Senin, 25 Mei 2020 21:22

Tafsir Al-Isra 17: Siapa Lagi yang Perlu Diazab?

Minggu, 06 Januari 2019 11:50 WIB
Editor: Redaksi
Wartawan: --
Tafsir Al-Isra 17: Siapa Lagi yang Perlu Diazab?
Ilustrasi

Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .  

Wakam ahlaknaa mina alquruuni min ba’di nuuhin wakafaa birabbika bidzunuubi ‘ibaadihi khabiiran bashiiraan (17).

Setelah Allah SWT mengabarkan betapa Dia jika mau menghabisi sebuah kaum, maka Tuhan menggerakkan para pembesar, kaum elite, komunitas papan atas, termasuk para artis yang suka berfoya-foya dan menghamburkan uang demi kesenangan. Itulah yang pada ayat sebelumnya (16) disebut sebagai kaum mutarafin. Manusia hedonistik, arah hidupnya memburu kesenangan duniawi sepuas-puasnya. Dan tidak akan bisa puas.

Tercatat bebarapa orang kaya dunia, termasuk para artis kelas dunia mengakhiri hidupnya secara tragis, karena tidak menemukan kebahagiaan. Seperti beberapa artis Hollywood. Belasan persen mati bunuh diri karena berbagai sebab. Ada yang tidak menemukan kepuasan, ada yang tidak sanggup lagi menjalani hidup biasa setelah tenar dan bergelimang harta. 

Keluhan Steve Job, pemilik iPhone yang kekayaannya sekitar 67 triliun rupiah saat menjelang wafat baik untuk diresapi. Dia mengatakan betapa tidak berharganya materi yang dimiliki karena sama sekali tidak bisa menggantikan sakit yang ia derita. Satu-satunya yang menggembirakan dirinya, yang bisa menghibur dirinya di ranjang rumat sakit adalah kasih sayang, ketulusan sikap, dan amal sosial.

Apa yang diucap pemilik iPhone itu sesungguhya masuk pada bagian dari substansi keimanan yang digagas agama. Karena dia bukan muslim, maka dia tidak bisa membahasakan anganannya itu dengan bahasa agama. Jika dibahasa-agamakan, jadinya tesis seperti ini: "Semua materi dan keduniawian tak lagi berguna, kecuali keimanan dan amal shalih". Lalu secara spontan melontarkan sayembara: "Siapa yang mau menggantikan sakitnya ini akan diberi kekayaannya sekian-sekian...".

Tentu saja tidak ada yang merespon karena itu mustahil.

Pada ayat ini, Tuhan memberi maklumat kepada dunia, bahwa sudah banyak bangsa yang dihajar setelah kaum nabi Nuh A.S. Kita tahu bahwa kaum Nabi Nuh A.S. dihabisi, ditenggelamkan dalam mahatsunami. Lalu, tidak puas dengan memberi maklumat, Tuhan juga menyatakan, bahwa Diri-Nya terus memelototi sekecil apapun dosa hamba-Nya. "wakafaa birabbika bidzunuubi ‘ibaadihi khabiiran bashiiraanwa kafa birabbik bidzunubi ibadih khabira bashira". Maksudnya jelas, bahwa agar jangan ada bangsa yang berbuat durhaka lagi, karena Tuhan maha mengetahui dan tidak segan-segan mengambil tindakan.

Warning ini ditujukan kepada penduduk Makkah yang membandel dan terus berbuat durhaka. Karena tidak percaya bahwa Muhammad SAW adalah utusan Tuhan, tidak percaya ancaman al-qur'an itu beneran, maka tercatat beberapa sikap arogan mereka yang menghina dan menantang. Sekali pernah Nabi SAW mendoakan mereka agar tertimpa kemiskinan mencekam. 

Tuhan mengabulkan dengan menahan hujan agar tidak turun di daerah itu. Benar, terjadilah kekeringan ekstrem yang sangat memelaratkan mereka. Ternak mereka pada mati kelaparan dan bayi-bayi kurus kekurangan air susu. Gizi buruk melanda hebat melebihi tragedi buruk di Papua dan angka kematian bayi meningkat tajam tak terhindarkan. 

Dukun paling sakti tak berkutik apa-apa, meski ritual paling ampuh sudah diterapkan. Akhirnya, tidak ada jalan lain kecuali sowan menghadap Muhammad Rasulullah SAW. Nabi mulia itu hanya menunduk diam dan berkata, andai tidak karena anak-anak kecil yang tidak berdosa, andai tidak karena binatang-binatang yang membutuhkan air, Allah SWT tidak sudi mengucurkan hujan. Ya, aku mohonkan kepada Tuhan. Hujan pun turun beruntun sangat memuaskan. Lalu, berimankah mereka? Tidak juga. Hanya yang diberi hidayat saja.

Sumber: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Sabtu, 23 Mei 2020 23:28 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*21. Unzhur kayfa fadhdhalnaa ba’dhahum ‘alaa ba’dhin walal-aakhiratu akbaru darajaatin wa-akbaru tafdhiilaanPerhatikanlah bagaimana Kami melebihkan sebagian mereka atas sebagian (yang lain). Dan kehidupan ...
Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <&...