Minggu, 26 Mei 2019 18:55

BKNU Gandeng UTM Kembangkan Kawasan Ekonomi Khusus Garam di Madura

Senin, 08 April 2019 21:52 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Fauzi
BKNU Gandeng UTM Kembangkan Kawasan Ekonomi Khusus Garam di Madura
Wakil Gubenur Jatim Dr.Emil Elistianto Dardak foto bersama.

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Badan Kemaritiman Nahdatul Ulama (BKNU) Jatim meneken kerja sama dengan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dalam rangka pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Garam di Madura, Senin (8/4).

Penandatanganan kerja sama Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Garam itu dihadiri Wakil Gubenur Jatim Dr. Emil Dardak sebagai keynote speaker, bertempat di Gedung Direktorat Lt. 10 UTM.

Turut hadir juga Ketua BRSDM KKP Prof Sjarief Widjaja, Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim Abdul Wahid Mahfudz, Bakorwil Madura, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim, Perwakilan Bupati se-Madura, Ketua PCNU se-Madura, serta Asosiasi Petambak Garam Nusantara (Aspegnu). 

Wakil Gubernur Jatim Dr. Emil Elistianto Dardak mengapresiasi kerja sama antara BKNU dan UTM dalam rangka meningkatkan produksi dan kualitas garam yang ada di Pulau Madura. Ia berharap kerja sama itu memberikan manfaat, salah satunya bagaimana mengatasi kerentanan terhadap kondisi cuaca.

"Yaitu dengan beberapa teknologi seperti flow down teknologi yang sedang diuji coba di tambak milik UTM di Kabupaten Pamekasan," kata Emil.

Dalam kesempatan itu, Emil juga meminta agar BKNU dan UTM mencoba menerapkan teknologi yang terbaru agar kualitas garam Madura NaCl di atas 95%. Bukan hanya sebatas komsumsi, tapi bisa masuk ke Industri sebagaimana UTM kerja sama dengan Jepang.

Terkait dengan impor garam, menurutnya butuh peran semua pihak termasuk elemen NU dan jaringannya melakukan pengawasan bottom-up dari masyarakat.

Sementara Rektor Trunojoyo Madura (UTM) Dr. Syarif mengatakan, kerja sama ini sangat strategis bagi UTM, baik pengembangan teknologinya atau pun bisnisnya. "Oleh karena itu, UTM membangun link permanen dengan Perguruan Tinggi (PT), masyarakat, pemerintah, media, dan komunitas," kata Syarif.

Saat ini, kata Syarif, inovasi garam yang berhasil dikembangkan oleh UTM antara lain garam pangan seperti garam kesehatan, rumput laut, kelor, serta garam lifestyle, dan industri.

"Maka untuk kepentingan inovasi pada 11 Juni 2018 UTM inisiasi pembukaan tambak garam yang ada di Pamekasan," ujar Rektor. (uzi/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Minggu, 26 Mei 2019 13:06 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag42. qul law kaana ma’ahu aalihatun kamaa yaquuluuna idzan laibtaghaw ilaa dzii al’arsyi sabiilaanKatakanlah (Muhammad), “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-t...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...