Senin, 19 Agustus 2019 17:59

Gara-gara Suami Ikut Aliran Kiamat, Istri Minta cerai

Jumat, 15 Maret 2019 17:36 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muhammad Hatta
Gara-gara Suami Ikut Aliran Kiamat, Istri Minta cerai
Rini (baju hijau), warga Kecamatan Umbulsari yang meminta cerai suaminya.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Gara-gara suaminya menjadi anggota Jamaah Jamiyah Musa AS, Rini warga Dusun Gumukgadung, Desa Sumberejo, Kecamatan Umbulsari, minta diceraikan. Menurutnya ajaran agama yang dianut suaminya, Misno, melenceng dari kaidah. Bahkan yang membuat kekecewaannya memuncak, anak semata wayangnya Pandi (26), yang baru pulang kerja dari Bali juga langsung diajak untuk mengikuti aliran agama tersebut.

"Saya pasrah dunia habis (harta benda, red), pokok suami dan anak pulang. Tapi kalau terus bertahan, saya minta cerai," ujar Rini dengan emosi saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (15/3)

Wajar saja emosi Rini memuncak. Pasalnya, harta bendanya habis dijual oleh suaminya dengan harga murah demi bisa ikut eksodus ke Malang.  Selain itu, sikap dan perilaku suaminya berubah sejak dibaiat oleh Ustaz Mudasir.

"Habis dibaiat, ada perubahan terhadap perilaku suami saya. Bahkan sawah saya sampai digadaikan ke tetangga sebesar Rp 10 juta. Dan, hasil dari gadai dibuat biaya berangkat ke Malang," ungkapnya.

Dengan adanya persoalan ini, Rini berharap suami dan warga lainnya yang ikut berangkat ke Malang agar segera pulang .

"Yang membuat saya kecewa, anak saya semata wayang oleh suami diajak juga ke Malang. Padahal anak saya baru saja pulang dari Bali. Saya berharap semua kembali normal. Kehidupan keluarga kami menjadi baik," tuturnya berharap.

Lebih jauh diketahui, saat ini warga yang menjadi pengikut Jemaah Jamiyah Sholawat Musa AS bertambah. Berdasarkan data yang dihimpun kantor Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, warga yang menjadi pengikut total menjadi 23 orang, dari yang sebelumnya 15 orang. Jemaah tersebut terpusat di Dusun Gumukgadung, Desa Sumberejo.

Terkait hal ini, Camat Umbulsari Firaz Chalid mengatakan akan segera memanggil tokoh jemaah Jamiyah Sholawat Musa AS, Ustaz Mudasir. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk meminimalisir keresahan warga.

"Akan kami mintai keterangan dan klarifikasi terkait kegiatan agama yang dilakukannya," Firaz Chalid saat dikonfirmasi wartawan.

Namun menurut pengamatan Firaz, sejauh ini kegiatan yang dilakukan jemaah tersebut masih normal karena dzikir dan salawat yang dilakukan juga sama seperti pada umumnya. "Kami menghargai perbedaaan agama. Kenapa terkait hal ini menjadi viral? Karena kegiatan (agamanya) tertutup, dan meresahkan," katanya.

Sehingga sebagai langkah antisipasi, nantinya akan dilakukan pendekatan ke tokoh jemaah tersebut. "Akan kami dekati, dan komunikasikan. Kami minta agar lebih terbuka dan mungkin bisa kembali ke ajaran yang benar," katanya.

Ditanya kenapa ajaran tersebut bisa menyebar, Firaz menduga jika dakwahnya dilakukan dengan cara pendekatan dari rumah ke rumah. "Secara door to door, jadi mendekati langsung, dan biasanya ada baiat yang dilakukan. Tetapi kita akan perhatikan agar tidak menyebar yang tidak-tidak," tandasnya. (jbr1/yud/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...