Rabu, 22 Mei 2019 18:44

Pernyataan Sikap JKSN: Jangan Mendelegitimasi KPU

Minggu, 21 April 2019 00:57 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Didi Rosadi
Pernyataan Sikap JKSN: Jangan Mendelegitimasi KPU
JKSN menggelar jumpa pers di Posko menyikapi perkembangan situasi pasca Pilpres. foto: DIDI ROSADI/ BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) mengimbau masyarakat tidak cepat percaya terhadap klaim kemenangan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Pernyataan itu disampaikan Ketua Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN), KH. M. Roziqi,

Selain itu, JKSN juga meminta kepada seluruh pihak tidak membuat berita-berita hoax untuk membentuk opini kebenaran. Apalagi mendelegitimasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan tuduhan curang. Karena KPU adalah lembaga independen yang kinerjanya diawasi oleh Dewan Kehormatan Penyelengagara Pemilu (DKPP) serta lembaga pemantau asing.

Roziqi melihat saat ini banyak informasi terutama di media sosial yang berisi klaim sepihak kemenangan dari kubu paslon tertentu. Padahal, proses penghitungan suara masih berlangsung secara manual yang nantinya direkapitulasi secara berjenjang hingga ke tingkat nasional.

"Jangan percaya info-info hoax. Kalau ada yang mengatakan Jokowi kalah, jangan dijadikan pembenaran. Kita semua harus tabayun. Hanya KPU institusi yang berhak menetapkan paslon pemenang pilpres," kata Kiai Roziqi kepada wartawan di Posko JKSN, Surabaya, Sabtu (20/4).

Roziqi melanjutkan, kalau mengacu hasil quick count beberapa lembaga survei, pasangan capres-cawapres, Jokowi-KH Ma'ruf Amin unggul di kisaran 10 persen. Maka pasangan nomor urut 01 dinyatakan sebagai pemenang. Namun, JKSN tidak serta mengakui kemenangan hitung cepat itu sudah resmi.

"Kami masih munggu keputusan KPU. Bahwa KPU adalah penyelenggara pemilu yang harus dihormati. Kalau sudah ada keputusan resmi KPU, maka harus percaya," jelasnya.

Karena itu, Roziqi meminta para relawan JKSN untuk sama-sama ikut mengawal perolehan suara pilpres ini. "Mari semua bersatu dan sama-sama melihat ke depan," ucapnya.

Hal senada dikatakan Sekjen JKSN, KH. Zahrul Azhar As'ad. Salah satu pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang itu mempercayai karya ilmiah. Termasuk Quick Count yang berbasis ilmiah yang dilakukan oleh lembaga survei kredibel.

"Hasil ilmiah ini sudah teruji di setiap Pemilu, tak akan jauh beda dengan KPU. Kami minta masyarakat hargai apapun keputusan KPU. Jangan ada yang mendelegitimasi KPU. Jika ada orang yang mendelegitimasi KPU, maka itu bukan dari kubu Jokowi-Ma'ruf, Amin," papar pria yang akrab disapa Gus Hans itu. (mdr/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Sabtu, 18 Mei 2019 12:13 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag41. Walaqad sharrafnaa fii haadzaa alqur-aani liyadzdzakkaruu wamaa yaziiduhum illaa nufuuraanDan sungguh, dalam Al-Qur'an ini telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan), agar mereka selalu ingat. Tetapi (p...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...