Senin, 25 Maret 2019 17:52

Isu Kiamat Rambah Jember, 8 KK Eksodus ke Kasembon Malang

Jumat, 15 Maret 2019 10:37 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Yudi Indrawan
Isu Kiamat Rambah Jember, 8 KK Eksodus ke Kasembon Malang

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Sekitar 15 warga yang terdiri dari 8 kepala keluarga (KK) yang berada di wilayah Dusun Sumberejo, Desa/Kecamatan Umbulsari, dan Desa Gunungsari, eksodus ke Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Falahil Mubtadin di Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang.

Sebelum berangkat eksodus, belasan warga itu menjual harta benda miliknya karena merasa tidak bermanfaat ketika kiamat akan datang pada tahun 2019 ini. Bahkan mereka akan mondok di ponpes tersebut untuk mencari perlindungan dan menetap di sana selama kurang lebih selama 90 hari atau 3 bulan.

Berdasarkan informasi warga, tokoh masyarakat yang mengajak sekitar 15 warga itu untuk eksodus ke Malang, diketahui bernama Ustaz Mudasir.

Menurut Kades Umbulsari Fauzi, sebelumnya belasan warga itu diajak ustaz Mudasir ikut dalam Jamiyah Sholawat Musa AS. Di mana kegiatan aliran tersebut sudah berjalan 2 tahunan.

"Kemudian muncul desas desus akan ada kiamat di tahun 2019. Saya bisa bicara, karena ada salah satu saudara saya ikut dalam aliran itu. Saudara saya itu telah menjual tanah miliknya. Menurut mereka harta dan tanah tidak berguna lagi jika kiamat," kata Fauzi saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (15/3).

Namun, kata Fauzi, ada hal yang sangat ganjil. Pasalnya uang hasil penjualan tanah malah digunakan untuk membeli mobil. "Mereka telah pamit ke saudara-saudara yang ada di desa, sudah dapat hari mereka meningalkan desa yang katanya mau pergi ke Malang," terang dia.

(Kepala Desa Umbulsari Fauzi (paling kiri) sedang memberikan pengarahan kepada 8 warganya yang akan eksodus ke Malang)

Lebih lanjut, Fauzi juga menyampaikan, terkait sosok ustaz Mudasir yang mengajak belasan warga untuk ikut Jamiyah Sholawat Musa AS. Ustaz Mudasir oleh warga desa dikenal sebagai orang yang bersosok agamis kuat.

"Tapi saat saya mencari tahu tentang apa yang diajarkan aliran itu, antara jamaah satu dengan lainnya memiliki pemahaman berbeda. Aneh memang. Seperti alasan saudara saya tidak bekerja, dan menjual tanah karena kiamat, pengikut lainnya bilang, salah tafsir," terang dia.

Namun meski demikian, mereka pengikut jamaah itu tetap berangkat ke Malang.

"Bahkan tanpa kabar, dan mengajak keluarganya. Ada warga saya yang bernama Bu Rini, dia sampai diancam akan dicerai oleh suaminya jika tidak mau ikut. Dan dari hasil penjualan tanah sebesar Rp 80 juta, Rp 3 juta untuk urus cerai," kata dia. (jbr1/yud/ns )

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 19 Februari 2019 16:59 WIB
BANGSAONLINE.com - Februari udah mau abis aja nih... Saygon Waterpark punya banyak banget promo menarik buat kalian di bulan Februari ini. Ayo... jangan sampai ketinggalan ya...1. Romantic Moment, Berdua Lebih HematBuat kalian yang dateng berdua sama...
H. Suparto Wijoyo
Rabu, 20 Maret 2019 10:57 WIB
Oleh: H. Suparto Wijoyo*PAPUA menghadirkan duka pada saat yang nyaris setarikan nafas panjang atas tragedi yang menimpa Jamaah shalat Jumat di Masjid An Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat 15 Maret 2019. 49 orang tewas akibat pemberondongan...
Sabtu, 23 Maret 2019 12:18 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag29. Walaa taj’al yadaka maghluulatan ilaa ‘unuqika walaa tabsuthhaa kulla albasthi fataq’uda maluuman mahsuuraanDan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengul...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...