Selasa, 18 Juni 2019 18:44

Isu Kemiskinan dan Lingkungan di Gresik Jadi Perhatian di Musrenbang

Kamis, 21 Maret 2019 16:00 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Isu Kemiskinan dan Lingkungan di Gresik Jadi Perhatian di Musrenbang
Bupati Sambari menerima buku dari Prof. Suparto Wijoyo yang menjadi pemateri dalam Musrenbang RKPD 2020.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Masih tingginya angka kemiskinan dan banyaknya kerusakan lingkungan pasca tambang di Kabupaten Gresik menjadi perhatian serius Bupati Sambari Halim Radianto dan narasumber dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) 2020, di Lt. IV ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Pemkab Gresik, Kamis (21/3).

Dua isu ini sangat rasional menjadi topik hangat. Mengingat, jumlah kemiskinan di kota bertabur ribuan industri ini angkanya masih bertengger di posisi 11,75- 12,75-persen di tahun 2019.

Sementara isu kerusakaan lingkungan di Gresik seperti eks tambang sudah lama menjadi perbincangan hangat dan telah banyak menelan korban jiwa. Namun, hingga sekarang belum ada tindakan konkret untuk mengatasi kerurasakan alam ini.

Pakar Lingkungan dari Unair Prof. Suparto Wijoyo di hadapan ratusan peserta Musrenbang RKPD 2020 menyatakan masyarakat Gresik terbilang masyarakat paling sabar. "Mengapa? Berpuluh-puluh tahun wilayahnya ditambang sehingga rusak dan tak direklamasi, namun diam saja," cetusnya.

Padahal, kasus ini sudah diatur dalam Undang-Undang. "Jadi pihak yang melakukan tambang itu wajib lakukan reklamasi. Itu jelas diatur dalam Undang-Undang yang mengatur tentang lingkungan. Pelanggarnya bisa dijerat. Tak perlu menunggu peraturan daerah (Perda)," paparnya.

Nah, kalau ada perusahaan yang melakukan tambang namun setelah tambang/pasca tambang tak melakukan reklamasi, maka perusahaan tersebut masuk kategori kejahatan ekologi. "Bisa dilaporkan perusahannya. Tapi lagi-lagi saya katakan orang Gresik ini sabar-sabar," katanya.

Seharusnya, tambah Prof. Suparto, pemerintah daerah bisa meminta ke pemerintah pusat untuk menindak perusahaan-perusahaan yang melakukan penambangan, namun tak melakukan reklamasi. Sebab, sebelum melakukan penambangan, perusahaan-perusahan tersebut harus menyiapkan jaminan reklamasi (Jamrek). "Ada itu Jamrek. Dana itu bisa dibuat untuk reklamasi," terangnya.

Di Kabupaten Gresik hingga saat ini bertebaran puluhan hingga ratusan eks tambang membahayakan. Tambang-tambang itu telah banyak menelan korban. Banyak masyarakat yang tenggelam dan meninggal di eks tambang yang penuh dengan air, umumnya anak-anak.

Pada kesempatan ini, Suparto juga menanggapi program Gresik sebagai kota cerdas yang layak huni seperti tagline yang dimunculkan dalam Musrenbang tahun ini. Diharapkan, ke depan tidak ada lagi masyarakat Gresik yang mempunyai kandungan logam berat di atas 5 mg/liter.

"Kalau dites laboratorium masih ada masyarakat Gresik yang kandungan logam beratnya di atas ambang yang telah ditentukan WHO dan masih banyak yang mengalami kesakitan, maka ada yang salah dalam pengelolaan lingkungannya, " katanya.

Ia mengususlkan agar ke depan Pemkab Gresik membangun septic tank terpadu di setiap komunitas perumahan. "Tidak ada salahnya misalkan dana corporate social responbility (CSR) perusahaan yang ada di Gresik membiayai pembangunan septic tank terpadu tersebut. Agar tidak mengganggu APBD. Ini sangat mungkin karena dengan septick tank terpadu maka kebersihan lingkungan lebih terjaga," sarannya.

Di akhir paparannya, Suparto Wijoyo menghadiahkan buku berjudul You Tomorrow kepada Bupati Gresik.

Sementara Bupati Sambari mengucapkan banyak terima kasih atas masukan peserta dalam Musrenbang Rencana RKPD 2020. "Masukan ini sebagai bahan kami dalam menjalankan program dan pembangunan," katanya. "Musrenbang ini juga merupakan agenda yang sangat penting. Saya minta agar kegiatan yang hanya dilaksanakan setahun sekali ini harus dihadiri oleh pimpinan OPD langsung, tidak boleh diwakilkan," sambungnya.

Ia juga menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak masyarakat. Sebab, selama ini pembangunan di Kabupaten Gresik sudah berjalan on the track meskipun belum optimal. "Kegiatan di tingkat kabupaten ini merupakan rangkaian yang dimulai dari musrenbang di tingkat desa dan kecamatan. Jadi Musrenbang ini adalah penyempurnaan RKPD 2020 dengan mengintegrasikan rencana kerja atau usulan pembangunan dari berbagai kelompok masyarakat," pungkasnya. (hud/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Minggu, 09 Juni 2019 23:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag53. Waqul li’ibaadii yaquuluu allatii hiya ahsanu inna alsysyaythaana yanzaghu baynahum inna alsysyaythaana kaana lil-insaani ‘aduwwan mubiinaan.Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengu...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Sabtu, 08 Juni 2019 16:07 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...