Senin, 19 Agustus 2019 13:36

Pernyataan Sikap JKSN: Jangan Mendelegitimasi KPU

Minggu, 21 April 2019 00:57 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Didi Rosadi
Pernyataan Sikap JKSN: Jangan Mendelegitimasi KPU
JKSN menggelar jumpa pers di Posko menyikapi perkembangan situasi pasca Pilpres. foto: DIDI ROSADI/ BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) mengimbau masyarakat tidak cepat percaya terhadap klaim kemenangan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Pernyataan itu disampaikan Ketua Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN), KH. M. Roziqi,

Selain itu, JKSN juga meminta kepada seluruh pihak tidak membuat berita-berita hoax untuk membentuk opini kebenaran. Apalagi mendelegitimasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan tuduhan curang. Karena KPU adalah lembaga independen yang kinerjanya diawasi oleh Dewan Kehormatan Penyelengagara Pemilu (DKPP) serta lembaga pemantau asing.

Roziqi melihat saat ini banyak informasi terutama di media sosial yang berisi klaim sepihak kemenangan dari kubu paslon tertentu. Padahal, proses penghitungan suara masih berlangsung secara manual yang nantinya direkapitulasi secara berjenjang hingga ke tingkat nasional.

"Jangan percaya info-info hoax. Kalau ada yang mengatakan Jokowi kalah, jangan dijadikan pembenaran. Kita semua harus tabayun. Hanya KPU institusi yang berhak menetapkan paslon pemenang pilpres," kata Kiai Roziqi kepada wartawan di Posko JKSN, Surabaya, Sabtu (20/4).

Roziqi melanjutkan, kalau mengacu hasil quick count beberapa lembaga survei, pasangan capres-cawapres, Jokowi-KH Ma'ruf Amin unggul di kisaran 10 persen. Maka pasangan nomor urut 01 dinyatakan sebagai pemenang. Namun, JKSN tidak serta mengakui kemenangan hitung cepat itu sudah resmi.

"Kami masih munggu keputusan KPU. Bahwa KPU adalah penyelenggara pemilu yang harus dihormati. Kalau sudah ada keputusan resmi KPU, maka harus percaya," jelasnya.

Karena itu, Roziqi meminta para relawan JKSN untuk sama-sama ikut mengawal perolehan suara pilpres ini. "Mari semua bersatu dan sama-sama melihat ke depan," ucapnya.

Hal senada dikatakan Sekjen JKSN, KH. Zahrul Azhar As'ad. Salah satu pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang itu mempercayai karya ilmiah. Termasuk Quick Count yang berbasis ilmiah yang dilakukan oleh lembaga survei kredibel.

"Hasil ilmiah ini sudah teruji di setiap Pemilu, tak akan jauh beda dengan KPU. Kami minta masyarakat hargai apapun keputusan KPU. Jangan ada yang mendelegitimasi KPU. Jika ada orang yang mendelegitimasi KPU, maka itu bukan dari kubu Jokowi-Ma'ruf, Amin," papar pria yang akrab disapa Gus Hans itu. (mdr/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...