Banjir yang terjadi di Purwodadi, Pasuruan, tahun lalu.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Musim hujan yang mulai mengguyur wilayah Pasuruan dalam sebulan terakhir ini secara langsung berpotensi terjadi banjir dan bencana longsor. Mengingat, wilayah Pasuruan memang sebagian adalah dataran tinggi dan pesisir sehingga diperlukan kewaspadaan dari masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPBD Pasuruan Bhakti Jati Permana pada Bangsaonline.com Jum’at (28/12) kemarin. Ia menjelaskan intensitas curah hujan di Pasuruan sesuai data kalender dari BMKG terjadi pada Bulan Januari-Maret. "Kalau tingkat curah hujan di Pasuruan pada tahun 2019 ini relatif kecil di bandingkan bulan Januari-Maret kemarin (tahun lalu, red)," jelasnya.
BACA JUGA:
- Aktivis Soroti Banjir Pasuruan, Desak Gubernur Jatim Keluarkan Moratorium Izin Tambang
- Dikunjungi Kepala BNPB, Wabup Pasuruan Sampaikan Kondisi Banjir, 150 Hektare Terancam Gagal Panen
- Tinjau Banjir Pasuruan, Gubernur Khofifah Minta Penanganan Cepat dan Terkoordinasi
- Banjir Terbesar Rendam Beji Pasuruan, BPBD Jatim Turun Tinjau Lokasi
Dengan rendahnya prediksi intensitas hujan yang terjadi tersebut, lanjut Bhakti, maka musibah bencana seperti banjir dan longsor juga relatif kecil. Meski, menurutnya tidak menutup kemungkinan ada juga beberapa wilayah di Pasuruan yang rawan banjir dan longsor. Maka dari itu pihak BPBD juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk terus waspada.
"Kita tetap waspada karena Pasuruan sendiri berada wilayah di Selat Madura, serta gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat," tambahnya. (bib/par/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




