Jumat, 19 April 2019 16:29

PMII Situbondo Desak Bupati Copot Sekda Karena Diduga Terlibat Korupsi

Senin, 11 Februari 2019 23:53 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Mursidi
PMII Situbondo Desak Bupati Copot Sekda Karena Diduga Terlibat Korupsi
PMII Situbondo saat menggelar aksi di Pemkab Situbondo. foto: MURSIDI/ BANGSAONLINE

SITUBONDO, BANGSAONLINE.com - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Situbondo kembali menggelar aksi ke Pemkab Situbondo. Mereka mendesak Bupati segera mencopot Sekretaris Daerah (Sekda) dari jabatannya, Senin (11/2).

PMII menilai Sekda Situbondo, Syaifullah, telah diduga terlibat tindak pidana koprupsi Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2015.

"Meminta kepada Bupati, untuk segera mencopot bapak Sekda dari jabatannya, karena diduga terlibat korupsi. Perbuatannya telah mencoreng nama baik Situbondo sebagai daerah religius dengan sebutan bumi solawat nariyahnya," kata korlap aksi, Joefaldi.

Sementara Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto, di depan massa PMII menegaskan akan menindak tegas seluruh Aparat Sipil Negara (ASN) yang terlibat kasus korupsi. Ia mengungkapkan sudah ada beberapa ASN yang dipecat karena terbukti melakukan korupsi.

“Mana ada ASN korupsi yang tidak dipecat, sekalipun itu Sekda. Mereka akan kita pecat jika kasusnya sudah berkekuatan hukum tetap,” ungkapnya.

Bupati yang sudah menjabat periode kedua ini meminta, agar mahasiswa bersama-sama bertanggung jawab untuk keberlangsungan Situbondo menjadi lebih baik kedepan.

“Jika ada permasalahan, jangan mau ditunggangi dengan kepentingan yang bias,” pintanya.

Terpisah, Kajari Situbondo, Nur Slamet menjelaskan bahwa, pemeriksaan secara khusus kepada Sekda Pemkab Situbondo, Syaifullah dan AG sesuai intruksi majelis hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, masih menunggu amar putusan.

“Kita jangan tergesa-gesa, lihat dulu apa yang tertuang dalam putusan kasus ini,” ujarnya.

Nur Slamet berharap masyarakat Situbondo termasuk mahasiswa, tidak tergesa-gesa agar kasus dugaan korupsi DBHCT tahun anggaran 2014-2015 segera dituntaskan.

“Kalau kasus ini belum vonis, kita belum tahu langkah yang harus kita ambil. Karena langkah selanjutnya akan kita tentukan dengan melihat catatan dalam amar putusan,” pungkasnya. (mur/had/rev)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 17 April 2019 10:19 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*RABU 17 April 2019 telah beranjak dari gawe demokrasi yang amat besar bagi Republik ini. Pemilu untuk memilih capres-cawapres, caleg DPR RI maupun DPRD dan insan DPD bagi kepentingan kepemimpinan lima tahun mendatang telah usai. ...
Sabtu, 13 April 2019 11:40 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaanDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesun...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...