Jumat, 22 Maret 2019 20:09

Tuntut Pengisian Perangkat, Ratusan Kades di Kediri Datangi Kantor Pemkab

Kamis, 06 Desember 2018 18:58 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Arif Kurniawan
Tuntut Pengisian Perangkat, Ratusan Kades di Kediri Datangi Kantor Pemkab
Sempat terjadi aksi saling dorong antara kepala desa dengan petugas keamanan didepan pintu masuk kantor Bupati Kediri. Foto: ARIF K/BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Ratusan kepala desa (Kades) se-Kabupaten Kediri tergabung dalam Paguyuban Kepala Desa (PKD) menggeruduk Kantor Bupati Kediri Hj Haryanti Sutrisno di Jalan Soekarno Hatta, Ngasem, Kediri, Kamis (6/12). Kedatangan mereka menuntut Bupati Kediri agar segera melaksanakan pengisian perangkat desa yang kosong.

Dari pantauan, sebelum berangkat ke kantor Bupati Kediri, massa berkumpul sejak pagi di area Simpang Lima Gumul. Mereka lalu datang ke Pemkab dengan pengawalan dari petugas Kepolisian. Tiba di kantor Pemkab, massa berkumpul di halaman masjid.

Saat akan masuk ke kantor Bupati Kediri, PKD sempat terhadang oleh petugas Satpol PP Kabupaten Kediri dan petugas kepolisian. Akibatnya terjadi insiden dorong-mendorong antara para kepala desa dengan petugas gabungan.

Bahkan sempat terjadi kekerasan antara PKD dan petugas gabungan. Aksi itu dapat diredam dan pada akhirnya mereka ditemui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Satirin dan Kepala Bagian Hukum Sukadi.

Setelah mengadakan pertemuan yang juga dihadiri inspektorat, disepakati perwakilan kepala desa akan berangkat ke Kementerian Dalam Negeri untuk menanyakan putusan Mahkamah Agung Nomor: 28P/HUM/12018 tertanggal 20 Agustus 2018.

Ketua PKD Kabupaten Kediri Yohansyah Iwan Wahyudi mengungkapkan kedatangannya ke kantor pemkab bermaksud untuk menemui bupati Kediri. Tujuannya untuk meminta waktu audiensi segera mengangkat perangkat desa. 

“Hasilnya pertemuan kami dari perwakilan kepala desa dan bersama perwakilan Pemkab akan ke Mendagri untuk mengambil keputusan tentang pengangkatan perangkat desa,” ungkap Yohansyah.

Dari keterangan Yohansyah, di Kabupaten Kediri banyak kekosongan perangkat desa. Hal itu membuat kinerja di tingkat desa tidak maksimal. “Kami jelas kewalahan bila tidak ada perangkat desa. Baik itu dari segi pelayanan dan administrasi,” ungkapnya.

Dengan adanya insiden itu, Yohansyah menyampaikan permohonan maaf kepada petugas gabungan. “Kami memohon maaf atas kejadian ini karena selama ini diombang-ambingkan dan tidak mendapatkan respons baik,” ujarnya. (rif/ian)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 19 Februari 2019 16:59 WIB
BANGSAONLINE.com - Februari udah mau abis aja nih... Saygon Waterpark punya banyak banget promo menarik buat kalian di bulan Februari ini. Ayo... jangan sampai ketinggalan ya...1. Romantic Moment, Berdua Lebih HematBuat kalian yang dateng berdua sama...
H. Suparto Wijoyo
Rabu, 20 Maret 2019 10:57 WIB
Oleh: H. Suparto Wijoyo*PAPUA menghadirkan duka pada saat yang nyaris setarikan nafas panjang atas tragedi yang menimpa Jamaah shalat Jumat di Masjid An Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat 15 Maret 2019. 49 orang tewas akibat pemberondongan...
Minggu, 17 Maret 2019 23:15 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag28. Wa-immaa tu’ridhanna ‘anhumu ibtighaa-a rahmatin min rabbika tarjuuhaa faqul lahum qawlan maysuuraanDan jika engkau berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, maka kat...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...