Senin, 20 Mei 2019 22:50

Tafsir Al-Isra 28: Memberi Anak Punk Ngamen, Haram?

Rabu, 13 Maret 2019 22:57 WIB
Editor: Redaksi
Wartawan: .
Tafsir Al-Isra 28: Memberi Anak Punk Ngamen, Haram?
Ilustrasi

Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag

28. Wa-immaa tu’ridhanna ‘anhumu ibtighaa-a rahmatin min rabbika tarjuuhaa faqul lahum qawlan maysuuraan

Dan jika engkau berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang lemah lembut.

TAFSIR AKTUAL

Setelah Allah SWT membicarakan larangan memubazirkan barang yang disebutnya sebagai teman syetan, kini Tuhan membicarakan soal memberi atau tidak memberi orang yang meminta kita, tapi kita menduga uang itu akan digunakan untuk kemakisatan atau hal-hal yang tdak baik. Hal ini berkaitan, mengingat memberi uang kepada pelaku maksiat sama halnya dengan memperlancar tindak maksiat. Nah, apakah pemberian tersebut sama dengan tindakan mubazir?

Terhadap pengemis, pengamen, peminta sumbangan yang anda duga bahwa uang tersebut akan digunakan untuk maksiat atau kejahatan, atau anda duga sebagai menipu, seperti oknum yang kelayapan ke kampung-kampung meminta sumbangan untuk masjid ini, yayasan itu, atau anak-anak punk yang mengamen di perempatan lampu merah. Haruskah diberi?

Memang dilematis. Jika kita memberi, kita merasa ikut menyokong kemaksiatan. Hal itu karena dari lahiriahnya, kita punya sangkaan kuat bahwa uang itu dipakai untuk maksiat, untuk beli minuman keras, beli rokok dan lain-lain. Tapi jika kita tidak memberi, maka hati ini terganggu, karena kita punya dan bisa.

Pengemis punya hak diberi, walau dia naik mobil mewah, “Wa lau ja’a ‘ala faras”. Begitu perlindungan agama terhadap pengemis. Tapi perbuatan mengemis juga dicela oleh agama. Artinya, janganlah mengemis. Itu perbutan hina, meskipun halal. Mengemis diperbolehkan jika terpaksa, seperti lumpuh, tidak punya harta untuk hidup dan tidak ada yang menjamin. Tapi yang dimintai janganlah menghina, berilah kalau mau dan jangan berkata-kata buruk.

Jika mau mengubah keadaan menjadi lebih baik, seperti berhenti mengemis dan beralih bekerja yang halal atau tidak menggunakan hasil ngemisnya untuk perbuatan maksiat, maka nasihatilah mereka dengan bahasa yang bagus dan mudah diterima. “faqul lahum qawlan maysuuraan”.

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Jumat, 17 Mei 2019 00:26 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*RAMADHAN memang penuh segalanya secara apik, termasuk berderet karunia dengan segenap undangan berbuka puasa secara bersama-sama. Ini sangat fenomenal bagi saya yang sejak semula berpuasa bukan untuk meminimalisir perbelanjaan...
Sabtu, 18 Mei 2019 12:13 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag41. Walaqad sharrafnaa fii haadzaa alqur-aani liyadzdzakkaruu wamaa yaziiduhum illaa nufuuraanDan sungguh, dalam Al-Qur'an ini telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan), agar mereka selalu ingat. Tetapi (p...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...