Jumat, 21 Juni 2019 05:21

Siti Aisyah, Pembunuh Saudara Pemimpin Korut Kim Jong Un, Ada Kans Lolos dari Hukuman Gantung

Rabu, 07 November 2018 19:31 WIB
Editor: choirul
Siti Aisyah, Pembunuh Saudara Pemimpin Korut Kim Jong Un, Ada Kans Lolos dari Hukuman Gantung
Siti Aisyah dari Indonesia dikawal polisi saat ia tiba di Pengadilan Tinggi Shah Alam di Shah Alam, Malaysia, Rabu (7/11) siang tadi. Siti Aisyah terlibat dalam pembunuhan saudara pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. (Foto AP / Yam G-Jun)

KUALA LUMPUR, BANGSAONLINE.com - Pengadilan Malaysia menetapkan tanggal untuk sidang pembelaan, untuk Siti Aisyah (25) dari Indonesia, yang didakwa terlibat dalam pembunuhan saudara tiri Pemimpin Korea Utara.

Di Malaysia berlaku hukuman gantung bagi pembunuh. Namun, saat ini pemerintah Malaysia berencana meniadakan hukuman mati dengan cara digantung itu. Jika memang kasus Siti Aisyah nantinya dijatuhi hukuman mati, kemungkinan eksekusi hukuman mati akan ditangguhkan sampai hukum baru diterapkan.

Hakim Pengadilan Tinggi pada bulan Agustus menemukan cukup bukti yang menyimpulkan Siti Aisyah dan Doan Thi Huong Vietnam, bersama dengan empat tersangka Korea Utara yang hilang, terlibat dalam "konspirasi yang direncanakan dengan baik" untuk membunuh Kim Jong Nam.

Polisi mengantar para wanita ke gedung pengadilan pada hari Rabu (7/11) untuk sidang, dengan agenda jadwal sidang pembelaan. Sedianya, dilaksanakan pada 1 November lalu, tapi ditunda karena pengacara pembela jatuh sakit.

Dalam kesaksiannya, Siti mengira hanya untuk acara lucu-lucuan di televisi. Dia turut meracuni Kim di terminal bandara di Kuala Lumpur pada 13 Februari 2017. Ternyata Kim tewas esoknya. Siti Aisyah adalah satu-satunya tersangka yang berhasil ditangkap. Empat tersangka Korea Utara kabur duluan.

Pengacara Aisyah, dan Huong (29), mengatakan kepada hakim bahwa bersaksi di bawah sumpah dalam pembelaan. Mereka mengatakan klien mereka adalah pion dalam pembunuhan politik dengan hubungan yang jelas ke Kedutaan Korea Utara di Kuala Lumpur, dan menyebut bahwa jaksa gagal menunjukkan bahwa terdakwa benar-benar berniat membunuh.

Pejabat Malaysia tidak pernah secara resmi menuduh Korea Utara, dan menegaskan bahwa tidak ingin persidangan dipolitisasi.

Kim dari keluarga penguasa Korea Utara. Dia telah tinggal di luar negeri selama bertahun-tahun tetapi dia pikir dia bisa dilihat sebagai ancaman bagi pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.

Sumber: foxnews
Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Rabu, 12 Juni 2019 16:10 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Setelah jalur lintas selatan Jogja dibuka, banyak pantai-pantai yang terbuka aksesnya untuk umum. Sebelumnya, keterbatasan akses membuat banyak pantai cantik ini nyaris tak terjamah oleh manusia. Namun sekarang banya...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Rabu, 19 Juni 2019 14:35 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag54. Rabbukum a’lamu bikum in yasya' yarhamkum aw in yasya' yu’adzdzibkum wamaa arsalnaaka ‘alayhim wakiilaanTuhanmu lebih mengetahui tentang kamu. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia akan memberi rahmat ...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Sabtu, 08 Juni 2019 16:07 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...