Kamis, 24 Januari 2019 10:45

Siti Aisyah, Pembunuh Saudara Pemimpin Korut Kim Jong Un, Ada Kans Lolos dari Hukuman Gantung

Rabu, 07 November 2018 19:31 WIB
Editor: choirul
Siti Aisyah, Pembunuh Saudara Pemimpin Korut Kim Jong Un, Ada Kans Lolos dari Hukuman Gantung
Siti Aisyah dari Indonesia dikawal polisi saat ia tiba di Pengadilan Tinggi Shah Alam di Shah Alam, Malaysia, Rabu (7/11) siang tadi. Siti Aisyah terlibat dalam pembunuhan saudara pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. (Foto AP / Yam G-Jun)

KUALA LUMPUR, BANGSAONLINE.com - Pengadilan Malaysia menetapkan tanggal untuk sidang pembelaan, untuk Siti Aisyah (25) dari Indonesia, yang didakwa terlibat dalam pembunuhan saudara tiri Pemimpin Korea Utara.

Di Malaysia berlaku hukuman gantung bagi pembunuh. Namun, saat ini pemerintah Malaysia berencana meniadakan hukuman mati dengan cara digantung itu. Jika memang kasus Siti Aisyah nantinya dijatuhi hukuman mati, kemungkinan eksekusi hukuman mati akan ditangguhkan sampai hukum baru diterapkan.

Hakim Pengadilan Tinggi pada bulan Agustus menemukan cukup bukti yang menyimpulkan Siti Aisyah dan Doan Thi Huong Vietnam, bersama dengan empat tersangka Korea Utara yang hilang, terlibat dalam "konspirasi yang direncanakan dengan baik" untuk membunuh Kim Jong Nam.

Polisi mengantar para wanita ke gedung pengadilan pada hari Rabu (7/11) untuk sidang, dengan agenda jadwal sidang pembelaan. Sedianya, dilaksanakan pada 1 November lalu, tapi ditunda karena pengacara pembela jatuh sakit.

Dalam kesaksiannya, Siti mengira hanya untuk acara lucu-lucuan di televisi. Dia turut meracuni Kim di terminal bandara di Kuala Lumpur pada 13 Februari 2017. Ternyata Kim tewas esoknya. Siti Aisyah adalah satu-satunya tersangka yang berhasil ditangkap. Empat tersangka Korea Utara kabur duluan.

Pengacara Aisyah, dan Huong (29), mengatakan kepada hakim bahwa bersaksi di bawah sumpah dalam pembelaan. Mereka mengatakan klien mereka adalah pion dalam pembunuhan politik dengan hubungan yang jelas ke Kedutaan Korea Utara di Kuala Lumpur, dan menyebut bahwa jaksa gagal menunjukkan bahwa terdakwa benar-benar berniat membunuh.

Pejabat Malaysia tidak pernah secara resmi menuduh Korea Utara, dan menegaskan bahwa tidak ingin persidangan dipolitisasi.

Kim dari keluarga penguasa Korea Utara. Dia telah tinggal di luar negeri selama bertahun-tahun tetapi dia pikir dia bisa dilihat sebagai ancaman bagi pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.

Sumber: foxnews
BERITA VIDEO: Tuntut Pilpres 2019 Ada Calon Independen, Inilah Sosok yang Diusung "Tikus Pithi"
Kamis, 03 Januari 2019 13:53 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Tikus Pithi, kelompok massa yang menggelar demo di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngawi, Kamis (3/1) menuntut agar di Pilpres 2019 kali ini ada calon independen, alias nonparpol.Saifuddin, Korlap Tikus Pithi Ka...
Jumat, 28 Desember 2018 23:10 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Kampung Toronan Semalam yang berada di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura memiliki keindahan tersendiri yang bisa dinikmati para wisatawan. Kampung ini cukup unik lantaran bunga Sakura yang kerap...
Suparto Wijoyo
Rabu, 23 Januari 2019 10:48 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAMPAI saat ini masih banyak pihak yang meramaikan debat capres-cawapres 17 Januari 2019 sambil menanti hadirnya agenda serupa 17 Februari 2019. Debat itu seolah tidak lapuk oleh hujan nan tiada kering oleh panas, seterik ap...
Sabtu, 19 Januari 2019 12:37 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 20-22 20. kullan numiddu haaulaa-i wahaaulaa-i min ‘athaa-i rabbika wamaa kaana ‘athaau rabbika mahtsuuraanKepada masing-masing (golongan), baik (golongan) ini (yang menginginkan dunia) maupun (gol...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...