Senin, 27 Mei 2019 02:59

Gara-gara Suami Ikut Aliran Kiamat, Istri Minta cerai

Jumat, 15 Maret 2019 17:36 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muhammad Hatta
Gara-gara Suami Ikut Aliran Kiamat, Istri Minta cerai
Rini (baju hijau), warga Kecamatan Umbulsari yang meminta cerai suaminya.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Gara-gara suaminya menjadi anggota Jamaah Jamiyah Musa AS, Rini warga Dusun Gumukgadung, Desa Sumberejo, Kecamatan Umbulsari, minta diceraikan. Menurutnya ajaran agama yang dianut suaminya, Misno, melenceng dari kaidah. Bahkan yang membuat kekecewaannya memuncak, anak semata wayangnya Pandi (26), yang baru pulang kerja dari Bali juga langsung diajak untuk mengikuti aliran agama tersebut.

"Saya pasrah dunia habis (harta benda, red), pokok suami dan anak pulang. Tapi kalau terus bertahan, saya minta cerai," ujar Rini dengan emosi saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (15/3)

Wajar saja emosi Rini memuncak. Pasalnya, harta bendanya habis dijual oleh suaminya dengan harga murah demi bisa ikut eksodus ke Malang.  Selain itu, sikap dan perilaku suaminya berubah sejak dibaiat oleh Ustaz Mudasir.

"Habis dibaiat, ada perubahan terhadap perilaku suami saya. Bahkan sawah saya sampai digadaikan ke tetangga sebesar Rp 10 juta. Dan, hasil dari gadai dibuat biaya berangkat ke Malang," ungkapnya.

Dengan adanya persoalan ini, Rini berharap suami dan warga lainnya yang ikut berangkat ke Malang agar segera pulang .

"Yang membuat saya kecewa, anak saya semata wayang oleh suami diajak juga ke Malang. Padahal anak saya baru saja pulang dari Bali. Saya berharap semua kembali normal. Kehidupan keluarga kami menjadi baik," tuturnya berharap.

Lebih jauh diketahui, saat ini warga yang menjadi pengikut Jemaah Jamiyah Sholawat Musa AS bertambah. Berdasarkan data yang dihimpun kantor Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, warga yang menjadi pengikut total menjadi 23 orang, dari yang sebelumnya 15 orang. Jemaah tersebut terpusat di Dusun Gumukgadung, Desa Sumberejo.

Terkait hal ini, Camat Umbulsari Firaz Chalid mengatakan akan segera memanggil tokoh jemaah Jamiyah Sholawat Musa AS, Ustaz Mudasir. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk meminimalisir keresahan warga.

"Akan kami mintai keterangan dan klarifikasi terkait kegiatan agama yang dilakukannya," Firaz Chalid saat dikonfirmasi wartawan.

Namun menurut pengamatan Firaz, sejauh ini kegiatan yang dilakukan jemaah tersebut masih normal karena dzikir dan salawat yang dilakukan juga sama seperti pada umumnya. "Kami menghargai perbedaaan agama. Kenapa terkait hal ini menjadi viral? Karena kegiatan (agamanya) tertutup, dan meresahkan," katanya.

Sehingga sebagai langkah antisipasi, nantinya akan dilakukan pendekatan ke tokoh jemaah tersebut. "Akan kami dekati, dan komunikasikan. Kami minta agar lebih terbuka dan mungkin bisa kembali ke ajaran yang benar," katanya.

Ditanya kenapa ajaran tersebut bisa menyebar, Firaz menduga jika dakwahnya dilakukan dengan cara pendekatan dari rumah ke rumah. "Secara door to door, jadi mendekati langsung, dan biasanya ada baiat yang dilakukan. Tetapi kita akan perhatikan agar tidak menyebar yang tidak-tidak," tandasnya. (jbr1/yud/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Minggu, 26 Mei 2019 13:06 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag42. qul law kaana ma’ahu aalihatun kamaa yaquuluuna idzan laibtaghaw ilaa dzii al’arsyi sabiilaanKatakanlah (Muhammad), “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-t...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...