Rabu, 27 Mei 2020 00:52

Tafsir Al-Isra 28: Memberi Anak Punk Ngamen, Haram?

Rabu, 13 Maret 2019 22:57 WIB
Editor: Redaksi
Wartawan: .
Tafsir Al-Isra 28: Memberi Anak Punk Ngamen, Haram?
Ilustrasi

Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag

28. Wa-immaa tu’ridhanna ‘anhumu ibtighaa-a rahmatin min rabbika tarjuuhaa faqul lahum qawlan maysuuraan

Dan jika engkau berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang lemah lembut.

TAFSIR AKTUAL

Setelah Allah SWT membicarakan larangan memubazirkan barang yang disebutnya sebagai teman syetan, kini Tuhan membicarakan soal memberi atau tidak memberi orang yang meminta kita, tapi kita menduga uang itu akan digunakan untuk kemakisatan atau hal-hal yang tdak baik. Hal ini berkaitan, mengingat memberi uang kepada pelaku maksiat sama halnya dengan memperlancar tindak maksiat. Nah, apakah pemberian tersebut sama dengan tindakan mubazir?

Terhadap pengemis, pengamen, peminta sumbangan yang anda duga bahwa uang tersebut akan digunakan untuk maksiat atau kejahatan, atau anda duga sebagai menipu, seperti oknum yang kelayapan ke kampung-kampung meminta sumbangan untuk masjid ini, yayasan itu, atau anak-anak punk yang mengamen di perempatan lampu merah. Haruskah diberi?

Memang dilematis. Jika kita memberi, kita merasa ikut menyokong kemaksiatan. Hal itu karena dari lahiriahnya, kita punya sangkaan kuat bahwa uang itu dipakai untuk maksiat, untuk beli minuman keras, beli rokok dan lain-lain. Tapi jika kita tidak memberi, maka hati ini terganggu, karena kita punya dan bisa.

Pengemis punya hak diberi, walau dia naik mobil mewah, “Wa lau ja’a ‘ala faras”. Begitu perlindungan agama terhadap pengemis. Tapi perbuatan mengemis juga dicela oleh agama. Artinya, janganlah mengemis. Itu perbutan hina, meskipun halal. Mengemis diperbolehkan jika terpaksa, seperti lumpuh, tidak punya harta untuk hidup dan tidak ada yang menjamin. Tapi yang dimintai janganlah menghina, berilah kalau mau dan jangan berkata-kata buruk.

Jika mau mengubah keadaan menjadi lebih baik, seperti berhenti mengemis dan beralih bekerja yang halal atau tidak menggunakan hasil ngemisnya untuk perbuatan maksiat, maka nasihatilah mereka dengan bahasa yang bagus dan mudah diterima. “faqul lahum qawlan maysuuraan”.

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Selasa, 26 Mei 2020 23:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <&...