Rabu, 21 November 2018 09:53

Bersama Petani, BI Kediri Tanam 25 Ribu Bibit Kopi di Lereng Wilis

Kamis, 08 November 2018 19:28 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Arif Kurniawan
Bersama Petani, BI Kediri Tanam 25 Ribu Bibit Kopi di Lereng Wilis
Kepala BI Kediri Djoko Raharto bersama para petani saat membawa bibit kopi yang akan ditanam di bukit perkemahan Jurang Senggani.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri bersama dengan KUB Omah Kopi, Petani, Pokdarwis, dan Perum Perhutani melaksanakan tanam Kopi Arabika jenis Komasti sebanyak 25 ribu batang. Kegiatan yang dilaksanakan di lereng wilis tepatnya di bumi perkemahan jurang senggani Desa Sendang Kabupaten Tulungagung ini sekaligus dikampanyekan Gerakan Peduli Lingkungan melalui pengolahan dan pemanfaatan pupuk organik limbah ternak yang difermentasi, serta melakukan gerakan pengembangan pariwisata bekerja sama dengan Pokdarwis.

Saat ini sudah tersedia bibit kopi sebanyak 100 ribu batang pohon. Namun pada tahap ini yang akan ditanam adalah sebanyak 25 ribu pohon. Penanaman ini melibatkan sekitar 100 petani dengan luas lahan sekitar 10 hektar.

Lahan yang akan ditanami adalah lahan milik petani dan sebagian ditanam di lahan milik Perhutani. Dengan penanan ini, maka bibit Kopi Arabika di wilayah tersebut sudah tertanam lebih kurang 45 ribu pohon, 20 ribu pohon diantaranya sudah mulai berbuah.

Kepala Perwakilan BI Kediri Joko Raharto mengatakan, terdapat beberapa hal yang istimewa untuk tahun ini, yaitu, petani mulai memanfaatkan limbah padat dan cair ternak yang sudah difermentasi dengan MA 11 menjadi pupuk organik.

"Selama ini petani membuang limbah padat dan cair ternak di sungai atau di kebun tanpa dilakukan fermentasi sehingga mencemari lingkungan dan kontra produktif. Selanjutnya melalui edukasi dan pelatihan, petani berhasil dibuka mindsetnya bahwa limbah ternak apabila diolah dengan benar akan menjadi produk bernilai tambah yang ramah lingkungan," kata Joko, Kamis (8/11).

Selanjutnya, Pokdarwis juga dilibatkan untuk menggarap dan mempromosikan pariwisata di lokasi penanaman kopi yang memang layak juaI sebagai objek pariwisata. Di samping mempromosikan keindahan alam dan budaya setempat, juga dimasukkan materi nilai ekonomis dari hulu hilir budidaya dan produk kopi yang dikombinasikan dengan produk unggulan setempat, yaitu susu sapi, teh dan coklat.

Dengan terintegrasinya pengembangan potensi produk, budaya dan didukung potensi alam yang indah, diharapkan pengembangan ekonomi yang partisipatif dan inklusif dapat terwujud. (rif/rev)

Rabu, 14 November 2018 00:10 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SUASANA khusuk menyelimuti Jumat malam 9 November 2018 di lorong-lorong kampung, di ruas-ruas musholla, di beranda-beranda langgar, di ruang-ruang masjid, surau ataupun gardu desa. Rakyat membaca doa dengan selingan renungan tent...
Senin, 19 November 2018 11:17 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Waja’alnaa allayla waalnnahaara aayatayni famahawnaa aayata allayli waja’alnaa aayata alnnahaari mubshiratan litabtaghuu fadhlan min rabbikum walita’lamuu ‘adada alssiniina waalhisaaba...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Selasa, 06 November 2018 22:28 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - Dua tahun terakhir Kabupaten Madiun mendapatkan penghargaan Anugerah Wisata Tingkat Provinsi Jawa Timur. Pertama anugerah wisata buatan terbaik provinsi diraih Taman Wisata Madiun Umbul Square tahun 2017, menyusul kemudian ...