Sujiwo Tejo saat mengisi acara Talkshow di IAIN Madura.
“Makanya, senimannya harus kreatif, harus mampu mengubah lagu sebagaimana identitasnya sendiri,” ujarnya.
Lelaki yang pernah menjadi wartawan ini, juga mengutarakan salah satu penyebab terkikisnya budaya Madura lantaran matinya pegiat seni yang tidak bisa menemukan identitasnya sendiri. “Kebudayaan itu harus dijaga,” terangnya.
Dalam talkshow kebudayaan tersebut, Sujiwo Tejo bersama ribuan mahasiswa se-Madura juga mendendangkan lagu-lagu kemaduraan seperti Ghai’ Bintang, Ler Saaler, serta lagu gubahannya sendiri, Se Andi’, Jancuk, dan Sugih Tanpo Bondo yang berhasil menghibur dan menghipnotis para mahasiswa untuk bernyanyi bersama.
Hadirnya Sujiwo Tejo ke Pamekasan Madura, rupanya mendapat sambutan hangat dari para Jancukers di Pamekasan. Bahkan dalam sesi dialog, Ki Jancuk -Julukan Sujiwo Tejo- sesekali misuh bersama ribuan mahasiswa.
“Kalau ini sih, presiden yang tidak usah kampanye, jadi tidak mungkin ada black campaign (kampanye hitam),” ujar Hasibuddin, Jancukers asal Pamekasan. (err/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




