Pakde Karwo Dampingi Kunker Presiden Jokowi di Magetan

Pakde Karwo Dampingi Kunker Presiden Jokowi di Magetan Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo saat berdialog dengan warga penerima program bantuan kredit modal ringan Mekaar, hasil binaan BUMN PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) di Lapangan Cepoko, Ds. Cepoko, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan. foto: ist

Terakhir, ujar Presiden Jokowi, harus bekerja keras. Sebab, sukses tidak datang dengan sendirinya, tapi melalui kerja keras dan pantang menyerah. “Jika kita memiliki usaha, tapi tanpa dibarengi dengan semangat kerja keras, maka lupakan saja keinginan untuk maju,” ujarnya.

Presiden Jokowi lantas mencontohkan dirinya sendiri, di mana saat merintis karier sebagai pengusaha juga memulainya dari nol. Menurutnya, jika pada umumnya orang-orang mulai bekerja pada jam 08.00 sampai 15.00 sore, maka dirinya bekerja mulai subuh sampai tengah malam.

“Dulu saya juga sama seperti anda, wong saya juga tidak punya agunan. Jadi yang saya jual adalah kepercayaan dan kerja keras. Pertama, saya diberi modal Rp. 10 juta, lalu setelah usaha bertambah maju, pinjaman saya bertambah lagi Rp. 30 juta. Tapi kerjanya dari subuh sampai tengah malam, bahkan saya tidur di tempat kerja,” jelasnya.

Presiden Jokowi juga memberikan dua cara agar usaha bisa berkembang. Cara pertama adalah menabung, sedangkan cara kedua adalah meminjam modal. Misalnya, seorang pedagang ingin mengembangkan usahanya, semula hanya menggunakan gerobak, kemudian ingin membesarkan usaha dengan membuka warung.

“Kalau ingin membuka warung, butuh modal Rp. 100 juta, uangnya dari mana? Kalau ingin sabar, ya menabung. Tapi kalau ingin cepat, ya harus pinjam modal. Karena itu, bagi yang ingin naik kelas, bisa pindah ke KUR. Tapi ingat, pinjaman modal itu harus sepenuhnya digunakan untuk mengembangkan usaha, jangan yang lain,” tuturnya sembari menerangkan bahwa pinjaman KUR mulai sebesar Rp. 25-500 juta.

Hadir dalam kesempatan ini, Menteri BUMN, Rini M. Soemarno, Bupati Magetan, Suprawoto, istri Presiden RI, Iriano Joko Widodo, istri Gubernur Jatim, Nina Kirana Soekarwo, dan para nasabah Mekaar di Magetan. (mdr/rev)