Senin, 27 Mei 2019 03:06

Isu Kiamat Rambah Jember, 8 KK Eksodus ke Kasembon Malang

Jumat, 15 Maret 2019 10:37 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Yudi Indrawan
Isu Kiamat Rambah Jember, 8 KK Eksodus ke Kasembon Malang

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Sekitar 15 warga yang terdiri dari 8 kepala keluarga (KK) yang berada di wilayah Dusun Sumberejo, Desa/Kecamatan Umbulsari, dan Desa Gunungsari, eksodus ke Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Falahil Mubtadin di Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang.

Sebelum berangkat eksodus, belasan warga itu menjual harta benda miliknya karena merasa tidak bermanfaat ketika kiamat akan datang pada tahun 2019 ini. Bahkan mereka akan mondok di ponpes tersebut untuk mencari perlindungan dan menetap di sana selama kurang lebih selama 90 hari atau 3 bulan.

Berdasarkan informasi warga, tokoh masyarakat yang mengajak sekitar 15 warga itu untuk eksodus ke Malang, diketahui bernama Ustaz Mudasir.

Menurut Kades Umbulsari Fauzi, sebelumnya belasan warga itu diajak ustaz Mudasir ikut dalam Jamiyah Sholawat Musa AS. Di mana kegiatan aliran tersebut sudah berjalan 2 tahunan.

"Kemudian muncul desas desus akan ada kiamat di tahun 2019. Saya bisa bicara, karena ada salah satu saudara saya ikut dalam aliran itu. Saudara saya itu telah menjual tanah miliknya. Menurut mereka harta dan tanah tidak berguna lagi jika kiamat," kata Fauzi saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (15/3).

Namun, kata Fauzi, ada hal yang sangat ganjil. Pasalnya uang hasil penjualan tanah malah digunakan untuk membeli mobil. "Mereka telah pamit ke saudara-saudara yang ada di desa, sudah dapat hari mereka meningalkan desa yang katanya mau pergi ke Malang," terang dia.

(Kepala Desa Umbulsari Fauzi (paling kiri) sedang memberikan pengarahan kepada 8 warganya yang akan eksodus ke Malang)

Lebih lanjut, Fauzi juga menyampaikan, terkait sosok ustaz Mudasir yang mengajak belasan warga untuk ikut Jamiyah Sholawat Musa AS. Ustaz Mudasir oleh warga desa dikenal sebagai orang yang bersosok agamis kuat.

"Tapi saat saya mencari tahu tentang apa yang diajarkan aliran itu, antara jamaah satu dengan lainnya memiliki pemahaman berbeda. Aneh memang. Seperti alasan saudara saya tidak bekerja, dan menjual tanah karena kiamat, pengikut lainnya bilang, salah tafsir," terang dia.

Namun meski demikian, mereka pengikut jamaah itu tetap berangkat ke Malang.

"Bahkan tanpa kabar, dan mengajak keluarganya. Ada warga saya yang bernama Bu Rini, dia sampai diancam akan dicerai oleh suaminya jika tidak mau ikut. Dan dari hasil penjualan tanah sebesar Rp 80 juta, Rp 3 juta untuk urus cerai," kata dia. (jbr1/yud/ns )

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Minggu, 26 Mei 2019 13:06 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag42. qul law kaana ma’ahu aalihatun kamaa yaquuluuna idzan laibtaghaw ilaa dzii al’arsyi sabiilaanKatakanlah (Muhammad), “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-t...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...