Gus Habib saat mendampingi Khofifah dalam kegiatan pembekalan saksi PPP. foto: ist
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur terpilih 2019-2024, Khofifah Indar Parawansa kian mendorong kalangan milenial agar lebih banyak mengisi pos-pos strategis baik di eksekutif maupun legislatif. Sebab, keterwakilan kaum milenial cukup besar, hampir sekitar 41 persen.
Perempuan yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU itu mencontohkan Emil Elestianto Dardak yang berhasil menjadi Bupati Trenggalek dan sekarang terpilih menjadi Wakil Gubernur Jatim.
BACA JUGA:
- Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026, Gubernur Jatim Ajak Ajak Kuatkan Toleransi
- Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Dominasi Prestasi Nasional Raih 45.839 Medali di SIMT , Gubernur Khofifah Sampaikan Hal ini
Inilah salah satu alasan Khofifah mendorong putra pengasuh Ponpes Amanatul Ummah Mojokerto dan Surabaya, KH Asep Saifuddin Chalim, Mohammad Habibur Rochman (Gus Habib) menduduki kursi DPR RI.
Selain perwakilan milenial, karir politik Gus Habib mirip dengan perjalanan politik Khofifah yang sama-sama nyaleg di usia 25 tahun dan dari partai yang sama, Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
"Milenial itu jumlah pemilihnya hampir 41 persen. Maka representasi millenial di pencalegan apakah tingkat 2, tingkat 1, pusat maupun DPD adalah penting, termasuk wagub Jatim milenial," ujar Khofifah usai menjadi pembekalan saksi dari PPP di DBL Arena Surabaya, Kamis (7/2).
"Maka reorientasi milenial di dalam banyak hal menjadi dibutuhkan. Sekali lagi, milenial jumlahnya banyak, jadi representasi milenial juga harus banyak."
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




