Minggu, 26 Mei 2019 23:07

Lengser dari Wagub Jatim, Gus Ipul Pilih Jadi Petani

Senin, 28 Januari 2019 19:43 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M Didi Rosadi
Lengser dari Wagub Jatim, Gus Ipul Pilih Jadi Petani
Gus Ipul memberikan keterangan usai pamit kepada wartawan dan pimpinan media di Rumah Dinas Wagub Jatim. foto: DIDI ROSADI/ BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Banyak yang mereka-reka ke mana Saifullah Yusuf atau Gus Ipul berlabuh pasca lengser dari kursi Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim-2). Pasalnya pada 12 Februari 2019, Gus Ipul harus melepas jabatan yang telah 10 tahun ia genggam saat mendampingi Soekarwo.

Ternyata, pasca lengser Gus Ipul memilih bertani. Dia akan belajar pertanian organik. Pilihan menjadi petani itu, karena ingin memperkuat ketahanan pangan di Jatim.

"Tantangan kita ke depan adalah soal ketahanan pangan dan produktivitas lahan pertanian. Karena itu, saya ingin bertani," kata Gus Ipul kepada wartawan di rumah dinas Wakil Gubernur di Jalan Imam Bonjol, Surabaya, Senin (28/1).

Saat ini, Ketua PBNU tersebut sudah memiliki sebidang tanah di Kabupaten Pasuruan yang akan digunakan sebagai lahan uji coba tanaman organik. “Ada tanah yang luasnya tidak seberapa. Saya sudah belajar ke salah seorang teman untuk bisa menjadi petani," ujarnya.

Tak hanya ingin meningkatkan ketahanan pangan dan produktivitas lahan, Gus Ipul juga ingin memberi dorongan pada anak muda untuk terjun ke dunia pertanian. Pasalnya, saat ini banyak anak muda, khususnya kalangan milenial yang kurang tertarik menggeluti bisnis agribis.

“Saya akan belajar jadi petani. Kalau ada kesempatan politik ya tentu kami akan mengabdi,” tutur Menteri Percepatan Daerah Tertinggal (PDT) di era Presiden SBY ini.

Seperti diketahui, sektor pertanian Jatim meningkat dari 17 persen menjadi 19,3 persen. Jatim merupakan penyumbang hampir seperlima kebutuhan pangan nasional.

Produksi padi di Jatim surplus 4,9 juta ton, jagung surplus 6,2 juta ton, ubi kayu surplus 2,9 juta ton, dan ubi jalar surplus 135.000 ton. Hanya kedelai dan bawang putih yang minus.

Surplus beras Jatim hingga mampu memenuhi kebutuhan di 15 provinsi lain. Sedangkan konsumsi beras per kapita Jatim sesuai data sensus 2016 sebanyak 91,3 kg per kapita per tahun. Dengan jumlah penduduk sekitar 39 juta jiwa, maka kebutuhan beras di Jatim setiap tahun sebanyak 3,6 juta ton. (mdr/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Minggu, 26 Mei 2019 13:06 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag42. qul law kaana ma’ahu aalihatun kamaa yaquuluuna idzan laibtaghaw ilaa dzii al’arsyi sabiilaanKatakanlah (Muhammad), “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-t...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...