Minggu, 18 Agustus 2019 04:47

Tiga Kuasa Hukum Plt Kepala BPPKAD Gresik M. Muktar Upayakan Penangguhan Penahanan

Rabu, 16 Januari 2019 18:22 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: M Syuhud Almanfaluty
Tiga Kuasa Hukum Plt Kepala BPPKAD Gresik M. Muktar Upayakan Penangguhan Penahanan
Plt Kepala BPPKAD M. Muktar digelandang petugas Kejari Kresik usai di-OTT. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Tiga kuasa hukum Plt Kepala Badan Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik M. Muktar mengajukan penangguhan penahanan. Mereka adalah adalah M. Munif Riduan SH, Rizal Hariyadi SH, dan Agustinus Widyo Purnomo SH.

M. Munif Riduan menyatakan penangguhan penahanan itu akan diajukan secepatnya. Menurut ia, dari hasil komunikasi sementara dengan kliennya dan pihak penyidik Kejari Gresik, bahwa uang Rp 500 juta yang disita saat operasi tangkap tangan (OTT) di BPPKAD, Senin (14/1) sore, bukan untuk kepentingan kliennya.

"Uang Rp 500 juta itu untuk keperluan BPPKAD," dalih Munif usai mendampingi tersangka M. Muktar sebelum ditahan Kejaksaan Negeri Gresik di Rutan Medaeng, Sidoarjo, Selasa (15/1) malam.

Munif mengaku akan berupaya maksimal untuk bisa membebaskan klienya dalam tuduhan tersebut saat persidangan nanti di Pengadilan. "Kami tengah pelajari dan teliti satu per satu pokok persoalan sehingga kami bisa memformulasikan klien saya bersalah atau tidak," pungkasnya.

Sementara Kajari Gresik Pandu Pramoekartika menyatakan bahwa penyidik menetapkan M. Muktar sebagai tersangka setelah mendapatkan alat bukti cukup. "Plt Kepala BPPKAD Gresik inisial MM (M. Muktar) kami tetapkan tersangka dalam dugaan pemotongan insentif upah pungut pegawai BPPKAD dari pajak daerah dengan barang bukti Rp 537 juta," katanya.

"Tersangka MM dijerat dengan pasal berlapis yakni dakwaan primer pasal 2 dan subsider pasal 3, atau pasal 12 e atau 12 f UU RI Nomor 31 tahun 1999 diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001, tentang perubahan tindak pidana korupsi. Ancaman hukuman minimal 4 tahun maksimal 20 tahun penjara, denda minimal Rp 200 juta maksimal Rp 1 miliar," pungkasnya. (hud/dur)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...