Minggu, 21 April 2019 18:05

Perluas Jaringan ke Jawa Tengah, Khofifah Ajarkan Bu Nyai Tangkis Hoax dan Kampanye Hitam

Minggu, 18 November 2018 22:20 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M Didi Rosadi
Perluas Jaringan ke Jawa Tengah, Khofifah Ajarkan Bu Nyai Tangkis Hoax dan Kampanye Hitam
Khofifah menghadiri deklarasi Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) Wilayah Jawa Tengah. foto: ist

SEMARANG, BANGSAONLINE.com - Gerak Khofifah Indar Parawansa bersama Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) merambah Jawa Tengah.

Setelah tiga hari lalu melakukan deklarasi JKSN Jawa Barat, Minggu (18/11), giliran masyarakat provinsi Jawa Tengah bersama-sama mendeklarasikan bersama JKSN untuk menyukseskan pasangan capres dan cawapres Joko Widodo - Ma'ruf Amin.

Bertempat di Semarang, deklarasi yang dihadiri oleh ribuan kiai dan bunyai itu juga dihadiri oleh Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir.

Dalam kesempatan itu, Khofifah menyampaikan bahwa Provinsi Jawa Tengah ini memang menjadi bagian dari 10 provinsi prioritas yang dijajaki Khofifah dan JKSN untuk menggalang dukungan untuk pasangan capres dan cawapres nomor urut 1.

"Kemarin sempat di Jawa Barat, hari ini kita deklarasi di Jawa Tengah. Tentu perluasan jaringan ini bagi tim pak Jokowi dan pak Kiai Ma'ruf Amin adalah penguatan, dengan begitu harapan kami para swing voters semakin kuat dan yakin untuk sama-sama berjuang untuk pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin," kata Khofifah.

Lebih lanjut, Khofifah menegaskan bahwa yang datang memenuhi gedung olahraga Semarang ini adalah para orang-orang kunci atau key person dari kabupaten kota dari Provinsi Jawa Tengah. Mereka adalah orang berpengaruh yang mayoritas adalah bu nyai dari banyak kabupaten kota di Jawa Tengah.

"Usai deklarasi ini, saya masih akan rapat dengan mereka semua. Sebagaimana beliau-beliau adalah speaker, tentu mereka butuh penguatan reasoning mengapa harus memilih Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf," tegas Khofifah.

Khofifah dan tim JKSN akan memaparkan bagaimana sukses pemerintahan Jokowi selama empat tahun ini. Tentang penurunan kemiskinan siginifikan di pemerintahan Jokowi, yang menurut Khofifah tidak terbantahkan dengan narasi apapun.

"Data penurunan kemiskinan bukan hanya dipublish oleh BPS, tapi juga terkonfirmasi bank dunia IMF. Saya tahu karena saya ikut berproses dalam kaitan penurunan kemiskinan itu," tegas Khofifah.

Selain soal keberhasilan, yang juga penting adalah penyampaian bagaimana para influencer menjawab hoax, dan negatif campaign yang saat ini semakin deras menghantam pasangan Jokowi-Ma'ruf.

"Nah mereka sudah harus punya kemampuan yang lebih update untuk menjawab hoax dan negatif campaign. Update itu akan terbangun jika ada ada ada dalam satu jejaring sehingga demokrasi yang bermartabat," kata Khofifah.

Sementara itu Ketua Tim Kampanye Nasional Erick Thohir mengatakan optimistis atas dukungan JKSN ini bisa menggalang dukungan bukan hanya kiai dan santri, tapi juga generasi muda.

"Terutama dalam ikut menyebarkan kiprah beliau bekerja dalam membangun Indonesia empat tahun ini. Beliau bisa membuktikan bagaimana bisa meringankan ekonomi keluarga melalui Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat," kata Erick.

Erick juga mengatakan bahwa ia juga melihat dengan mata kepala sendiri tentang Jokowi yang salatnya rajin. "Dan saya yakini juga untuk generasi muda indonesia, beliau sangat perhatikan indonesia kreatif," pungkas Erick. (mdr/rev)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Yogi Indra Pratama
Jumat, 19 April 2019 21:53 WIB
Oleh: Yogi Indra Pratama, ST.,MT.*Istilah golput atau golongan putih pertama kali muncul pada tahun 1971. Pada masa itu, golput merupakan suatu bentuk gerakan protes yang dikumandangkan oleh pemuda dan mahasiswa dengan datang ke TPS untuk mencob...
Jumat, 19 April 2019 22:40 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaanDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesung...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...