Kamis, 17 Oktober 2019 05:49

Muktar, Tersangka OTT di BPPKAD Gresik Kembali Jalani Pemeriksaan

Kamis, 07 Februari 2019 20:21 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Muktar, Tersangka OTT di BPPKAD Gresik Kembali Jalani Pemeriksaan
Plt Kepala BPPKAD M. Muktar digelandang petugas dalam OTT yang dilakukan Kejaksaan Negeri Gresik, 14 Januari silam.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Mantan Sekretaris dan Plt Kepala Badan Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik, M. Muktar yang tersandung kasus operasi tangkap tangan (OTT) kembali menjalani pemeriksaan di Kejari Gresik, Kamis (7/2).

Tersangka didampingi kuasa hukumnya Hariyadi, S.H tiba di ruang penyidik Pidsus sekitar pukul 11.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemeriksaan ini dilakukan karena penyidik menemukan bukti tambahan dalam handphone, hardisk, laptop, serta flashdisk yang sempat disita saat OTT di BPPKAD pada Senin, 14 Januari 2019.

"Dari 6 handphone milik Kabid dan Kasubag BPPKAD yang disita, hanya ada dua handphone yang dikembalikan karena tidak ada keterkaitannya dengan perkara OTT uang jasa insentif di BPPKAD," terang sumber di Kejari Gresik yang meminta namanya tak dipublikasikan, Kamis (7/2).

Kasi Intel Kejari Gresik, R. Bayu Probo Sutopo kepada wartawan membenarkan kalau tersangka M. Muktar kembali menjalani pemeriksaan. Ia juga membenarkan, pemeriksaan kali ini terkait adanya bukti tambahan dari barang sitaan berupa hardisk, laptop, Hp, dan flashdisk yang sudah diterima penyidik dari Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

"Tersangka diperiksa kembali untuk dimintai keterangan terkait dugaan keterlibatan pihak-pihak lain dari OTT di BPPKAD yang berhasil mengamankan barang bukti uang Rp 537 juta dari potongan upah pungut pajak daerah," urainya.

"Tak menutup kemungkinan tersangka bertambah," pungkasnya.

Sementara Hariyadi, S.H, kuasa hukum tersangka Muktar, ketika dikomfirmasi wartawan membenarkan jika kliennya kembali dilakukan pemeriksaan lanjutan. "Penyidik melontarkan 60 pertanyaan terkait perkara ini. Oleh klien kami semuanya dijawab sepengetahuannya," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Muktar ditetapkan tersangka dalam dugaan pemotongan insentif pegawai BPPKAD dari upah pungut pajak daerah. Barang bukti yang diamankan Rp 537 juta. Ia dijerat dengan pasal berlapis, yakni dakwaan primer pasal 2 dan subsider pasal 3, atau pasal 12 e atau 12 f UU RI Nomor 31 tahun 1999 diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001, tentang perubahan tindak pidana korupsi. Ancaman hukumannya, minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara dengan denda minimal Rp 200 juta dan maksimal Rp 1 miliar. (hud/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...