VICTORIA (bangsaonline)
Polisi Australia menembak mati seorang remaja setelah ia menikam dua anggota satuan anti-teror, beberapa hari setelah polisi menggelar razia besar-besaran atas para militan yang berencana memenggal acak warga.
BACA JUGA:
- Napiter WBP Lapas Surabaya Ucapkan Janji Setia kepada NKRI
- Komandan Al Qaida Tewas dalam Baku Tembak melawan Militer AS
- Iran akan Serang AS, Jenderal Iran Qassem Suleimani Dibunuh dengan Drone atas Perintah Trump
- Sore Tadi, Teroris ISIS asal Somalia Ledakkan Mobil, Lalu Tusuk Wajah Warga Melbourne sampai Mati
Australia memberlakukan kesiagaan tinggi terkait serangan atas para militan lokal yang kembali setelah ikut berjihad di Timur Tengah. Pengamanan diperketat di kantor parlemen Canberra di mana polisi dilengkapi dengan senapan serbu, dan penjagaan ketat juga dilakukan di berbagai pertandingan olahraga besar.
Pemuda berumur 18 tahun, yang disebut bernama Abdul Numan Haider, diminta datang ke sebuah kantor polisi di negara bagian Victoria Selasa malam karena prilakunya yang “menyebabkan keresahan”, kata polisi.
“Ini adalah sebuah pertemuan yang direncanakan dan disepakati terjadi di kantor polisi Endeavour Hills. Ketika dua polisi ini mendekati, pemuda itu menikam mereka, satu di antaranya (mengalami luka) sangat serius,” kata kepala polisi Victoria Ken Lay kepada wartawan.
“Salah satu polisi yang terluka menembakkan seluruh isi senjatanya, yang secara fatal melukai pemuda 18 tahun itu.”
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




