di antaranya saat ini masih menjalani rawat inap di rumah sakit.

"Mereka mengalami berbagai masalah, namun terutama karena kelelahan dan depresi karena mereka bekerja penuh tekanan dan ketakutan," ungkap dia.

"Namun begitu, mereka sudah membuktikan di balik beratnya tugas yang mereka emban, pemilu serentak yang kali pertama dilaksanakan di negara ini bisa berlangsung aman, lancar, dan damai. Sekalipun ada juga persoalan-persoalan kecil, akan tetapi bisa teratasi oleh peran TNI/Polri dalam melakukan tindakan pengamanan. Kami sangat mengapresiasi dan menyampaikan ucapan terima kasih tak terhingga kepada mereka," tuturnya.

Terkait jatuhnya 119 korban jiwa, Damhudi berharap kepada pemerintah dan stakeholder yang ada agar ke depannya bisa meninjau ulang sistem kepemiluan.

"Bagaimana sistem kepemiluan nantinya bisa lebih disimpelkan dengan kemajuan teknologi yang kita punya saat ini. Sehingga bisa meminimalisir terjadinya konflik dan korban bagi penyelenggara pemilu," harapnya. (yun/dur)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...