Selasa, 26 Mei 2020 02:30

Kebijakan Beli Seragam Batik di Sumenep Disoal

Minggu, 28 September 2014 21:47 WIB
Editor: rosihan c anwar
Wartawan: faisal

SUMENEP (bangsaonline)

Kebijakan beli seragam batik bagi siswa disoal Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DKPS).

anggota DPKS Moh Suhaidi memandang kebijakan ini perlu dikaji ulang.

Pasalnya, kebijakan itu dianggap melenceng jauh dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan. “Apakah dengan berseragam batik bagus itu menjamin kualitas pendidikan akan terjadi? Saya pikir tidak,” tegasnya,

Informasinya, program ini diadakan untuk memberdayakan Industri Kecil Masyarakat (IKM). Tidak ada dana khusus yang dipakai dalam merealisasikan program ini. Semua pembiayaan dibebankan kepada sekolah atau siswa. “Padahal tidak sedikit siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu,” tambahnya

Menurutnya, jika ini memang program pemberdayaan ekonomi, tidak seharusnya pemerintah menjadikan siswa sebagai objek. Kata Suhaidi, bisa saja program diwajibkan kepada pegawai negeri sipil (PNS) yang dalam realisasinya akan berjalan lebih lancar, sebab PNS dinilai tidak akan keberatan membeli produk IKM karena sudah digaji. “Jadi, objek dari program itu harus dikaji ulang. Sebab jika tetap memilih siswa, dipastikan akan terus mendapat sorotan,” pungkasnya.

Kepala Seksi Kesiswaan Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Erdiyanto memaparkan, bahwa program pengadaan seragam batik berciri khas daerah untuk siswa, bukan program milik Disdik Kabupaten Sumenep.

Program ini milik Dinas Perindistrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat. Produksi batik dipasrahkan ke Industri Kecil Masyarakat (IKM) yang ditunjuk Disperindag. “Kami hanya memasilitasi agar produk IKM sampai ke sekolah atau siswa,” terangnya.

Menurutnya, program ini merupakan program pemberdayaan IKM yang dimiliki Disperindag. Disdik Kabupaten Sumenep harus ikut terlibat dalam program ini karena bersangkut paut dengan siswa. “Jadi itu murni bukan program Disdik,” terang Erdiyanto.Untuk kalangan SMP, sudah terealisasi akhir Mei lalu.

Lebih jauh Erdiyanto memaparkan, kewenangan untuk mewajibkan hari apa saja siswa memakai seragam batik khas daerah, merupakan milik sekolah. “Bukan kewenangan dinas, tapi kewenangan masing-masing sekolah,” terangnya.

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Sabtu, 23 Mei 2020 23:28 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*21. Unzhur kayfa fadhdhalnaa ba’dhahum ‘alaa ba’dhin walal-aakhiratu akbaru darajaatin wa-akbaru tafdhiilaanPerhatikanlah bagaimana Kami melebihkan sebagian mereka atas sebagian (yang lain). Dan kehidupan ...
Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <&...