Rabu, 21 Agustus 2019 04:27

PMII Situbondo Desak Bupati Copot Sekda Karena Diduga Terlibat Korupsi

Senin, 11 Februari 2019 23:53 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Mursidi
PMII Situbondo Desak Bupati Copot Sekda Karena Diduga Terlibat Korupsi
PMII Situbondo saat menggelar aksi di Pemkab Situbondo. foto: MURSIDI/ BANGSAONLINE

SITUBONDO, BANGSAONLINE.com - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Situbondo kembali menggelar aksi ke Pemkab Situbondo. Mereka mendesak Bupati segera mencopot Sekretaris Daerah (Sekda) dari jabatannya, Senin (11/2).

PMII menilai Sekda Situbondo, Syaifullah, telah diduga terlibat tindak pidana koprupsi Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2015.

"Meminta kepada Bupati, untuk segera mencopot bapak Sekda dari jabatannya, karena diduga terlibat korupsi. Perbuatannya telah mencoreng nama baik Situbondo sebagai daerah religius dengan sebutan bumi solawat nariyahnya," kata korlap aksi, Joefaldi.

Sementara Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto, di depan massa PMII menegaskan akan menindak tegas seluruh Aparat Sipil Negara (ASN) yang terlibat kasus korupsi. Ia mengungkapkan sudah ada beberapa ASN yang dipecat karena terbukti melakukan korupsi.

“Mana ada ASN korupsi yang tidak dipecat, sekalipun itu Sekda. Mereka akan kita pecat jika kasusnya sudah berkekuatan hukum tetap,” ungkapnya.

Bupati yang sudah menjabat periode kedua ini meminta, agar mahasiswa bersama-sama bertanggung jawab untuk keberlangsungan Situbondo menjadi lebih baik kedepan.

“Jika ada permasalahan, jangan mau ditunggangi dengan kepentingan yang bias,” pintanya.

Terpisah, Kajari Situbondo, Nur Slamet menjelaskan bahwa, pemeriksaan secara khusus kepada Sekda Pemkab Situbondo, Syaifullah dan AG sesuai intruksi majelis hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, masih menunggu amar putusan.

“Kita jangan tergesa-gesa, lihat dulu apa yang tertuang dalam putusan kasus ini,” ujarnya.

Nur Slamet berharap masyarakat Situbondo termasuk mahasiswa, tidak tergesa-gesa agar kasus dugaan korupsi DBHCT tahun anggaran 2014-2015 segera dituntaskan.

“Kalau kasus ini belum vonis, kita belum tahu langkah yang harus kita ambil. Karena langkah selanjutnya akan kita tentukan dengan melihat catatan dalam amar putusan,” pungkasnya. (mur/had/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...