Selasa, 25 Juni 2019 19:48

Hanya Karena Nafsu, Pemuda Asal Kademangan Blitar Setubuhi Gadis di Gubuk Sawah

Jumat, 11 Januari 2019 13:17 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Akina Nur Alana
Hanya Karena Nafsu, Pemuda Asal Kademangan Blitar Setubuhi Gadis di Gubuk Sawah
Pelaku diamankan di Mapolres Blitar. foto: Akina Nur Alana/ bangsaonline.com

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Heri Susanto (25) pemuda asal Blitar nekat menyetubuhi gadis di bawah umur yang masih berstatus pelajar. Perbuatan bejat ini dilakukan pelaku di sebuah gubuk yang terletak di tengah sawah.

Warga Desa Dawuhan, Kecamatan Kademangan, Blitar ini mengaku tak kuat menahan nafsu. Sehingga nekat menyetubuhi gadis berusia 16 tahun yang memang menjalin hubungan asmara dengan pelaku.

"Dia (korban) selalu nggak mau, kemudian saya paksa," ungkap Heri Susanto usai diamankan petugas kepolisian, Jumat (11/1/2019).

Perbuatan bejat ini dilakukan di sebuah gubuk tengah sawah dekat rumah nenek pelaku, akhir 2018 lalu. Saat itu, korban hendak mengambil obat di rumah saudaranya. Di tengah jalan korban mendapat pesan WhatsApp untuk menemui pelaku di rumah nenek pelaku.

"Keduanya sebelumnya sudah saling kenal. Antara korban dan pelaku hubunganya adalah sebagai sepadang kekasih," ungkap Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha, Jumat (11/1/2019).

Korban dan pelaku akhirnya bertemu di rumah nenek pelaku. Setelah berbincang sebentar, korban berniat pulang. Namun, pelaku justru menahan korban dengan memegang tangan korban.

Korban kemudian digiring menuju gubuk yang berada di tengah sawah belakang rumah. Di gubuk inilah korban disetubuhi oleh terlapor. "Saat terjadi persetubuhan, korban sudah berusaha melawan dengan berterian dan memberontak. Namun mulut korban dibekap sehingga tidak ada yang mengetahui kejadian tersebut," paparnya.

Beberapa saat kemudian, saudara korban mencari keberadaan korban. Pencarian dilakukan hingga ke gubuk tempat pelaku melampiaskan nafsu bejatnya. Saat disinari menggunakan senter, diketahui keberadaan korban dan pelapor. "Saat ketahuan, pelaku kemudian kabur dan meninggalkan korban di gubuk seorang diri," paparnya.

Usai kejadian, korban menceritakan semuanya ke orang tuanya. Orang tua korban kemudian melapor ke polisi. Terlapor dijerat dengan undang-undang nomer 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. (ina/ns)

Senin, 24 Juni 2019 12:08 WIB
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Novita Hardiny, istri dari Bupati Trenggalek Moh. Nur Arifin menegaskan kebersihan di kawasan wisata merupakan hal yang harus dijaga, baik oleh pemerintah, masyarakat, termasuk pengunjung wisata itu sendiri.Perny...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Sabtu, 22 Juni 2019 17:29 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag54. Rabbukum a’lamu bikum in yasya' yarhamkum aw in yasya' yu’adzdzibkum wamaa arsalnaaka ‘alayhim wakiilaanTuhanmu lebih mengetahui tentang kamu. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia akan memberi rahmat kepad...
Sabtu, 22 Juni 2019 13:55 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...