Rabu, 19 Juni 2019 12:40

Muktar, Tersangka OTT di BPPKAD Gresik Kembali Jalani Pemeriksaan

Kamis, 07 Februari 2019 20:21 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Muktar, Tersangka OTT di BPPKAD Gresik Kembali Jalani Pemeriksaan
Plt Kepala BPPKAD M. Muktar digelandang petugas dalam OTT yang dilakukan Kejaksaan Negeri Gresik, 14 Januari silam.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Mantan Sekretaris dan Plt Kepala Badan Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik, M. Muktar yang tersandung kasus operasi tangkap tangan (OTT) kembali menjalani pemeriksaan di Kejari Gresik, Kamis (7/2).

Tersangka didampingi kuasa hukumnya Hariyadi, S.H tiba di ruang penyidik Pidsus sekitar pukul 11.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemeriksaan ini dilakukan karena penyidik menemukan bukti tambahan dalam handphone, hardisk, laptop, serta flashdisk yang sempat disita saat OTT di BPPKAD pada Senin, 14 Januari 2019.

"Dari 6 handphone milik Kabid dan Kasubag BPPKAD yang disita, hanya ada dua handphone yang dikembalikan karena tidak ada keterkaitannya dengan perkara OTT uang jasa insentif di BPPKAD," terang sumber di Kejari Gresik yang meminta namanya tak dipublikasikan, Kamis (7/2).

Kasi Intel Kejari Gresik, R. Bayu Probo Sutopo kepada wartawan membenarkan kalau tersangka M. Muktar kembali menjalani pemeriksaan. Ia juga membenarkan, pemeriksaan kali ini terkait adanya bukti tambahan dari barang sitaan berupa hardisk, laptop, Hp, dan flashdisk yang sudah diterima penyidik dari Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

"Tersangka diperiksa kembali untuk dimintai keterangan terkait dugaan keterlibatan pihak-pihak lain dari OTT di BPPKAD yang berhasil mengamankan barang bukti uang Rp 537 juta dari potongan upah pungut pajak daerah," urainya.

"Tak menutup kemungkinan tersangka bertambah," pungkasnya.

Sementara Hariyadi, S.H, kuasa hukum tersangka Muktar, ketika dikomfirmasi wartawan membenarkan jika kliennya kembali dilakukan pemeriksaan lanjutan. "Penyidik melontarkan 60 pertanyaan terkait perkara ini. Oleh klien kami semuanya dijawab sepengetahuannya," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Muktar ditetapkan tersangka dalam dugaan pemotongan insentif pegawai BPPKAD dari upah pungut pajak daerah. Barang bukti yang diamankan Rp 537 juta. Ia dijerat dengan pasal berlapis, yakni dakwaan primer pasal 2 dan subsider pasal 3, atau pasal 12 e atau 12 f UU RI Nomor 31 tahun 1999 diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001, tentang perubahan tindak pidana korupsi. Ancaman hukumannya, minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara dengan denda minimal Rp 200 juta dan maksimal Rp 1 miliar. (hud/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Minggu, 09 Juni 2019 23:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag53. Waqul li’ibaadii yaquuluu allatii hiya ahsanu inna alsysyaythaana yanzaghu baynahum inna alsysyaythaana kaana lil-insaani ‘aduwwan mubiinaan.Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengu...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Sabtu, 08 Juni 2019 16:07 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...