Wakapolda dan Kapolres Pasuruan ditemui KH. M. Sholehuddin, pengasuh Ponpes Ngalah.
"Pra dan Pasca Pileg serta Pilpres nanti akan banyak warna keberagaman gesekan. Tapi, kami berharap kepada semua lapisan masyarakat berkeyakinan, yakni bangsa Indonesia yang bersatu dan menjunjung tinggi pancasila. Insyallah dengan doa kiai dan santri Jawa Timur akan tetap aman," paparnya.
Dia mengingatkan dan meminta kepada awak media untuk tetap menjadi corong informasi yang menyajikan berita sejuk, tidak hoax dan tidak memprovokasi.
Terpisah, saat ditemui awak media, Kiai Sholeh, sapaan akrab pengasuh Ponpes Ngalah mengibaratkan, polisi dan kiai ini seperti sultan dan sunan. Sultan yakni polisi mengurusi struktural, sedangkan sunan mengurusi yang kultural.
"Kita ini sama-sama wali songonya," kata kiai sambil merangkul Wakapolda Jawa Timur M Iqbal dan tersenyum bersama.
"Sekelumit tausyah tapi sangat bermanfaat, sebagai ulama dan umaro selalu bergandengan tangan, insyallah kondisi Jawa Timur bisa sejuk dan aman," imbuhnya.
Disinggung soal Pileg 2019, Kiai Sholeh secara tegas akan netral. "Saya akan ikut polisi dalam Pilpres 2019 nanti," tutup kiai menutup sesi wawancara. (psr4/par/dur)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




