Rabu, 24 Juli 2019 01:41

Demi Kesejahteraan, Jokowi Tegaskan Tak Ada Muatan Politis dalam Digratiskannya Jembatan Suramadu

Sabtu, 27 Oktober 2018 22:47 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Fauzi
Demi Kesejahteraan, Jokowi Tegaskan Tak Ada Muatan Politis dalam Digratiskannya Jembatan Suramadu
Presiden Joko Widodo saat menyampaikan sambutan dalam peresmian penghapusan tarif tol jembatan Suramadu. foto: FAUZI/ BANGSAONLINE

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Presiden Joko Widodo menegaskan tidak ada muatan politis dalam kebijakannya menggratiskan tol jembatan Suramadu (Surabaya-Madura). Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan peresmian penghapusan tarif tol Suramadu.

"Tidak ada hubungannya dengan politik, justru terkait perekonomian, kesejahteraan, keadilan untuk masyarakat Madura. Jika mau dikaitkan dengan politik, maka saya ambil kebijakan atau keputusan nanti pada bulan Maret 2019," tutur Presiden Joko Widodo.

Dalam kesempatan itu, ia memaparkan bahwa tujuan awal jembatan Suramadu adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Madura. Namun, hampir sepuluh tahun sejak jembatan Tol Suramadu beroperasi (2009), ternyata belum mampu memberikan dampak pertumbuhan ekonomi secara signifikan di wilayah Madura.

"Ketimpangan dan pertumbuhan perekonomian Madura tetap belum mampu bersaing dibanding Surabaya, Sidoarjo, dan Gersik. Angka kemiskinan di tiga kabupaten itu sudah turun di angka 4-7 persen, sedangkan di Madura masih berada di 16-23 persen," ungkap Presiden.

Atas dasar itulah, Jokowi mengaku pihaknya akhirnya memutuskan menghapus tarif tol jembatan Suramadu.

Selain itu, Jokowi memaparkan bahwa kebijakan tersebut juga atas desakan masyarakat Madura mulai dari Bupati, Ulama, Tokoh Agama, Kyai dan IKAMA. "Atas usulan dan desakan dari berbagai elemen masyarakat Madura lagi, maka hari ini saya memutuskan jalan Tol Suramadu akan menajdi jembatan non Tol biasa. Keputusan ini diambil, atas keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Madura," terangnya.

Sementara disinggung biaya pemeliharaan jika tarif digratiskan, Jokowi menjelaskan bahwa Negara tidak berpikir untung dan rugi. "Negara akan melakukan apa saja terkait keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat, di mana keuntungannya dan benefitnya ada di masyarakat. Pemasukan ke negara dari jembatan Suramadu selama ini kurang lebih 150 miliar per tahun. Harapannya dengan digratiskannya jembatan ini bisa membangkitkan ekonomi, sehingga Madura tidak telalu timpang dengan Surabaya, agar nantinya banyak turis masuk, pembangunan properti dan investor. Dan, bertambahnya dan terbuka lapangan kerja yang sebanyak-banyaknya sehingga jika ada investor mau investasi di Madura tidak berpikir panjang terkait ongkos transportasi, biaya logistik yang membebaninya, karena Madura memiliki potensi untuk mengembangkan wisata, properti, dan sektor pertanian," paparnya.

Pada peresmian jembatan Suramadu menjadi jembatan Non tol biasa ini, Presiden Jokowi didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Staf Khusus Presiden Johan Budi, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono.

Selain itu, turut hadir Bupati dan Wakil Bupati, Ketua DPRD Bangkalan, jajaran Ulama dan tokoh agama Surabaya. (uzi/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...