Sabtu, 04 Juli 2020 11:48

Tiga Kali Masuk Bui, Warga Semanding Tuban Ini Nekat Produksi Arak Lagi

Selasa, 02 April 2019 16:56 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Gunawan Wihandono
Tiga Kali Masuk Bui, Warga Semanding Tuban Ini Nekat Produksi Arak Lagi
Pelaku saat ditangkap petugas berikut barang bukti berbotol-botol minuman arak.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Tak kapok, itulah istilah yang pantas disematkan kepada Suwarno (50), warga Dusun Kiringan, Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Pasalnya, meski telah berulang kali dijebloskan ke penjara, pria paruh baya ini tetap mengulangi perbuatannya memproduksi minuman keras jenis arak jawa.

Tak tanggung-tanggung, miras rumahan yang diproduksinya mampu menghasilkan sekitar 400 liter dalam sehari. Hasil produksinya pun tak hanya diedarkan di wilayah Bumi Wali (sebutan lain Tuban) saja, namun sudah sampai keluar kota seperti Surabaya.

"Pelaku ini sudah lebih dari tiga kali masuk penjara," ujar Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono kepada BANGSAONLINE.com, Selasa (2/4).

Polisi berpangkat dua melati di pundak itu mengatakan, pelaku tidak pernah kapok memproduksi miras karena tergiur untung besar yang mereka dapatkan dari bisnis haram tersebut. Namun, pihaknya juga tidak akan lelah untuk menangkap produsen arak, karena dapat merusak generasi muda di Kabupaten Tuban.

"Tahun ini Tuban bersih dari arak akan kami buktikan," imbuhnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat jika di lingkungannya terdapat rumah produksi arak untuk tidak segan-segan melaporkan kepada petugas.

Sementara Bupati Tuban, H. Fathul Huda mengapresiasi langkah yang dilakukan pihak kepolisian bersama jajarannya. Menurutnya, para pelaku produsen arak harus diberikan sanksi yang berat untuk memberi efek jera.

"Jangan coba-coba memproduksi arak di Bumi Wali ini," pesan Bupati.

Dirinya meminta masyarakat tak memberikan toleransi terhadap pelaku produsen miras. Bahkan, pihanya berjanji akan memberikan apresiasi bagi warga yang bersedia melapor keberadaan produsen miras.

"Bentuknya apresiasi ini nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan. Sebagi wujud terima kasih kami kepada masyarakat yang telah mau lapor," pungkasnya.

Adapun barang bukti di antaranya 3 buah panci besar, tiga buah tungku kompor, 10 buah tabung LPG 3 kg, baceman sebanyak 3.200 liter, dan 30 liter arak siap edar.

Akibat perbuatan yang dilakukan, pelaku dijerat dengan Pasal 204 KUHP dan atau Pasal 136 Jo Pasal 75 ayat (1) UU RI Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. (gun/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Rabu, 01 Juli 2020 18:44 WIB
Oleh Fandi Akhmad Yani (Gus Yani)*Kring... Kring.. Kring.. "Hallo Pak Ketua". Terdengar suara lirih dari depan kantor DPRD Gresik saat saya keluar dari kantor. Adalah Mbah Amang Genggong. Sudah menjadi kebiasaannya setiap kali melintas di depan ged...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Jumat, 03 Juli 2020 22:23 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...