Selasa, 18 Juni 2019 06:22

Tiga Kali Masuk Bui, Warga Semanding Tuban Ini Nekat Produksi Arak Lagi

Selasa, 02 April 2019 16:56 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Gunawan Wihandono
Tiga Kali Masuk Bui, Warga Semanding Tuban Ini Nekat Produksi Arak Lagi
Pelaku saat ditangkap petugas berikut barang bukti berbotol-botol minuman arak.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Tak kapok, itulah istilah yang pantas disematkan kepada Suwarno (50), warga Dusun Kiringan, Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Pasalnya, meski telah berulang kali dijebloskan ke penjara, pria paruh baya ini tetap mengulangi perbuatannya memproduksi minuman keras jenis arak jawa.

Tak tanggung-tanggung, miras rumahan yang diproduksinya mampu menghasilkan sekitar 400 liter dalam sehari. Hasil produksinya pun tak hanya diedarkan di wilayah Bumi Wali (sebutan lain Tuban) saja, namun sudah sampai keluar kota seperti Surabaya.

"Pelaku ini sudah lebih dari tiga kali masuk penjara," ujar Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono kepada BANGSAONLINE.com, Selasa (2/4).

Polisi berpangkat dua melati di pundak itu mengatakan, pelaku tidak pernah kapok memproduksi miras karena tergiur untung besar yang mereka dapatkan dari bisnis haram tersebut. Namun, pihaknya juga tidak akan lelah untuk menangkap produsen arak, karena dapat merusak generasi muda di Kabupaten Tuban.

"Tahun ini Tuban bersih dari arak akan kami buktikan," imbuhnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat jika di lingkungannya terdapat rumah produksi arak untuk tidak segan-segan melaporkan kepada petugas.

Sementara Bupati Tuban, H. Fathul Huda mengapresiasi langkah yang dilakukan pihak kepolisian bersama jajarannya. Menurutnya, para pelaku produsen arak harus diberikan sanksi yang berat untuk memberi efek jera.

"Jangan coba-coba memproduksi arak di Bumi Wali ini," pesan Bupati.

Dirinya meminta masyarakat tak memberikan toleransi terhadap pelaku produsen miras. Bahkan, pihanya berjanji akan memberikan apresiasi bagi warga yang bersedia melapor keberadaan produsen miras.

"Bentuknya apresiasi ini nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan. Sebagi wujud terima kasih kami kepada masyarakat yang telah mau lapor," pungkasnya.

Adapun barang bukti di antaranya 3 buah panci besar, tiga buah tungku kompor, 10 buah tabung LPG 3 kg, baceman sebanyak 3.200 liter, dan 30 liter arak siap edar.

Akibat perbuatan yang dilakukan, pelaku dijerat dengan Pasal 204 KUHP dan atau Pasal 136 Jo Pasal 75 ayat (1) UU RI Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. (gun/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Minggu, 09 Juni 2019 23:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag53. Waqul li’ibaadii yaquuluu allatii hiya ahsanu inna alsysyaythaana yanzaghu baynahum inna alsysyaythaana kaana lil-insaani ‘aduwwan mubiinaan.Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengu...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Sabtu, 08 Juni 2019 16:07 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...