Jumat, 19 April 2019 06:13

Pemkab Bangkalan Gelar Tabligh Akbar Peringatan Hari Santri Nasional di SGB

Kamis, 25 Oktober 2018 23:55 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Fauzi
Pemkab Bangkalan Gelar Tabligh Akbar Peringatan Hari Santri Nasional di SGB

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Pemkab Bangkalan menggelar Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2018 di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Kamis (25/10/2018).

Selain Bupati Abdul Latif Imron Amin dan Wakil Bupati Mohni, Tabligh Akbar ini turut dihadiri Ketua PCNU, Ketua RMI, Forpimda, dan para kepala dinas OPD se-Kabupaten Bangkalan, Toga, Tomas dan ribuan santri-santriwati.

Acara dibuka dengan penampilan sholawat oleh "Shollu Community" yang dipimpin langsung oleh Ra Karror Aschol.

Dalam kesempatan itu, Bupati Bangkalan Abdul Latif Imron Amin memberikan motivasi agar tidak malu menjadi santri. "Saya juga santri Sidogiri, walau sebentar dan banyak tidur jadi Bupati, apalagi kalau jarang tidur," ungkap Bupati yang disambut tepuk tangan oleh santri- santriwati.

Untuk itu, Bupati mengajak para santri semangat menimba ilmu agar kelak dapat mengisi pembangunan Bangkalan ke depan lebih maju dan sejahtera.

"Sebagai generasi penerus dengan banyak ilmu akan banyak ide-ide cemerlang membangun Bangkalan ke depan," pungkas Bupati.

Di akhir sambutannya, Bupati berjanji akan menggelar peringatan Hari Santri Nasional (HSN) lebih besar dan semarak di tahun depan.

Sementara Ketua PCNU Bangkalan KH. Makki Nazir dalam acara tersebut mengapresiasi Presiden Jokowi atas kebijakannya menetapkan 22 Oktober sebagai hari santri nasional. Menurutnya, penetapan hari santri merupakan pengakuan bahwa santri juga memiliki jasa yang besar dalam merebut kemerdekaan Indonesia.

"Resolusi jihad harus dikembangkan. Santri dan ulama dulu teliti betul dengan menyusup. Jihad santri hari ini tidak ada bandingnya dibanding dengan jihad masa lalu. Jihad santri zaman dulu, jiwa raga dikorbankan untuk mempertahankan dan berjuang melawan musuh. Sedangkan saat ini, santri harus berjuang dengan jihad pena, yaitu santri mampu menulis dengan baik, pena sebagai senjata harus dapat digunakan. Bagaimana santri lihai dalam membuat tulisan di medsos dalam rangka membagun Indonesia jaya," pesannya. (uzi/rev)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 17 April 2019 10:19 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*RABU 17 April 2019 telah beranjak dari gawe demokrasi yang amat besar bagi Republik ini. Pemilu untuk memilih capres-cawapres, caleg DPR RI maupun DPRD dan insan DPD bagi kepentingan kepemimpinan lima tahun mendatang telah usai. ...
Sabtu, 13 April 2019 11:40 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaanDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesun...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...