Senin, 23 September 2019 08:49

Uang Nasabah Sulit Cair, DPRD Ponorogo Panggil Kancab AJB Bumiputera

Selasa, 19 Februari 2019 09:29 WIB
Editor: Rizki Daniarto
Wartawan: Novian Catur
Uang Nasabah Sulit Cair, DPRD Ponorogo Panggil Kancab AJB Bumiputera
Suasana hearing DPRD Kabupaten Ponorogo dengan Kancab AJB Bumiputera.

PONOROGO, BANGSAONLINE.com - Setelah mendapati ratusan laporan serta keluhan dari masyarakat mengenai uang nasabah yang sulit untuk dicairkan, DPRD Kabupaten Ponorogo memanggil Kancab AJB Bumiputera.

Dalam pertemuan tersebut, DPRD Kabupaten Ponorogo dipimpin Wakil Ketua Miseri Effendi dan sejumlah anggota Komisi A, B dan D mempertanyakan mengenai pencairan klaim yang sulit. Padahal, premi sudah dibayarkan, sementara persyaratan pencairan klaim sudah terpenuhi. Sedangkan karyawan dari AJB Bumiputera terus di lapangan mencari nasabah asuransi.

”Kita tidak mau akhirnya masyarakat menjadi bingung seperti ini. Sulit mencairkan premi. Padahal laporan masyarakat banyak yang menumpuk. Sedangkan karyawan AJB Bumiputera masih terus menawarkan produk asuransi ke masyarakat. Kan, nanti masyarakat yang akan dirugikan karena akan menumpuk klaim pencairan,” terang Miseri, Selasa (19/2).

Pihak DPRD meminta agar kantor AJB Bumiputera untuk sementara tidak beroperasi di masyarakat. Pasalnya, ada ratusan masyarakat pemegang polis yang menumpuk dan kesulitan mencairkan klaim.

”Kita meminta pihak AJB Bumiputera untuk tidak beroperasi sementara waktu karena banyak banyak klaim yang belum tercairkan. Padahal karyawan terus menawarkan produk ke masyarakat. Ini kasihan masyarakat lho,” tambah Miseri.

Dalam rapat hearing tersebut berlangsung alot, karena pihak AJB Bumiputera Cabang Ponorogo terkesan melempar tanggung jawab ke kantor pusat. Sementara itu, saat Mursid Hidajat, anggota DPRD Ponorogo dari Komisi A, menanyakan ke Kepala Cabang AJB Bumiputera Eko Hari Sutanto mengenai data jumlah klaim atau pemegang polis, pihak AJB mengaku tidak membawa data karena ada di kantor.

”Wah, sekelas kepala cabang kok tidak mengetahui jumlah nasabah asuransi yang akan mencairkan klaim,” tanya Mursid.

Mursid yang sudah mendapat banyak laporan dari masyarakat akhirnya meminta jumlah nominal pencairan klaim. Ternyata jumlahnya lumayan banyak yakni sekitar Rp 10 miliar.

Sementara itu, Eko Hari Sutanto ketika dikonfirmasi dengan sejumlah wartawan enggan memberikan komentar. Dia mempersilakan konfirmasi ke kantor pusat. (nov/rd)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Minggu, 22 September 2019 14:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag63. Qaala idzhab faman tabi’aka minhum fa-inna jahannama jazaaukum jazaa-an mawfuuraanDia (Allah) berfirman, “Pergilah, tetapi barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sungguh, neraka Jahanamla...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...