Rabu, 19 Juni 2019 06:52

Tafsir Al-Isra 17: Siapa Lagi yang Perlu Diazab?

Minggu, 06 Januari 2019 11:50 WIB
Editor: Redaksi
Wartawan: --
Tafsir Al-Isra 17: Siapa Lagi yang Perlu Diazab?
Ilustrasi

Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .  

Wakam ahlaknaa mina alquruuni min ba’di nuuhin wakafaa birabbika bidzunuubi ‘ibaadihi khabiiran bashiiraan (17).

Setelah Allah SWT mengabarkan betapa Dia jika mau menghabisi sebuah kaum, maka Tuhan menggerakkan para pembesar, kaum elite, komunitas papan atas, termasuk para artis yang suka berfoya-foya dan menghamburkan uang demi kesenangan. Itulah yang pada ayat sebelumnya (16) disebut sebagai kaum mutarafin. Manusia hedonistik, arah hidupnya memburu kesenangan duniawi sepuas-puasnya. Dan tidak akan bisa puas.

Tercatat bebarapa orang kaya dunia, termasuk para artis kelas dunia mengakhiri hidupnya secara tragis, karena tidak menemukan kebahagiaan. Seperti beberapa artis Hollywood. Belasan persen mati bunuh diri karena berbagai sebab. Ada yang tidak menemukan kepuasan, ada yang tidak sanggup lagi menjalani hidup biasa setelah tenar dan bergelimang harta. 

Keluhan Steve Job, pemilik iPhone yang kekayaannya sekitar 67 triliun rupiah saat menjelang wafat baik untuk diresapi. Dia mengatakan betapa tidak berharganya materi yang dimiliki karena sama sekali tidak bisa menggantikan sakit yang ia derita. Satu-satunya yang menggembirakan dirinya, yang bisa menghibur dirinya di ranjang rumat sakit adalah kasih sayang, ketulusan sikap, dan amal sosial.

Apa yang diucap pemilik iPhone itu sesungguhya masuk pada bagian dari substansi keimanan yang digagas agama. Karena dia bukan muslim, maka dia tidak bisa membahasakan anganannya itu dengan bahasa agama. Jika dibahasa-agamakan, jadinya tesis seperti ini: "Semua materi dan keduniawian tak lagi berguna, kecuali keimanan dan amal shalih". Lalu secara spontan melontarkan sayembara: "Siapa yang mau menggantikan sakitnya ini akan diberi kekayaannya sekian-sekian...".

Tentu saja tidak ada yang merespon karena itu mustahil.

Pada ayat ini, Tuhan memberi maklumat kepada dunia, bahwa sudah banyak bangsa yang dihajar setelah kaum nabi Nuh A.S. Kita tahu bahwa kaum Nabi Nuh A.S. dihabisi, ditenggelamkan dalam mahatsunami. Lalu, tidak puas dengan memberi maklumat, Tuhan juga menyatakan, bahwa Diri-Nya terus memelototi sekecil apapun dosa hamba-Nya. "wakafaa birabbika bidzunuubi ‘ibaadihi khabiiran bashiiraanwa kafa birabbik bidzunubi ibadih khabira bashira". Maksudnya jelas, bahwa agar jangan ada bangsa yang berbuat durhaka lagi, karena Tuhan maha mengetahui dan tidak segan-segan mengambil tindakan.

Warning ini ditujukan kepada penduduk Makkah yang membandel dan terus berbuat durhaka. Karena tidak percaya bahwa Muhammad SAW adalah utusan Tuhan, tidak percaya ancaman al-qur'an itu beneran, maka tercatat beberapa sikap arogan mereka yang menghina dan menantang. Sekali pernah Nabi SAW mendoakan mereka agar tertimpa kemiskinan mencekam. 

Tuhan mengabulkan dengan menahan hujan agar tidak turun di daerah itu. Benar, terjadilah kekeringan ekstrem yang sangat memelaratkan mereka. Ternak mereka pada mati kelaparan dan bayi-bayi kurus kekurangan air susu. Gizi buruk melanda hebat melebihi tragedi buruk di Papua dan angka kematian bayi meningkat tajam tak terhindarkan. 

Dukun paling sakti tak berkutik apa-apa, meski ritual paling ampuh sudah diterapkan. Akhirnya, tidak ada jalan lain kecuali sowan menghadap Muhammad Rasulullah SAW. Nabi mulia itu hanya menunduk diam dan berkata, andai tidak karena anak-anak kecil yang tidak berdosa, andai tidak karena binatang-binatang yang membutuhkan air, Allah SWT tidak sudi mengucurkan hujan. Ya, aku mohonkan kepada Tuhan. Hujan pun turun beruntun sangat memuaskan. Lalu, berimankah mereka? Tidak juga. Hanya yang diberi hidayat saja.

Sumber: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Minggu, 09 Juni 2019 23:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag53. Waqul li’ibaadii yaquuluu allatii hiya ahsanu inna alsysyaythaana yanzaghu baynahum inna alsysyaythaana kaana lil-insaani ‘aduwwan mubiinaan.Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengu...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Sabtu, 08 Juni 2019 16:07 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...