Tawon, Selamatkan Kebun Singkong di Indonesia

Tawon, Selamatkan Kebun Singkong di Indonesia

Mereka memakan nyamuk dan serangga yang merugikan tanaman. Juga terlibat dalam penyerbukan buah dan sayuran, serta mengurai sampah. Dan beberapa dari mereka tampak tidak 'mengerikan' lagi, jika orang melihat dari dekat. Itulah serangga berguna.

Pedagang Portugal membawa tanaman singkong dari Amerika Selatan untuk pertama kalinya beberapa abad lalu. Dan banyak masyarakat termiskin dunia tergantung pada hasil tanaman ini untuk selamat. Singkong bisa tumbuh di lahan yang kualitas tanahnya tidak bagus. Selain itu singkong tidak butuh banyak air. Sifat menguntungkan itu membuat singkong ideal untuk ditanam di daerah bersuhu tinggi yang terkena kekeringan.

Penyebaran dengan pesawat terbang

Singkong sangat penting di Afrika, yang mengalami serangan hama besar-besaran Phenacoccus Manihoti di tahun 1980-an. Tawon-tawon diimpor pertama kali ke sana dari Paraguay, dan disebar di seluruh benua dengan pesawat terbang. Metode ini efektif, dan hampir 95% hama bisa dibinasakan di sejumlah areal. Oleh sebab itu kelaparan bisa dicegah dan dana 20 milyar Dolar bisa dihemat.

Menurut Wyckhuys, tawon-tawon tidak menyebabkan efek sampingan terhadap ekosistem, karena kutu Phenacoccus Manihoti hanya makan singkong, dan tawon hanya makan kutu Phenacoccus Manihoti. Tetapi Wyckhuys mengatakan, pembasmian kutu sepenuhnya tidak mungkin dilakukan, karena tawon harus terus memiliki sumber makanan. Jika tidak tawon juga akan mati.

Sumber: dw.de

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Mahasiswa Indonesia Bekerja Part Time Sebagai Petani di Jepang, Viral Karena Gajinya, ini Kisahnya':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO