Senin, 17 Juni 2019 09:06

Produksi Arak, Kakek di Semanding Tuban Dicokok Polisi

Senin, 08 Oktober 2018 17:35 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Produksi Arak, Kakek di Semanding Tuban Dicokok Polisi
Kapolsek Semanding AKP Desis Susilo meninjau langsung lokasi pembuatan miras.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Home industri miras jenis arak jawa yang berada di Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, kembali berhasil digerebek oleh Tim Saber Miras Polsek Semanding. Kali ini lokasi penggerebekan berada di rumah milik Sukoyo (60) di Dusun Jarum, Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding.

Kapolsek Semanding, AKP Desis Susilo mengungkapkan, penggerebekan ini berdasarkan temuan tim Saber Miras Polsek Semanding, bahwa ada rumah warga yang digunakan sebagai tempat untuk memproduksi miras jenis arak.

"Sebelumnya kita lakukan pengintaian dirumah pelaku, setelah dirasa cukup bukti akhirnya pelaku kita amankan," ujar AKP Desis Susilo kepada BANGSAONLINE.com, Senin (8/10).

"Rumah pelaku juga pernah disewa Ali Rohmat (bos arak) yang sekarang masih menjalani proses sidang di Pengadilan Negeri Tuban dengan kasus yang sama. Pelaku awalnya melihat proses pembuatan arak yang dilakukan Ali Rohmat, kemudian tersangka mencoba membuat dan diedarkan sendiri," terang Desis.

Lebih lanjut, Kapolsek Semanding menjelaskan, pelaku meracik dan membuat sendiri barang haram tersebut dengan membeli dua buah panci besar seharga 6 juta, dua kompor besar yang dibeli seharga 1.5 juta, dan bahan lainya hingga total 9 juta. Kemudian, arak yang diproduksinya diedarkan hingga sampai Jawa Tengah seharga 500 ribu per kardus isi 12 botol arak.

"Tengkulak dari Jateng tersebut memesan lewat Jatirogo, namun belum sampai tujuan, pelaku sudah kami bekuk di rumahnya," paparnya.

Dari penggrebekan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa 384 liter arak siap edar, tiga drum baceman (arak setengah jadi) berisi 600 liter, dua buah panci besar, 10 buah tabung gas LPG ukuran 3 Kg, 2 buah kompor gas, serta barang bukti lainya.

"Pelaku beserta barang bukti sudah kami amankan dan kita serahkan ke Polres Tuban untuk penyelidikan lebih lanjut," pungkasnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 135 jo Pasal 71(2) dan pasal 140 jo pasal 86 (2) UU no 18 th 2012 atau Pasal 204 Ayat (1) KUH Pidana tentang pangan dengan acaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (gun/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Minggu, 09 Juni 2019 23:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag53. Waqul li’ibaadii yaquuluu allatii hiya ahsanu inna alsysyaythaana yanzaghu baynahum inna alsysyaythaana kaana lil-insaani ‘aduwwan mubiinaan.Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengu...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Sabtu, 08 Juni 2019 16:07 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...