Sabtu, 19 Oktober 2019 07:23

Kebijakan Beli Seragam Batik di Sumenep Disoal

Minggu, 28 September 2014 21:47 WIB
Editor: rosihan c anwar
Wartawan: faisal

SUMENEP (bangsaonline)

Kebijakan beli seragam batik bagi siswa disoal Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DKPS).

anggota DPKS Moh Suhaidi memandang kebijakan ini perlu dikaji ulang.

Pasalnya, kebijakan itu dianggap melenceng jauh dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan. “Apakah dengan berseragam batik bagus itu menjamin kualitas pendidikan akan terjadi? Saya pikir tidak,” tegasnya,

Informasinya, program ini diadakan untuk memberdayakan Industri Kecil Masyarakat (IKM). Tidak ada dana khusus yang dipakai dalam merealisasikan program ini. Semua pembiayaan dibebankan kepada sekolah atau siswa. “Padahal tidak sedikit siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu,” tambahnya

Menurutnya, jika ini memang program pemberdayaan ekonomi, tidak seharusnya pemerintah menjadikan siswa sebagai objek. Kata Suhaidi, bisa saja program diwajibkan kepada pegawai negeri sipil (PNS) yang dalam realisasinya akan berjalan lebih lancar, sebab PNS dinilai tidak akan keberatan membeli produk IKM karena sudah digaji. “Jadi, objek dari program itu harus dikaji ulang. Sebab jika tetap memilih siswa, dipastikan akan terus mendapat sorotan,” pungkasnya.

Kepala Seksi Kesiswaan Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Erdiyanto memaparkan, bahwa program pengadaan seragam batik berciri khas daerah untuk siswa, bukan program milik Disdik Kabupaten Sumenep.

Program ini milik Dinas Perindistrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat. Produksi batik dipasrahkan ke Industri Kecil Masyarakat (IKM) yang ditunjuk Disperindag. “Kami hanya memasilitasi agar produk IKM sampai ke sekolah atau siswa,” terangnya.

Menurutnya, program ini merupakan program pemberdayaan IKM yang dimiliki Disperindag. Disdik Kabupaten Sumenep harus ikut terlibat dalam program ini karena bersangkut paut dengan siswa. “Jadi itu murni bukan program Disdik,” terang Erdiyanto.Untuk kalangan SMP, sudah terealisasi akhir Mei lalu.

Lebih jauh Erdiyanto memaparkan, kewenangan untuk mewajibkan hari apa saja siswa memakai seragam batik khas daerah, merupakan milik sekolah. “Bukan kewenangan dinas, tapi kewenangan masing-masing sekolah,” terangnya.

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...