Senin, 22 Juli 2019 05:20

Polres Pamekasan Ungkap 68 Kasus Narkoba Sepanjang Tahun 2018

Sabtu, 29 Desember 2018 21:14 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Erri Sugianto
Polres Pamekasan Ungkap 68 Kasus Narkoba Sepanjang Tahun 2018

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Polres Pamekasan, Madura, Jawa Timur, berhasil mengungkap 68 kasus penyalahgunaan narkoba di Bumi gerbang salam sepanjang tahun 2018. 

Dari 68 kasus tersebut, Polres Pamekasan berhasil membekuk sebanyak 98 tersangka kasus narkoba mulai 1 Januari hingga 27 Desember 2018. “Ke-98 tersangka kasus narkoba yang berhasil kami tangkap itu dari 68 kasus,” ujar Kasat Narkoba Polres Pamekasan AKP Sjaiful Arif kepada awak media di Pamekasan, Sabtu (29/12/2018).

Syaiful menjelaskan para tersangka tersebut terdiri dari pengedar sebanyak 45 orang, pemakai sebanyak 50 orang dan bandar narkoba sebanyak 3 orang. Sedangkan barang bukti (BB) yang berhasil disita petugas terdiri pil koplo (LL) sebanyak 2.591 butir, narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 83.96 gram dan minuman keras sebanyak 123 botol.

“Dari 98 orang tersangka kasus narkoba yang berhasil tertangkap, ada sebanyak 94 orang laki-laki dan 4 orang tersangka perempuan,” tutur Sjaiful.

Selanjutnya tersangka dengan usia antara 15 tahun sampai dengan 19 tahun sebanyak 6 orang. Untuk usia 20 hingga 24 tahun sebanyak 37 orang, sedangkan usia terbanyak antara 25 hingga 64 tahun, yakni sebanyak 54 orang dan 1 orang berusia 65 tahun.

"Kalau dilihat dari tingkat pendidikan, dari 98 orang tersangka yang kita tangkap, sebanyak 14 orang di antaranya berpendidikan SD, sedangkan tingkat SMP sebanyak 22 orang. Untuk tingkat SMA yang paling tinggi yakni 57 orang dan Perguruan Tinggi sebanyak hanya 5 orang," katanya.

Sementara dari profesi, ke-98 orang tersangka yang menjadi pekerja swasta sebanyak 85 orang, Satpam 1 orang, wartawan 1 orang, mahasiswa 4 orang, tuna karya 3 orang. Kemudian untuk nelayan 2 orang, sedangkan dari petani hanya 1 orang, serta anggota Polri sebanyak 1 orang.

"Kalau dipandang dari Lokasi penangkapan, di daerah pemukiman warga sebanyak 30 kasus, di tempat umum 7 kasus, untuk di jalan raya ada 21 kasus, di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) 2 kasus, sedangkan di rumah kos sebanyak 2 kasus, dan di daerah pertokoan sebanyak 5 kasus dan terakhir di warung sebanyak 1 kasus," urainya.

"Dengan jumlah 68 kasus dan 98 tersangka sepanjang tahun 2018, menunjukkan bahwa narkoba masih menjadi persoalan serius yang perlu menjadi perhatian kita semua,” pungkas AKP Sjaiful Arif. (err/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...