Senin, 25 Maret 2019 17:50

Uang Nasabah Sulit Cair, DPRD Ponorogo Panggil Kancab AJB Bumiputera

Selasa, 19 Februari 2019 09:29 WIB
Editor: Rizki Daniarto
Wartawan: Novian Catur
Uang Nasabah Sulit Cair, DPRD Ponorogo Panggil Kancab AJB Bumiputera
Suasana hearing DPRD Kabupaten Ponorogo dengan Kancab AJB Bumiputera.

PONOROGO, BANGSAONLINE.com - Setelah mendapati ratusan laporan serta keluhan dari masyarakat mengenai uang nasabah yang sulit untuk dicairkan, DPRD Kabupaten Ponorogo memanggil Kancab AJB Bumiputera.

Dalam pertemuan tersebut, DPRD Kabupaten Ponorogo dipimpin Wakil Ketua Miseri Effendi dan sejumlah anggota Komisi A, B dan D mempertanyakan mengenai pencairan klaim yang sulit. Padahal, premi sudah dibayarkan, sementara persyaratan pencairan klaim sudah terpenuhi. Sedangkan karyawan dari AJB Bumiputera terus di lapangan mencari nasabah asuransi.

”Kita tidak mau akhirnya masyarakat menjadi bingung seperti ini. Sulit mencairkan premi. Padahal laporan masyarakat banyak yang menumpuk. Sedangkan karyawan AJB Bumiputera masih terus menawarkan produk asuransi ke masyarakat. Kan, nanti masyarakat yang akan dirugikan karena akan menumpuk klaim pencairan,” terang Miseri, Selasa (19/2).

Pihak DPRD meminta agar kantor AJB Bumiputera untuk sementara tidak beroperasi di masyarakat. Pasalnya, ada ratusan masyarakat pemegang polis yang menumpuk dan kesulitan mencairkan klaim.

”Kita meminta pihak AJB Bumiputera untuk tidak beroperasi sementara waktu karena banyak banyak klaim yang belum tercairkan. Padahal karyawan terus menawarkan produk ke masyarakat. Ini kasihan masyarakat lho,” tambah Miseri.

Dalam rapat hearing tersebut berlangsung alot, karena pihak AJB Bumiputera Cabang Ponorogo terkesan melempar tanggung jawab ke kantor pusat. Sementara itu, saat Mursid Hidajat, anggota DPRD Ponorogo dari Komisi A, menanyakan ke Kepala Cabang AJB Bumiputera Eko Hari Sutanto mengenai data jumlah klaim atau pemegang polis, pihak AJB mengaku tidak membawa data karena ada di kantor.

”Wah, sekelas kepala cabang kok tidak mengetahui jumlah nasabah asuransi yang akan mencairkan klaim,” tanya Mursid.

Mursid yang sudah mendapat banyak laporan dari masyarakat akhirnya meminta jumlah nominal pencairan klaim. Ternyata jumlahnya lumayan banyak yakni sekitar Rp 10 miliar.

Sementara itu, Eko Hari Sutanto ketika dikonfirmasi dengan sejumlah wartawan enggan memberikan komentar. Dia mempersilakan konfirmasi ke kantor pusat. (nov/rd)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 19 Februari 2019 16:59 WIB
BANGSAONLINE.com - Februari udah mau abis aja nih... Saygon Waterpark punya banyak banget promo menarik buat kalian di bulan Februari ini. Ayo... jangan sampai ketinggalan ya...1. Romantic Moment, Berdua Lebih HematBuat kalian yang dateng berdua sama...
H. Suparto Wijoyo
Rabu, 20 Maret 2019 10:57 WIB
Oleh: H. Suparto Wijoyo*PAPUA menghadirkan duka pada saat yang nyaris setarikan nafas panjang atas tragedi yang menimpa Jamaah shalat Jumat di Masjid An Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat 15 Maret 2019. 49 orang tewas akibat pemberondongan...
Sabtu, 23 Maret 2019 12:18 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag29. Walaa taj’al yadaka maghluulatan ilaa ‘unuqika walaa tabsuthhaa kulla albasthi fataq’uda maluuman mahsuuraanDan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengul...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...