Minggu, 17 Februari 2019 09:48

PMII Situbondo Desak Bupati Copot Sekda Karena Diduga Terlibat Korupsi

Senin, 11 Februari 2019 23:53 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Mursidi
PMII Situbondo Desak Bupati Copot Sekda Karena Diduga Terlibat Korupsi
PMII Situbondo saat menggelar aksi di Pemkab Situbondo. foto: MURSIDI/ BANGSAONLINE

SITUBONDO, BANGSAONLINE.com - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Situbondo kembali menggelar aksi ke Pemkab Situbondo. Mereka mendesak Bupati segera mencopot Sekretaris Daerah (Sekda) dari jabatannya, Senin (11/2).

PMII menilai Sekda Situbondo, Syaifullah, telah diduga terlibat tindak pidana koprupsi Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2015.

"Meminta kepada Bupati, untuk segera mencopot bapak Sekda dari jabatannya, karena diduga terlibat korupsi. Perbuatannya telah mencoreng nama baik Situbondo sebagai daerah religius dengan sebutan bumi solawat nariyahnya," kata korlap aksi, Joefaldi.

Sementara Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto, di depan massa PMII menegaskan akan menindak tegas seluruh Aparat Sipil Negara (ASN) yang terlibat kasus korupsi. Ia mengungkapkan sudah ada beberapa ASN yang dipecat karena terbukti melakukan korupsi.

“Mana ada ASN korupsi yang tidak dipecat, sekalipun itu Sekda. Mereka akan kita pecat jika kasusnya sudah berkekuatan hukum tetap,” ungkapnya.

Bupati yang sudah menjabat periode kedua ini meminta, agar mahasiswa bersama-sama bertanggung jawab untuk keberlangsungan Situbondo menjadi lebih baik kedepan.

“Jika ada permasalahan, jangan mau ditunggangi dengan kepentingan yang bias,” pintanya.

Terpisah, Kajari Situbondo, Nur Slamet menjelaskan bahwa, pemeriksaan secara khusus kepada Sekda Pemkab Situbondo, Syaifullah dan AG sesuai intruksi majelis hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, masih menunggu amar putusan.

“Kita jangan tergesa-gesa, lihat dulu apa yang tertuang dalam putusan kasus ini,” ujarnya.

Nur Slamet berharap masyarakat Situbondo termasuk mahasiswa, tidak tergesa-gesa agar kasus dugaan korupsi DBHCT tahun anggaran 2014-2015 segera dituntaskan.

“Kalau kasus ini belum vonis, kita belum tahu langkah yang harus kita ambil. Karena langkah selanjutnya akan kita tentukan dengan melihat catatan dalam amar putusan,” pungkasnya. (mur/had/rev)

Tim PSC Dinkes Pacitan Siaga 24 Jam, Apa Saja Tugasnya?
Jumat, 01 Februari 2019 06:27 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan mempunyai tim public safety center (PSC) yang siaga 24 jam dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Apa saja tugas tim ini? Simak video berikut.
Rabu, 06 Februari 2019 13:59 WIB
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Menambah jumlah destinasi wisata buatan, sebuah desa di Jombang mengembangkan destinasi wisata tanaman. Di areal wisata ini, pengelola menyuguhkan ratusan aneka tanaman bunga yang menarik dan indah. Selain keindahan wisata...
Suparto Wijoyo
Rabu, 13 Februari 2019 10:28 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*RABU, 13 Februari 2019 ini, Bude Khofifah Indar Parawansa dan Mas Emil E. Dardak dilantik di Istana Negara sebagai Gubernur-Wakil Gubernur periode 2019-2024. Ucapan selamat dan senyum mengembang diragam kesempatan beliau yang me...
Sabtu, 16 Februari 2019 11:20 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 24وَاخْفِضْلَهُمَاجَنَاحَالذُّلِّمِنَالرَّحْمَةِوَقُلْرَّبِّارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيٰنِيْصَغِيْرًاۗWaikhfidh...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...