Jumat, 19 Juli 2019 22:20

Pemkab Bangkalan Gelar Tabligh Akbar Peringatan Hari Santri Nasional di SGB

Kamis, 25 Oktober 2018 23:55 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Fauzi
Pemkab Bangkalan Gelar Tabligh Akbar Peringatan Hari Santri Nasional di SGB

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Pemkab Bangkalan menggelar Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2018 di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Kamis (25/10/2018).

Selain Bupati Abdul Latif Imron Amin dan Wakil Bupati Mohni, Tabligh Akbar ini turut dihadiri Ketua PCNU, Ketua RMI, Forpimda, dan para kepala dinas OPD se-Kabupaten Bangkalan, Toga, Tomas dan ribuan santri-santriwati.

Acara dibuka dengan penampilan sholawat oleh "Shollu Community" yang dipimpin langsung oleh Ra Karror Aschol.

Dalam kesempatan itu, Bupati Bangkalan Abdul Latif Imron Amin memberikan motivasi agar tidak malu menjadi santri. "Saya juga santri Sidogiri, walau sebentar dan banyak tidur jadi Bupati, apalagi kalau jarang tidur," ungkap Bupati yang disambut tepuk tangan oleh santri- santriwati.

Untuk itu, Bupati mengajak para santri semangat menimba ilmu agar kelak dapat mengisi pembangunan Bangkalan ke depan lebih maju dan sejahtera.

"Sebagai generasi penerus dengan banyak ilmu akan banyak ide-ide cemerlang membangun Bangkalan ke depan," pungkas Bupati.

Di akhir sambutannya, Bupati berjanji akan menggelar peringatan Hari Santri Nasional (HSN) lebih besar dan semarak di tahun depan.

Sementara Ketua PCNU Bangkalan KH. Makki Nazir dalam acara tersebut mengapresiasi Presiden Jokowi atas kebijakannya menetapkan 22 Oktober sebagai hari santri nasional. Menurutnya, penetapan hari santri merupakan pengakuan bahwa santri juga memiliki jasa yang besar dalam merebut kemerdekaan Indonesia.

"Resolusi jihad harus dikembangkan. Santri dan ulama dulu teliti betul dengan menyusup. Jihad santri hari ini tidak ada bandingnya dibanding dengan jihad masa lalu. Jihad santri zaman dulu, jiwa raga dikorbankan untuk mempertahankan dan berjuang melawan musuh. Sedangkan saat ini, santri harus berjuang dengan jihad pena, yaitu santri mampu menulis dengan baik, pena sebagai senjata harus dapat digunakan. Bagaimana santri lihai dalam membuat tulisan di medsos dalam rangka membagun Indonesia jaya," pesannya. (uzi/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...