Kamis, 16 Juli 2020 22:49

Wagub Jatim Ajak Remaja Paham Kesehatan Reproduksi Sejak Dini

Selasa, 23 April 2019 21:54 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Didi Rosadi
Wagub Jatim Ajak Remaja Paham Kesehatan Reproduksi Sejak Dini
Wagub Jatim Emil Dardak saat menghadiri Talkshow Pertemuan Ilmiah Tahunan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Goes to School Tahun 2019 di Gedung Negara Grahadi Surabaya. foto: ist

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengajak kepada para remaja di Jawa Timur untuk semakin memahami kesehatan reproduksi mereka sejak usia dini. Pasalnya, dengan pemahaman tersebut diharapkan para remaja mengerti betapa pentingnya soal kesehatan reproduksi. 

“Dari sekarang harus paham, bukan hanya remaja putri sebagai calon ibu, tapi juga remaja putra. Kita ingin mengenalkan apa itu kesehatan reproduksi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Emil, sapaan lekat Wagub Jatim saat menghadiri Talkshow Pertemuan Ilmiah Tahunan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Goes to School Tahun 2019 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (23/4).

Menurutnya, reproduksi bukan lagi hal tabu. Sehingga para remaja harus diberikan edukasi sedini mungkin tentang risiko bila ia melakukan seks pranikah ataupun pernikahan dini. Apalagi usia remaja adalah fase seorang anak menuju dewasa, di mana mereka suka mencoba hal baru.

“Menjadi dewasa bukan sekadar menuntut hak, tapi menjalankan kewajiban. Tidak hanya sekadar dewasa, tapi juga bertanggung jawab. Nilai tanggung jawab ini salah satunya bisa dibangun dengan edukasi semacam ini,” jelasnya.

Untuk itu, para remaja tidak hanya diberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi, tapi juga edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat, kesehatan jiwa, kesehatan intelegensia, sampai dengan nutrisi atau gizi yang baik.

“Gizi atau nutrisi yang baik ini erat kaitannya dengan stunting, karena mencegah stunting bisa dimulai dari kesehatan ibu, bawaan gizi sang ibu. Jadi calon ibu atau remaja putri harus dibekali dengan kesehatan yang baik sedini mungkin dan nutrisi yang cukup,” katanya.

Dengan menyiapkan ibu yang sehat, lanjutnya, menjadi bagian dari upaya membangun generasi penerus bangsa yang unggul. Bukan hanya menyiapkan pra kehamilan saja, tapi juga saat hamil, melahirkan dan pasca melahirkan. Untuk itu, Emil mengapresiasi langkah yang dilakukan POGI dalam memberikan sosialisasi dan edukasi tentang kesehatan reproduksi terhadap remaja. 

“Jadi sosialisasi seperti ini sangat penting, apalagi jumlah remaja adalah seperlima dari populasi, dan mereka adalah aset potensial sebagai generasi penerus bangsa,” katanya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Jatim Arumi Bachsin mengatakan, penyadaran tentang kesehatan reproduksi sejak dini sangat penting. Karena, persoalan tersebut erat kaitannya dengan pencegahan stunting. Di mana, penanganan stunting harus dimulai saat pra kehamilan terutama saat remaja.

“Dengan mengetahui kesehatan reproduksi sejak dini, sama dengan menyiapkan kehamilan dengan baik, karena masa remaja selain masa yang indah juga masa yang rentan. Di usia-usia ini rasa penasaran masih tinggi, jadi harus diisi dengan ilmu yang bermanfaat,” katanya.Tidak hanya itu, TP PKK Provinsi Jatim melalui Pokja Empat juga memberikan langkah teknis dengan pemberian tablet penambah darah bagi remaja putri. Serta, terus mendorong program kesehatan remaja melalui puskesmas Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) serta posyandu remaja.

“Semua langkah ini kami harapkan tidak hanya mampu mencegah stunting tapi juga menurunkan angka kematian ibu dan bayi,” katanya. (mdr/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 16 Juli 2020 20:24 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Bunga lampion atau yang juga dikenal dengan mawar venezuela ini ternyata dapat tumbuh subur dan mekar di Kota Surabaya. Padahal, di tempat aslinya, pohon ini tumbuh di hutan dengan suhu sekitar 19-25 derajat celcius.Menar...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Senin, 13 Juli 2020 23:23 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Rabu, 15 Juli 2020 12:17 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...