Polisi mengatakan, pemuda yang paspornya ditahan sekitar seminggu yang lalu, pernah mengibarkan sebuah bendera organisasi yang terkait Islamic State atau ISIS di sebuah pusat perbelanjaan lokal dan telah ”menarik“ perhatian polisi selama beberapa bulan terakahir.
Media lokal melaporkan bahwa dia berasal dari Afghanistan dan ia pernah berteriak menghina Perdana Menteri Tony Abbott dan pemerintah sebelum ia ditembak. Lembaga penyiaran Australian Broadcasting Corp mengatakan haider terkait dengan al-Furqan, sebuah kelompok radikal Islam di Melbourne yang digerebek aparat keamanan pada 2012.
“Saya bisa memberitahu bahwa orang yang diperiksa itu dikenal sebagai tersangka teror yang telah menarik perhatian aparat penegak hukum dan badan intelijen,” kata Menteri Kehakiman Michael Keenan kepada para reporter.
Kedua polisi yang ditikam ini kini dalam kondisi stabil dan dirawat di rumah sakit, dengan salah satu diantaranya menjalani operasi setelah ia ditikam di bagian kepala, perut dan leher.
Awal pekan ini, Abbott memperingatkan warga Australia bahwa keseimbangan antara kebebasan dan keamanan “mungkin akan bergeser“, ketika ia menggarisbawahi kekuatan-kekuatan baru dunia yang kini bergabung memburu para tersangka militan.
“Jelas, ini mengindikasikan bahwa ada orang-orang di masyarakat kami yang bisa melakukan tindakan-tindakan yang sangat ekstrim,“ kata Abbott.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




