Selasa, 07 Juli 2020 14:04

PPP Pacitan Tak Aman, Banyak Mesin Tempel Raib

Selasa, 19 Februari 2019 11:52 WIB
Editor: Rizki Daniarto
Wartawan: Yuniardi Sutondo
PPP Pacitan Tak Aman, Banyak Mesin Tempel Raib
Pos kamling yang telah dibangun di kawasan PPP Pacitan.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Situasi keamanan di kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Lingkungan Tamperan, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, perlu perhatian khusus dari pihak keamanan. Pasalnya, sebagaimana informasi yang dihimpun dari pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), belakangan aksi pencurian di kawasan tersebut marak terjadi.

Wakil Ketua HNSI Pacitan Suranto, Selasa (19/2) mengungkapkan, pada kurun waktu 1-2 tahun ini, sedikitnya sudah ada 15 kali aksi pencurian mesin tempel ukuran 14-15 PK. Tak hanya itu, curanmor juga pernah terjadi.

"Sering kali memang terjadi aksi kejahatan yang berakibat hilangnya puluhan mesin tempel milik nelayan. Selain itu, juga pernah ada aksi pencurian sepeda motor," ujar mantan atlet panco ini pada pewarta.

Terkait maraknya aksi kejahatan di kawasan PPP tersebut, Suranto berharap kepada pihak terkait terutama Kamladu, agar lebih intensif lagi melakukan pengawasan. Apalagi masih banyaknya titik lokasi di kawasan pelabuhan yang minim penerangan, utamanya di area brake water sebelah selatan.

"Bagi nelayan sendiri juga diharapkan melakukan registrasi dan pendataan terhadap mesin perahu miliknya agar bisa sebagai alat bukti pegangan seandainya hilang. Selain itu, lebih menggiatkan lagi pamswakarsa. Juga bagi Kamladu kami harapkan lebih peduli dan intensif dalam melakukan pengawasan. Sebab kami pernah menyampaikan laporan adanya aksi pencurian, namun belum ada tindak lanjut," beber Suranto.

Di sisi lain, Koordinator Pos Kamladu Pacitan Aipda Indro mengakui pernah ada aksi pencurian, namun tak seintens yang diungkapkan Suranto. Menurutnya, peristiwa pencurian itu sudah terjadi cukup lama. Namun begitu, pihaknya tetap akan intensif melakukan pengawasan sesuai tugas dan fungsi Kamladu.

"Kalau soal aksi pencurian motor, itu sebenarnya hanya karena tertukar. Jadi tidak benar kalau ada curanmor dalam waktu dekat ini," jelasnya.

Sementara itu, Kepala UPT Pengelolaan Sumber Daya Kelautan Dinas Kelautan Pemprov Jatim wilayah Pacitan, Ninik Setyorini menambahkan, pihaknya memang telah mendapatkan laporan kejadian aksi pencurian mesin tempel milik nelayan. Karena itu, ia berharap agar semua pihak bersinergi untuk membahas masalah tersebut.

"Jadi tidak akan mungkin kalau hanya pihak UPT ataupun Kamladu saja. Kami juga perlu peran serta masyarakat nelayan. Karena itu mari duduk bersama untuk membahas dan mencari solusi atas peristiwa tersebut," ujar Ninik, di tempat terpisah.

Ninik juga tak menampik bila kawasan pelabuhan memang perlu perhatian serius. Sebab, di situ banyak berkumpul masyarakat dari segala penjuru. Tidak hanya masyarakat nelayan lokal namun juga banyak nelayan andon.

"Bukannya menuduh, namun persoalan ini tidak hanya cukup diselesaikan pihak UPT maupun Kamladu. Perlu sinergitas semua pihak. Kami juga telah membangun dua pos kamling di kawasan pelabuhan. Diharapkan pos tersebut bisa digiatkan lagi," jelasnya. (yun/rd)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Rabu, 01 Juli 2020 18:44 WIB
Oleh Fandi Akhmad Yani (Gus Yani)*Kring... Kring.. Kring.. "Hallo Pak Ketua". Terdengar suara lirih dari depan kantor DPRD Gresik saat saya keluar dari kantor. Adalah Mbah Amang Genggong. Sudah menjadi kebiasaannya setiap kali melintas di depan ged...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Jumat, 03 Juli 2020 22:23 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...