Kamis, 09 Juli 2020 19:24

Sekolah Taman Lentera, Komitmen Bangun Karakter Anak Lewat Berpikir dan Cara Anak

Selasa, 04 Desember 2018 21:34 WIB
Editor: Choirul
Wartawan: --
Sekolah Taman Lentera, Komitmen Bangun Karakter Anak Lewat Berpikir dan Cara Anak
Bermain “Angin Bertiup” bersama dengan para relawan. foto: Kharisma Ghana Tawakal

SEMARANG, BANGSAONLINE.com - Taman Lentara, sekolah literasi yang didirikan Ike Purwaningsih betujuan membuat anak-anak suka membaca sejak dini, dan mengembangkan karakter dasar, melalui cara anak-anak.

Seperti menstimulasi anak agar terbiasa meminta tolong dengan sopan ketika butuh bantuan, serta berterima kasih setelah dibantu. Tidak hanya mengasah otak, Taman Lentera juga melatih anak untuk mampu berempati.

Kegiatan ini dilaksanakan di markas Santren Delik, Kalialang Lama IX No 44 Kelurahan Sukorejo, Gunungpati, Semarang. Taman Lentera menyusun berbagai program-program yang menarik minat anak untuk membaca dan mengembangkan karakter.

Setiap Sabtu pukul 15.30 hingga 17.30 sore, relawan yang tergabung dalam Komunitas Small Initiatives mengajak anak-anak menambah wawasan dan ilmu mereka melalui Kelas Membaca, Kelas Dongeng, Kelas Eksperimen, dan Kelas Dolanan.

“Melalui Taman Lentera, apa yang mereka dapatkan di sekolah akan dipraktikkan di sini. Misalnya terjadinya bencana gunung meletus, di Taman Lentera mereka diajak bereksperimen untuk praktek membuat gunung meletus mini dengan reaksi kimia. Setelah itu dijelaskan reaksi kimianya itu seperti apa. Melalui eksperimen ini anak paham dan anak tahu secara langsung kenyataan seperti apa sehingga mereka dekat dengan apa yang mereka pelajari. Gak cuman ngawang-ngawang tok,” tutur Wachid (26), satu aktivis di Taman Lentera.

Saat ditanya kesulitan mengajari anak-anak, Wachid menuturkan tidak ada. Menurutnya, yang dibutuhkan untuk mengajari anak-anak hanya ekstra peka. Sebab, menyikapi anak tidak semua harus diperlakukan sama. Apabila relawan dapat mengetahui masalah apa yang membuat anak-anak sulit untuk diatur, maka mereka dapat menentukan sikap apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi sifat bandel anak.

Desi, relawan lainnya, menambahkan bahwa di Taman Lentera, anak-anak dengan dididik dengan bahasa dan cara “anak-anak”.

Misalnya, pada Sabtu (1/12) lalu, kegiatan di Taman Lentera adalah Kelas Dolanan. Untuk mengawali kegiatan pada sore itu, anak-anak diajak membiasakan berdoa, dilanjutkan senam yang dipimpin teman sendiri dan didampingi oleh salah satu relawan. Kegiatan terus berlanjut dengan permainan estafet sarung, angin bertiup, dan permainan “naga-nagaan”.

Saat ditanya mengenai kegiatan pada sore itu, Naya (9) dan Die (9) mengaku senang karena bisa bertemu dengan teman-teman dan bermain estafet sarung bersama teman-teman. “Banyak yang bisa dilakukan di sini kak, ya bermain, membuat es krim, membuat simulasi gunung meletus, terus beberapa waktu lalu aku dan Die diajak rekaman suara untuk soundtrack Taman Lentera,” kata Naya.

(Wachid Choirul Amin (kanan), Aulia Denaya (dua dari kanan), dan Desi Natalia (tengah) sedang diwawancarai Fatkha Karinda Putri (dua dari kiri) dan Kharisma Ghana Tawakal (kiri))

.

(Kelas Dolanan salah satu kegiatan di Sekolah Taman Lentera. Foto : Kharisma Ghana Tawakal)

.

Kontributor :

1. Fatkha Karinda Putri

2. Kharisma Ghana Tawakal

(Mahasiswa Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Semarang)

Sumber: -
Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Rabu, 01 Juli 2020 18:44 WIB
Oleh Fandi Akhmad Yani (Gus Yani)*Kring... Kring.. Kring.. "Hallo Pak Ketua". Terdengar suara lirih dari depan kantor DPRD Gresik saat saya keluar dari kantor. Adalah Mbah Amang Genggong. Sudah menjadi kebiasaannya setiap kali melintas di depan ged...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Jumat, 03 Juli 2020 22:23 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...