Minggu, 09 Agustus 2020 02:53

Muktar, Tersangka OTT di BPPKAD Gresik Kembali Jalani Pemeriksaan

Kamis, 07 Februari 2019 20:21 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Muktar, Tersangka OTT di BPPKAD Gresik Kembali Jalani Pemeriksaan
Plt Kepala BPPKAD M. Muktar digelandang petugas dalam OTT yang dilakukan Kejaksaan Negeri Gresik, 14 Januari silam.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Mantan Sekretaris dan Plt Kepala Badan Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik, M. Muktar yang tersandung kasus operasi tangkap tangan (OTT) kembali menjalani pemeriksaan di Kejari Gresik, Kamis (7/2).

Tersangka didampingi kuasa hukumnya Hariyadi, S.H tiba di ruang penyidik Pidsus sekitar pukul 11.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemeriksaan ini dilakukan karena penyidik menemukan bukti tambahan dalam handphone, hardisk, laptop, serta flashdisk yang sempat disita saat OTT di BPPKAD pada Senin, 14 Januari 2019.

"Dari 6 handphone milik Kabid dan Kasubag BPPKAD yang disita, hanya ada dua handphone yang dikembalikan karena tidak ada keterkaitannya dengan perkara OTT uang jasa insentif di BPPKAD," terang sumber di Kejari Gresik yang meminta namanya tak dipublikasikan, Kamis (7/2).

Kasi Intel Kejari Gresik, R. Bayu Probo Sutopo kepada wartawan membenarkan kalau tersangka M. Muktar kembali menjalani pemeriksaan. Ia juga membenarkan, pemeriksaan kali ini terkait adanya bukti tambahan dari barang sitaan berupa hardisk, laptop, Hp, dan flashdisk yang sudah diterima penyidik dari Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

"Tersangka diperiksa kembali untuk dimintai keterangan terkait dugaan keterlibatan pihak-pihak lain dari OTT di BPPKAD yang berhasil mengamankan barang bukti uang Rp 537 juta dari potongan upah pungut pajak daerah," urainya.

"Tak menutup kemungkinan tersangka bertambah," pungkasnya.

Sementara Hariyadi, S.H, kuasa hukum tersangka Muktar, ketika dikomfirmasi wartawan membenarkan jika kliennya kembali dilakukan pemeriksaan lanjutan. "Penyidik melontarkan 60 pertanyaan terkait perkara ini. Oleh klien kami semuanya dijawab sepengetahuannya," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Muktar ditetapkan tersangka dalam dugaan pemotongan insentif pegawai BPPKAD dari upah pungut pajak daerah. Barang bukti yang diamankan Rp 537 juta. Ia dijerat dengan pasal berlapis, yakni dakwaan primer pasal 2 dan subsider pasal 3, atau pasal 12 e atau 12 f UU RI Nomor 31 tahun 1999 diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001, tentang perubahan tindak pidana korupsi. Ancaman hukumannya, minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara dengan denda minimal Rp 200 juta dan maksimal Rp 1 miliar. (hud/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 06 Agustus 2020 20:34 WIB
Oleh: Prof Dr Rochmat WahabPada hakekatnya manusia bermula dari lahir, tumbuh dan berkembang mencapai puncak, menurun dan berakhir dengan wafat. Inilah sunnatullah, normalnya manusia, walau pada prakteknya ada juga yang dipanggil Allah SWT, s...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...