Kamis, 09 Juli 2020 22:29

Korupsi Dana Jaspel Rp 2,4 Miliar, Mantan Kadinkes Gresik Dituntut 6 Tahun Penjara

Rabu, 27 Februari 2019 18:51 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Syuhud Almanfaluty
Korupsi Dana Jaspel Rp 2,4 Miliar, Mantan Kadinkes Gresik Dituntut 6 Tahun Penjara
Terdakwa dr. M. Nurul Dholam ketika menjalani sidang lanjutan. foto: SYUHUD A/BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Sidang lanjutan kasus korupsi dana jasa pelayanan (jaspel) Rp 2,451 miliar dengan terdakwa mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, dr. M. Nurul Dholam, kembali digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya, Rabu (27/2).

Dalam sidang itu, tim JPU (Jaksa Penuntut Umum) dari Kejari Gresik menuntut Dholam 6 tahun penjara. Dholam dinyatakan bersalah atas tindak pidana korupsi pemotongan dana kapitasi BPJS di 32 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dan puskesmas pembantu (pustu).

Selain hukuman penjara, Tim Jaksa Pidsus yang dipimpin oleh Kasi Pidsus Andri Dwi Subianto juga menuntut terdakwa dengan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan. Selain itu, terdakwa juga diminta mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 2,451 miliar atau diganti penjara selama 1 tahun jika tak mampu.

Dalam tuntutan disebutkan, bahwa terdakwa terbukti telah melanggar pasal 12 huruf f jo Pasal 18 Undang-undang RI Nomor 31 tahun 1999 diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. 

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dr Mohammad Nurul Dholam atas kesalahannya itu, dengan pidana penjara selama 6 tahun penjara, denda Rp 1 miliar, subsider 6 bulan kurungan. Dan, mengembalikan uang kerugian negara sebesar Rp 2,454 Miliar, subsider 1 tahun kurungan," kata Andrie dalam tuntutannya. 

Adapun hal yang memberatkan terdakwa dalam sidang tersebut, yakni karena perbuatannya bertentangan dengan program pemerintah dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, bebas dari korupsi kolusi dan nepotisme (KKN). Selain itu, terdakwa dianggap memperkaya diri sendiri, serta menyalahgunakan wewenang sebagai Kepala Dinkes yang seharusnya menjadi panutan di masyarakat dan jajarannya.

Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa sopan dalam persidangan dan telah mengembalikan uang kerugian negara sebesar Rp 500 juta.

Sementara kuasa hukum terdakwa, Adi Sutrisno akan menyiapkan pembelaan (pledoi) minggu depan. "Kami akan siapkan pledoinya, dan berharap terdakwa mendapatkan keringanan hukuman. Tidak hanya itu, kami juga meminta kepada penyidik untuk mengusut aliran dana yang sudah disebutkan oleh klien kami," pintanya.

Majelis Hakim Tipikor yang diketuai Wiwin Arodawanti akhirnya menunda sidang lanjutan minggu depan dengan agenda pledoi dari terdakwa. (hud/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Rabu, 01 Juli 2020 18:44 WIB
Oleh Fandi Akhmad Yani (Gus Yani)*Kring... Kring.. Kring.. "Hallo Pak Ketua". Terdengar suara lirih dari depan kantor DPRD Gresik saat saya keluar dari kantor. Adalah Mbah Amang Genggong. Sudah menjadi kebiasaannya setiap kali melintas di depan ged...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Jumat, 03 Juli 2020 22:23 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...