Rabu, 24 Juli 2019 01:38

BKNU Gandeng UTM Kembangkan Kawasan Ekonomi Khusus Garam di Madura

Senin, 08 April 2019 21:52 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Fauzi
BKNU Gandeng UTM Kembangkan Kawasan Ekonomi Khusus Garam di Madura
Wakil Gubenur Jatim Dr.Emil Elistianto Dardak foto bersama.

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Badan Kemaritiman Nahdatul Ulama (BKNU) Jatim meneken kerja sama dengan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dalam rangka pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Garam di Madura, Senin (8/4).

Penandatanganan kerja sama Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Garam itu dihadiri Wakil Gubenur Jatim Dr. Emil Dardak sebagai keynote speaker, bertempat di Gedung Direktorat Lt. 10 UTM.

Turut hadir juga Ketua BRSDM KKP Prof Sjarief Widjaja, Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim Abdul Wahid Mahfudz, Bakorwil Madura, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim, Perwakilan Bupati se-Madura, Ketua PCNU se-Madura, serta Asosiasi Petambak Garam Nusantara (Aspegnu). 

Wakil Gubernur Jatim Dr. Emil Elistianto Dardak mengapresiasi kerja sama antara BKNU dan UTM dalam rangka meningkatkan produksi dan kualitas garam yang ada di Pulau Madura. Ia berharap kerja sama itu memberikan manfaat, salah satunya bagaimana mengatasi kerentanan terhadap kondisi cuaca.

"Yaitu dengan beberapa teknologi seperti flow down teknologi yang sedang diuji coba di tambak milik UTM di Kabupaten Pamekasan," kata Emil.

Dalam kesempatan itu, Emil juga meminta agar BKNU dan UTM mencoba menerapkan teknologi yang terbaru agar kualitas garam Madura NaCl di atas 95%. Bukan hanya sebatas komsumsi, tapi bisa masuk ke Industri sebagaimana UTM kerja sama dengan Jepang.

Terkait dengan impor garam, menurutnya butuh peran semua pihak termasuk elemen NU dan jaringannya melakukan pengawasan bottom-up dari masyarakat.

Sementara Rektor Trunojoyo Madura (UTM) Dr. Syarif mengatakan, kerja sama ini sangat strategis bagi UTM, baik pengembangan teknologinya atau pun bisnisnya. "Oleh karena itu, UTM membangun link permanen dengan Perguruan Tinggi (PT), masyarakat, pemerintah, media, dan komunitas," kata Syarif.

Saat ini, kata Syarif, inovasi garam yang berhasil dikembangkan oleh UTM antara lain garam pangan seperti garam kesehatan, rumput laut, kelor, serta garam lifestyle, dan industri.

"Maka untuk kepentingan inovasi pada 11 Juni 2018 UTM inisiasi pembukaan tambak garam yang ada di Pamekasan," ujar Rektor. (uzi/ian)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...